Ditengah perkembangan zaman modern yang serba digital dan
instant, lukisan menjadi salah satu benda seni yang tergerus dan seolah semakin
terbenam oleh kemunculan digital printing, canvas printing, dimana teknologi
tersebut secara kasat mata bisa meniru 100%
visual lukisan, ditambah lagi dari segi harga yang jauh berbeda, seperti
langit dan bumi. Digital printing bisa dinikmati semua kalangan dengan harga
sangat terjangkau, sedangkan lukisan dengan kualitas karya seni, dengan pasar
terbatas hanya dinikmati oleh kalangan tertentu yang suka dengan seni.
" A Little Coaxing " by William Adolphe, 1890
Betapapun, sejak masa lalu saat manusia mengenal karya seni
khusunya karya seni lukis hingga sekarang, lukisan tidak pernah punah, karena
ia tidak bisa diwakili oleh apapun, meski teknologi-teknologi terbaru
bermunculan, mesin-mesin canggih baru ditemukan untuk mengantikan lukisan.
Lukisan adalah lukisan, ia diciptakan oleh manusia yang
memiliki akal, nurani dan rasa. Dibalik proses terciptanya setiap lukisan ada
banyak cerita dan kisah dari sang seniman lukis, yang jika ditelisik lebih
jauh, lebih mendalam, akan kita temukan banyak kisah, pengalaman dan pelajaran
didalamnya. Susah senang dan manis pahit getirnya kehidupan mengiringi setiap
proses terciptanya lukisan, tidak instant, ada rencana, ada pesan tersirat, imajinasi, kolaborasi,
pertarungan batin dan masih banyak tantangan lainya, yang semua itu hanya bisa
difahami secara detail oleh sang seniman itu sendiri.
Sampai kapanpun, karya seni lukisan ciptaan manusia tidak
akan pernah bisa tergantikan, karena ia mengalir apa adanya menelusuri dari waktu
ke waktu, zaman ke zaman, menjadi cerita sejarah, kultur budaya dari berbagai
peradaban manusia diberbagai belahan Dunia.
*) Perspektif seni Heno Airlangga ( Artist - Art Curator )