4.25.2018

>> SEJARAH KEBANGSAAN DI BALIK LUKISAN MEMANAH KARYA HENK NGANTUNG

Lukisan Memanah Henk Ngantung secara kebetulan dipakai sebagai latar belakang pembacaan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Menariknya secara formal mengonsep lukisan ini sebagai latar belakang acara konferensi pers perdana bagi bangsa yang baru merdeka.

" Memanah " karya Henk Ngantung 
152cm X 152cm, cat minyak diatas triplek
Tahun 1944

Bung Karno sendiri yang menemukan lukisan ini. Pertama kali melihat lukisan ini pada 1944, tepatnya pada pameran yang diadakan Keimin
Bunka Sidhoso, Jakarta.

"Lukisan bagus. Ini sebuah simbol bangsa Indonesia yang terus, terus, dan terus bergerak maju. Paulatim longius itur!" kata Bung Karno.

Begitu pameran usai, Bung Karno diam-diam bertandang ke studio Henk. "Aku ingin membeli lukisan itu," kata Sukarno.

"Untuk Sukarno saya dapat hadiahkan lukisan itu, tapi saya juga perlu uang," ujar Henk.

Henk mengatakan pula bahwa lukisan itu belum selesai. Ada bagian lengan yang belum sempurna. Henk mengatakan bahwa untuk menyelesaikan harus ada model.

Saat ini ia sedang tidak ada model. "Aku, Sukarno akan jadi model," seru Bung Karno.

Henk terperangah dan tak bisa menolak. Saat itu pula dilukisnya. Dalam waktu sekitar setengah jam proses memperbaiki lengan pun usai. Lantas lukisan itu masuk mobil, bergegas dibawa Bung Karno menuju rumahnya, di Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Bung Karno mendayagunakan lukisan ini sebagai materi visual kaya makna.

No comments: