4.22.2018

>> KISAH DIBALIK LUKISAN S. SUDJOJONO BERJUDUL KAWAN - KAWAN REVOLUSI

Pada 1947 lukisan tersohor karya Sudjojono yang bertajuk Kawan-Kawan Revolusi lahir. Lukisan ini dikerjakan atas tantangan yang diberikan oleh kritikus seni, Trisno Sumardjo, sebagai pembuktian kemampuan teknis melukis realisnya yang dianggap lambat.

Lukisan ini diselesaikan dalam satu waktu atau kurang dari satu hari. Sudjojono melukisnya ketika ia sedang berada di sanggar Seniman Indonesia Muda (SIM) wilayah Solo.

" Kawan-kawan revolusi " karya S. Sudjojono
 149cm x 95cm, Cat minyak diatas kanvas
dibuat tahun 1947

Menurut istri pertama Sudjojono, Mia Bustam, lukisan ini dilatari oleh sikap heroiknya seorang pejuang bernama Bung Dullah (bukan pelukis Dullah). Bung Dullah dikisahkan berhasil mengebom empat tank serdadu Belanda dengan sejumlah bom yang diikatkan di pinggangnya. Bung Dullah lalu diselipkan dalam lukisan ini di antara 19 wajah yang lain.

Dalam lukisan ini di antaranya ada wajah anak pertamanya yakni Tedja Bayu, lalu Mayor Sugiri, Basuki Resobowo, Soerono, Trisno
Sumardjo, Ramli, Suromo, Bung Dullah, Nindyo, Kasno, Oesman Effendi, Soedibio, Yudhokusumo, dan Kartono Yudhokusumo.

Lukisan ini lalu dibeli oleh Sukarno dan dipasang di Istana Negara Jakarta. Pembelian karya ini dilakukan pada saat pameran lukisan SIM yang diselenggarakan oleh Biro Perjuangan di Yogyakarta pada 25 Mei 1947. Pada suatu saat ketika ada tamu negara, tepatnya
tim kesebelasan sepakbola Lokomotif dari Uni Sovyet datang, Sukarno menerangkan perjuangan Bung Dullah pada Bubukin, pimpinan rombongan.

Seusai mendengar kisah tersebut, Bubukin mengajak semua rekannya untuk berdiri di depan lukisan dan mengheningkan cipta untuk Bung Dullah, pahlawan yang sederhana itu.

No comments: