9.27.2015

>> LUKISAN VAN GOGH HILANG DARI MUSEUM MAHMOUD KALID, KAIRO - MESIR


" Poppy flower " karya Vincent Van Gogh, 1887

Lukisan Vincent van Gogh "Poppy Flowers" seharga US$50 juta ternyata belum ditemukan. Menteri Kebudayaan Mesir Farouk Housni membantah berita sebelumnya bahwa petugas keamanan di Bandara Kairo berhasil menangkap dua warga Italia dan menggagalkan pencurian karya maestro Belanda itu.

Farouk Housni menegaskan berita soal sudah ditemukannya "Poppy Flowers" adalah sebuah informasi yang tidak akurat.

Sebelumnya diberitakan, sebuah lukisan karya maestro Vincent van Gogh seharga US$50 juta atau setara dengan Rp 448 miliar sempat dicuri dari Museum Mahmoud Kalid di Kairo, Mesir. Lukisan yang dikenal dengan nama "Poppy Flowers" itu berhasil ditemukan kembali saat berusaha dilarikan ke luar negeri.

Petugas keamanan bandara di Kairo berhasil menyita dari dua warga Italia yang mencuri dan berusaha membawa ke luar Kairo. Pemerintah Mesir telah menahan dua warga Italia tersebut. Berita ini dibantah oleh Farouk Housni.

Pencurian lukisan Van Gogh ini adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya, lukisan karya pelukis Belanda yang lahir pasca-impresionis ini dicuri pada 1978. Lukisan itu ditemukan di Kuwait dua tahun lalu di sebuah tempat yang dirahasiakan.

Menurut jaksa terkenal, Abdel Meguid Mahmud, pencurian kedua kalinya terjadi karena tidak ada alarm di museum yang menyala. "Setiap lukisan ada satu alarm, tapi sekali lagi tidak ada yang berfungsi," ujarnya. Sementara dari 43 kamera pengawas hanya ada tujuh yang berfungsi dengan baik.

Menurut para ahli, lukisan "Poppy Flowers" dibuat sekitar 1887. Lukisan bergambar bunga kuning dan merah di dalam vas ini berukuran sekitar 30 cm x 30 cm. Sebagian besar mahakarya Van Gogh diciptakan 29 bulan sebelum dia bunuh diri pada 1890 di usia 37 tahun.

Adapun Museum Mahmoud Khalil merupakan salah satu museum yang menyimpan karya seni terbaik abad ke-19 dan ke-20. Karya seni ini dikumpulkan oleh politikus Mohammed Mahmoud Khalil yang meninggal pada 1953. Karya seni antara lain milik, Claud Monet, Edouard Manet, Auguste Renoir dan Auguste Rodin, Gustave Courbet dan Francois Millet. ( Sumber )


JAVADESINDO Art Gallery
Lelang lukisan karya pelukis master, klik disini

>> LUKISAN VAN GOGH DITEMUKAN SETELAH 40 TAHUN HILANG


Cypress Sky and Country karya Van Gogh, 1889


Harta bersejarah seringkali ditemukan di tempat-tempat yang tidak terduga. Suatu lukisan yang sangat bernilai malah ditemukan di dalam gudang setelah menghilang dari peredaran selama sekitar setengah abad.

Harian El Mundo melaporkan bahwa penagih pajak di Spanyol menemukan suatu lukisan yang hilang, yaitu lukisan karya van Gogh yang dibuat tahun 1889 sesuai taksiran para pakar seni. Segel di belakang lukisan itu menunjukkan bahwa lukisan itu pernah dimiliki oleh tiga museum yang berbeda.

Lukisan yang berjudul “Cypress Sky and Country” itu ditemukan di dalam kotak simpanan aman (safe deposit box) milik seorang pelanggar pajak setelah benda itu menghilang hampir selama 40 tahun. Tentara Nazi Jerman mengambil lukisan itu dari suatu museum di Belanda sewaktu mereka menduduki Belanda di saat Perang Dunia II.

Salah satu segel pada lukisan itu mencatat tempat terakhir lukisan di Museum Kunsthistorisches di Wina, Austria. Tidak jelas bagaimana caranya lukisan itu bisa keluar dari museum itu atau apakah barang itu dicuri.

Nilai lukisan itu juga belum jelas, tapi van Gogh diketahui pernah melukis beberapa lukisan yang memiliki versi yang mirip dengan lukisan ini. Salah satunya terjual dengan harga 57 juta dollar AS lebih dari 20 tahun yang lalu dan sekarang terpajang di dalam Metropolitan Museum of Art di New York. ( Sumber )

JAVADESINDO Art Gallery
Lukisan masterpiece dilelang, klik disini



9.20.2015

>> THE STARRY NIGHT, SALAH SATU LUKISAN VAN GOGH PALING TERKENAL DI DUNIA


" The Starry Night ( Malam Penuh Bintang ), karya Vincent van Gogh, tahun 1889.

Salah satu lukisan paling terkenal di Dunia, lukisan karya Vincent  van Gogh, berjudul " The Starry night ", Lukisan ini menggambarkan pusaran angin yang secara matematis sangat mirip dengan pola pusaran angin sebenarnya. Lukisan ini mengekspresikan kegairahan yang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

Lukisan ini cenderung menggunakan warna - warna gelap sesuai keadaan yang sepi. Vincent Van Gogh merupakan pelukis maestro legendaris kelas Dunia, pelukis asal Belanda yang juga dinobatkan sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa. Lukisan ini menjadi koleksi dan terpanjang di museum seni modern, kota New York, Amerika.

Van Gogh baru menjadi seniman sekitar tahun 1880 sebelum diakui dunia, ia bekerja pada sebuah perusahaan penjual karya seni, dan bekerja sebagai guru. Ia melayani sebagai misionaris yang bekerja diwilayah pertambangan yang sangat miskin. Mulanya karya - karyanya menggunakan warna warna yang suram, baru ketika diparis ia berjumpa dengan impresionisme dan neo-impresionisme yang warna warnanya lebih cerah dan gaya lukisanya dikembangkan menjadi sebuah gaya yang unik dan mudah dikenali.

Gaya lukisanya mencapai tingkat perkembangan pada puncaknya ketika ia tinggal di Arles, Prancis. Namun ketidakpuasan terhadap pengekangan ekspresi seni oleh pakem impresionisme membuat ia beralih pada gaya ekspresionisme.

Untuk anda yang ingin memiliki dan mengkoleksi lukisan Van Gogh dalam bentuk lukisan repro berkualitas tinggi, asli lukisan tangan, jaminan 95-98% kemiripan, lukisan cat minyak diatas canvas, dilukis langsun oleh pelukis ahli, harga terjangkau, silahkan pilih lukisan-lukisan repro van gogh, klik disini

>> LUKISAN MODERN DAN KONTEMPORER DENGAN SENTUHAN ARTISTIK TINGGI


" Anak laki - laki kecil berkerudung " karya Heno Airlangga, 56cm x 45cm, Cat acrylic diatas canvas, Tahun 2015

Lukisan-lukisan modern dan kontemporer dengan sentuhan artistik tinggi karya pelukis master Heno Airlangga, menyajikan sisi lain dari Dunia seni lukis dengan ciri khas dan karakter sesuai dengan dunia imajinasinya.

Berbagai sudut pandang dari bagaimana cara dia menterjemahkan ide dan imajinasinya keatas canvas sehingga menjadi lukisan - lukisan indah dan bermakna, hanya ada satu karya lukisan dari setiap lukisan yang dibuatnya, dan tidak ada lukisan yang serupa atau sama ( reproduksi ).

Untuk melihat dan menikmati karya-karya lukisanya, silahkan klik disini.

9.16.2015

>> 5 ALIRAN SENI LUKIS DIANTARA SEMUA ALIRAN YANG ADA

1. Aliran Abstraksionisme adalah aliran yang menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional. Aliran ini dibedakan menjadi 2 yaitu abstrak kubistis dan non-figuratif.



2.Aliran Dadaisme adalah aliran yang menyajikan karya artistic dari bentuk yang seram, magic,mengerikan, kekanak-kanakan (naive), terkadang mengesankan.



3.Aliran Futurisme adalah aliran yang menggambarkan objek lukisan yang terlihat seperti bergerak. Suatu objek digambarkan beberapa kali secara sama,secara perspektif.



4.Aliran Fauvisme adalah aliran yang memberikan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya.



5.Aliran Klasikisme adalah aliran yang menampilkan gambar secara klasik, serta memiliki karakter dan ciri tersendiri. Aliran Klasikisme banyak terpampang di nusantara maupun di mancanegara. Aliran ini biasanya mengacu pada Yunani dan Romawi.



JAVADESINDO Art Gallery

9.13.2015

>> 9 LUKISAN PALING MENYERAMKAN DAN MEMILIKI CERITA HOROR

Lukisan adalah salah satu bentuk seni yang paling misterius. Berbagai tema dan pandangan diangkat untuk sebuah ide dalam melukis.
Beberapa orang mengusung genre abstrak, beberapa lainnya mencoba style minimalis, ada juga yang lebih suka menggambar objek hidup atau realis dan naturalis. Namun, perbedaan-perbedaan tersebut terjadi karena tiap pelukis atau orang yang memiliki jiwa seni percaya bahwa setiap tema atau style itu memiliki makna tersendiri dan sebuah pilihan.

Tak sedikit pula pelukis yang lebih suka untuk menuangkan karyanya di atas kanvas untuk melukis hal atau obyek yang menyeramkan, beberapa di antaranya malah dianggap berhantu, sebagaimana karya - karya lukisan yang menyeramkan berikut ini:


1. Dipenggal Istri Sendiri
Lukisan yang satu ini diberi judul Judith Slaying Holofernes. Merupakan sebuah karya pelukis asal Italia, Artemisia Gentileschi, dan diciptakan pada sekitar tahun 1611 dan 1622.

Lukisan ini menggambarkan dua orang wanita, Judith dan pelayannya, yang tengah menggorok leher seorang jendral perang di saat Ia mabuk dan tertidur. Artemisia mengaku bahwa dirinya terinspirasi oleh lukisan dari Caravaggio, seorang pelukis aspek-aspek kekerasan dan kekejaman lainnya, seperti yang dilansir situs Wikipedia.

Berikut adalah karya lukisan Caravaggio. Serem mana? Lihat ekspresi dari korban pembunuhan itu. Detail yang sangat nyata dan hidup dari kedua lukisan tersebut bener-bener bikin bulu kuduk berdiri.




2. Seperti Tuyul berteriak
Karya yang berikutnya merupakan milik Edvard Munch, seorang pelukis asal Norwegia. Sesuai dengan ilustrasi gambarnya yang terkesan mistis, lukisan ini bernama The Scream.

Lukisan yang dibuat Edvard antara tahun 1893 dan 1910 ini menggambarkan sebuah ekspresi kesakitan dari seorang anak kecil, dengan latar belakang sebuah langit sore hari yang cerah. Seorang pakar seni menuturkan bahwa teriakan pada lukisan ini adalah sebuah ekspresi dan icon dari seni modern atau lukisan monalisa untuk jamannya.

Mungkin terlihat seperti gambar anak kecil, tapi harus diakui, gambar ini memiliki sebuah aura yang cukup seram jika terus dipandangi.




3. Dimakan Bapak Sendiri
Kalau yang sebelumnya kurang serem, bagaimana dengan yang satu ini? Berjudul Saturn Devouring His Son, lukisan ini merupakan karya dari Fransisco Goya, seorang pelukis asal Spanyol dan diterbitkan antara tahun 1819 dan 1823.

Lukisan ini menceritakan tentang sebuah legenda raksasa yang bernama Cronus (Saturn) yang memakan anaknya sendiri. Menurut sang pencipta, Saturn takut jikalau suatu saat kekuasaannya sebagai raja raksasa akan diambil oleh anaknya, sehingga sebelum terjadi hal buruk, Ia menyantap sang anak.

Selain ceritanya yang seram, lukisan ini memang memiliki ilustrasi yang tak kalah bikin merinding. Lukisan ini hingga sekarang masih terpajang di sebuah museum di Madrid, Spanyol.



4. Saling Bunuh di Neraka
Lukisan yang satu ini bernama Dante and Virgil in Hell, dilukis oleh William Bouguereau pada tahun 1850. Secara garis besar, lukisan ini menggambarkan mengenai suasana di neraka.
Sang pelukis mencoba menuangkan imajinasi pandangannya mengenai bagaimana seramnya neraka itu. Tampak dua orang laki-laki tengah berkelahi tanpa busana, sedangkan beberapa yang lainnya hanya melihat saja.

Tampak juga dari kejauhan, seekor iblis terbang untuk 'mengamati' pemandangan yang tengah ia nikmati. Lukisan-lukisan seperti ini memang sekilas tampak biasa dan tak menyeramkan, namun makna yang ada di baliknya kadang bisa memberikan kesan tidak enak untuk dipandang.




5. Tangisan Mistis
Lukisan yang satu ini berjudul The Crying Boy dan konon katanya berhantu, kejadiannya terjadi pada tahun '80an, pada sebuah rumah yang tengah kebakaran parah, semua barang hampir habis terbakar, namun lukisan ini masih berada di tembok tanpa sedikitpun goresan.

Menurut seseorang yang ahli hal-hal mistis, lukisan ini terkutuk dan dihantui oleh arwah dari laki-laki yang tergambar pada gambar tersebut. Lukisan ini dikabarkan menghantui siapapun yang memilikinya, dan tak bisa dibuang.

Untuk menghilangkan kutukan dari lukisan ini, sang pemilik harus mengorbankan seorang anak laki-laki dan perempuan dengan cara menggantung mereka bersama, gambar yang sebenarnya cukup bagus ini ternyata punya cerita kelam dan mistis di belakangnya. Percaya tidak percaya, cerita tersebut merupakan rumor.



6. Mimpi Buruk
Lukisan yang satu ini bernama The Nightmare. Diciptaka pada tahun 1781 oleh seorang pelukis asal Swiss bernama Henri Fuseli. Ini merupakan karya terbaik dari Fuseli yang sempat dipamerkan pada Royal Academy, London pada tahun 1782.
Pada gambar ini tampak seorang wanita yang tengah tertidur dan di atas tubuhnya, seorang atau sebuah makhluk duduk sembari memandang ke arah kita.

Lukisan ini menceritakan tentang mimpi buruk dari seseorang. sang pelukis mencoba menggambarkan jika kita tengah mengalami mimpi buruk, seperti inilah gambaran yang sebenarnya di dunia nyata saat kita tak sadar.




7. Bergerak Sendiri di Malam Hari
Lukisan paling seram yang diyakini terkutuk dan berhantu, judul dari karya ini adalah " The Hands Resist Him " dilukis oleh Bill Stoneham pada tahun 1972.
Gambar dari lukisan ini adalah seorang anak laki-laki (yang diakui sebagai masa kecil si pelukis) tengah berdiri di samping boneka gadis yang tak memiliki ekspresi. Sedangkan di belakang mereka tampak sebuah pintu kaca yang dipenuhi dengan tangan-tangan.

Lukisan ini sempat dilelang pada situs eBay pada Februari 2000 silam dan berpindah tangan beberapa kali. Sejak itulah hal-hal berbau mistis mulai bermunculan pada siapapun yang memilikinya. Kisah ini sempat booming di dunia internet pada masanya.

Pemilik lukisan ini mengungkapkan bahwa lukisan ini sering bergerak sendiri pada malam hari. Kadang, si boneka gadis menyeramkan tersebut menghilang dari dalam lukisannya. Bisa bayangin jika objek pada sebuah lukisan tiba-tiba menghilang di tengah malam? serem...




8. Pria Terbakar
Foto yang satu ini dilihat saja memang udah serem, apalagi cerita misteri dibelakangnya, bikin bulu kuduk merinding! Pemilik lukisan ini bernama Sean Robinson, ia mendapatkan karya ini dari neneknya yang telah tiada.
Setelahnya, Sean menggantungkan lukisan ini pada salah satu ruangan rumahnya, dan sejak saat itulah kehidupan Sean dan keluarganya menjadi menyeramkan! Ya, kejadian tak normal mulai terjadi di dalam rumahnya, seperti pintu yang terbuka dan tertutup dengan sendirinya.

Bukan cuma itu, Sean kadang mendapati sosok misterius di bawah kolom tempat tidurnya, memandangi Sean. Yang paling parah, sosok mistis yang mulai ikutan tinggal di rumah itu ternyata agresif. Anak Sean pernah didorong jatuh pada salah satu tangga rumahnya oleh sesuatu yang tak nampak. Untungnya, sang anak masih bisa diselamatkan.

Mengetahui hal tersebut, Sean memutuskan untuk menyelidiki asal muasal dari benda mistis ini. Ternyata, sang pelukis aslinya mati bunuh diri sesaat setelah menyelesaikan lukisannya. Ditambah lagi, beberapa bagian dari lukisan ini dibuat menggunakan darahnya sendiri.
Saat ini, Sean memutuskan untuk mengunci lukisan tersebut pada ruangan bawah tanah rumahnya.




9. Keluyuran Tiap Malam
Lukisan ini merupakan sketsa dari seorang pria bernama Bernando de Galvez. Beliau merupakan seorang pemimpin militer asal Spanyol yang turut membantu koloni Amerika pada perang revolusi. Bernando meninggal pada tahun 1786, dan untuk menghormati jasanya, seorang pelukis membuatkan sketsa gambar lukisannya.
Karya ini sendiri hingga sekarang menggantung di salah satu ruangan Hotel Galvez. Konon katanya, lukisan ini suka 'melirik' siapapun yang lewat.

Bukan hanya itu, orang-orang yang memandanginya, mengaku kalau mereka merasa tidak tenang dan merinding dengan sendirinya. Orang yang mencoba mengambil gambar dari lukisan ini menggunakan kamera hasilnya akan selalu blur dan tak jelas. Menurut sumber, orang yang ingin mengambil gambar dari lukisan ini harus minta ijin dulu pada Bernando di depan lukisannya.
( Sumber ) 


JAVADESINDO Art Gallery
Galeri online khusus lukisan berkelas, klik disini

>> JEJAK MISTERI LUKISAN DARAH DARI JAMAN PURBA


Mengunjungi Kokas, Kabupaten Fak Fak, Papua Barat, laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, tapi juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.

Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Lukisan ini merupakan peninggalan jaman prasejarah

Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat, tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak zaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.

Lantas, apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia. Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.

Bagi masyarakat setempat, lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.


Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satu pun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.

Di lokasi lukisan tebing ini Anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.

Tulang tengkorak terdapat di tebing di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Tulang tengkorak manusia ini adalah sisa kebiasaan masyarakat setempat yang tidak menguburkan jazad leluhur melainkan meletakkannya di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang khusus atau dianggap sakral.

Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak Anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000 per orang, sekali jalan. Tiba di Kokas, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, Anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun, jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat.

Mengunjungi Kokas, Kabupaten Fak - fak, Papua Barat laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, namun ini juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.


Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak jaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.

Lantas apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat mengunakan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat dengan jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia.Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.

Bagi masyarakat setempat lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.
( Sumber )


JAVADESINDO Art Gallery
Lelang lukisan masterpiece karya pelukis master, klik disini

>> 7 FAKTA MENARIK DARI KEHIDUPAN PABLO PICASSO



1. Nama lengkap Pablo Picasso adalah sangat panjang sekali.
Dengan namalengkap " Pablo Diego Jose Francisco de Paula Juan Nepomuseno Maria de los remedies Ciprano de la Santasima Trinidad Martyr Patricio Clito Ruiz y Picasso" Sangat panjang sekali! Nama Pablo Picasso adalah salah satu nama terpanjang yang pernah diberikan untuk seorang seniman. Namanya merupakan kombinasi dari penghormatan terhadap orang kudus Spanyol dan Kristen serta warisan keluarga. Ada beberapa nama orang kudus penting dan keluarga tercinta, nama ibu dan ayahnya, sisanya merupakan kombinasi dari gagasan dan karakteristik pribadi.

2. Pablo Picasso ketika bayi hampir meninggal.
Ketika Pablo Picasso lahir, bidan menduga bahwa ia lahir dalam keadaan meninggal dan meninggalkan bayi jenius tersebut di atas meja dokter anak dan tidak memikirkan lagi! Bidan itu kemudian pergi ke ibu Pablo untuk memberitakan berita sedih, dan mukjizat terjadi ketika itu. Paman Pablo juga merupakan dokter yang membantu persalinan bayi tersebut Dr. Don Salvador diberikan pujian karena menyelamatkan kehidupan Pablo yang baru lahir.

3. Kata pertama Picasso kecil adalah “Pensil”.
Tahun-tahun perkembangan anak usia dini Picasso dipenuhi dengan pendidikan dan keajaiban. Kata pertama yang diucapkannya adalah ‘Piz’ atau ‘pensil’, dalam bahasa Spanyol. Hal ini mungkin merupakan petunjuk untuk jalan karir Picasso masa depan sebagai seorang pelukis.

4. Lukisan cat minyak Picasso pertama.
‘Le Picador’, diciptakan oleh Pablo Picasso pada tahun 1890, pada usia sembilan tahun. Karya Picasso pertama  ini menggambarkan seorang pria mengendarai kuda dalam olah raga berdarah melawan banteng. Acara tontonan ini masih populer di sebagian besar wilayah Spanyol.

5. “Komuni Pertama” Lukisan Akademik Pertama Pablo Picasso.
Meskipun percobaan pertama Pablo terjun ke dalam dunia artistik adalah “Le Picador” pada tahun 1890 di sembilan tahun, lukisan akademis pertamanya tidak dilukis sampai enam tahun kemudian. Karyanya adalah “Komuni Pertama”, merupakan potret ayah-ibunya dan adik bungsunya, semua sedang berlutut di depan altar dalam lingkungan gereja. Pablo Picasso hanya berumur 15 tahun ketika menciptakan karya ini, dan karya ini dianggap salah satu maha-karyanya.

6. Pablo Picasso dan karir akademiknya.
Ada sedikit argumen bahwa Pablo Picasso merupakan orang yang cerdas, tetapi catatan karir akademisnya tidak mencerminkan fakta ini. Pablo memiliki sedikit kesulitan melewati ujian masuk untuk dapat masuk ke setiap lembaga pendidikan tinggi seni yang diinginkannya, dari Madrid ke Paris,. Itu adalah tanda yang telah terbukti secara empiris tentang seniman tersiksa, berulangkali Pablo keluar dan meninggalkan sekolah setelah satu atau dua semester. Ini tidak membuat perbedaan apapun setelah ia menjadi sukses dengan “Komuni Pertama”, tetapi ini merupakan tanda yang jelas bahwa individu cerdas kadang-kadang mengalami kesulitan dalam ruang kelas terstruktur formal.

7. Karya pertama Pablo Picasso di Paris.
Karya pertama Pablo Picasso yang dibayar ketika itu dengan tuan tanah merangkap dealer seni, Pere Menach. Jumlah yang disepakati adalah 150 franc per bulan, yang pada hari ini setara dengan sekitar $ 750 USD. Bukan jumlah uang yang kecil pada masa itu dan merupakan satu hal yang memungkinkan Pablo muda untuk latihan kreativitas serta mengembangkan karakteristik pribadinya, yang akan membawanya melalui sisa hidupnya yang panjang.
( Sumber )


JAVADESINDO Art Gallery
Lukisan repro Picasso 99% mirip, order klik disini

9.12.2015

>> PESONA LUKISAN 9 IKAN KOI DALAM KARYA SENI TINGGI

Karya seni indah dan berkelas dan juga memiliki makna, lukisan 9 ikan Koi dimana menurut Feng Shui, lukisan ini di percaya mempunyai arti pengharapan akan kemakmuran dan keberuntungan. Ikan koi adalah jenis ikan karper Cyprinus carpio yang dipelihara untuk menghias rumah, berasal dari Tiongkok dan banyak tersebar di Jepang. Mereka berkerabat dekat dengan ikan mas, dan karena itu banyak orang menyebutnya ikan mas koi yang sebenarnya adalah misnomer.

2 koleksi lukisan 9 ikan koi karya pelukis master yang berukuran lumayan besar, sangat indah dan benilai seni tinggi, cocok untuk koleksi seni maupun hiasan dekorasi interior ruangan, untuk anda yang berminat memiliki dan mengkoleksi lukisan istimewa karya pelukis master Heno Airlangga ini, silahkan hubungi:
Telp-whatsapp: 081.329.7.329.11
PinBB: 7fadbec1


Harmoni alam bersama 9 ikan koi II - Heno Airlangga, 97cm x 142cm, 2015



Harmoni alam bersama 9 ikan koi II - Heno Airlangga, 97cm x 142cm, 2015

9.07.2015

>> INDAHNYA ALAM DALAM KARYA LUKISAN

Alam yang masih terjaga adalah sumber kehidupan, pepohonan yang hijau dan rindang, sumber  air sehat yang terjaga, dan tak kalah manfaat lainya adalah keindahanya, ya alam yang hijau dan masih terjaga kealamianya merupakan terapi yang sangat manjur untuk menjernihkan pikiran dan jiwa yang sedang galau. Saat kita berada ditengah alam dengan pepohonan rindang, angin berhembus segar dan suasana sejuk, kita akan merasakan seolah jiwa kita mandi dalam kesegaran alam, segala  penat dan lelah sirna.
Namun utuk menemukan suasan alam yang masih alami dan terjaga saat ini sudah sulit, apalagi diperkotaan. Bersyukur di area pedesaan untuk menemukan tempat-tempat yang alami masih mudah kita temukan, berikut beberapa lukisan karya pelukis master Heno Airlanngga yang terinspirasi oleh hijaunya alam, obyek lukisan diambil langsung dari pemandangan alam yang sesungguhnya, dilukis sebagai karya seni diatas canvas.
Untuk anda yang berminat memiliki dan mengkoleksi lukisan karya pelukis master Heno Airlangga ini, bisa menghubungi:
Telp - whatsapp: 081.329.7.329.11
PinBB: 7fadbec1
Untuk melihat koleksi lengkap lukisan karya pelukis master Heno Airlangga, silahkan klik disini.




Air terjun dan jembatan bambu - Heno Airlangga, cat acrylic diatas canvas, 50cm x 54cm, 2014



Akar Kehidupan - Heno Airlangga, 66cm x 95cm, cat acrylic diatas canvas, 2015



Aliran air di sebuah Desa - Heno Airlangga, 62cm x 112cm, cat acrylic diatas canvas, 2015



Aliran sungai dan gunung - Heno Airlangga, 51cm x 64cm, cat acrylic diatas canvas, 2015



Bukit Bambu - Heno Airlangga, 67cm x 97cm, cat acrylic diatas canvas, 2015



Indah berseri alamku - Heno Airlangga, 67cm x 95cm, cat acrylic diatas canvas, 2015



Jalan kecil di tengah hutan - Heno Airlangga, 51cm x 65cm, cat acrylic diatas canvas, 2015




Jalan setapak menuju sungai - Heno Airlangga, 65cm x 110cm, cat acrylic diatas canvas, 2014




Jalan setapak pinggir Desa - Heno Airlangga, 67cm x 97cm, cat acrylic diatas canvas, 2015



Ke Agungan sang Maha Pencipta - Heno Airlangga, 95cm x 145cm, cat acrylic diatas canvas, 2015



Lestari Alam ku - Heno Airlangga, 67cm x 96cm, cat acrylic diatas canvas, 2015



Lorong Alam - Heno Airlangga, 97cm x 142cm, cat acrylic diatas canvas, 2015



Pepohonan di pinggir di sungai - Heno Airlangga, 53cm x 53cm, cat acrylic diatas canvas, 2014



Sudut rumah kampung - Heno Airlangga, 53cm x 53cm, cat acrylic diatas canvas, 2014

9.06.2015

>> PENJARAHAN LUKISAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH OLEH NAZI


Penjarahan Jerman Nazi mengacu pada benda seni dan barang-barang lainnya yang dijarah oleh Partai Nazi pada masa Reich Ketiga. Penjarahan ini terjadi dari tahun 1933 hingga akhir Perang Dunia II, dilakukan terutama sekali oleh unit militer yang disebut Kunstschutz. Selain benda-benda seperti perak dan mata uang, benda-benda budaya berharga seperti lukisan, keramik, buku, dan artefak keagamaan juga dicuri oleh Nazi. Meskipun sebagian besar benda-benda tersebut berhasil ditemukan oleh Sekutu setelah perang usai, banyak di antara benda-benda tersebut yang masih hilang. Ada upaya internasional yang dilakukan untuk mencari benda-benda jarahan Nazi yang masih belum ditemukan, yang bertujuan untuk mengembalikan benda-benda tersebut kepada pemiliknya yang sah.

Dwight D. Eisenhower (kanan) meninjau karya seni jarahan Jerman di sebuah tambang garam di Merkers.

Adolf Hitler adalah seorang seniman yang gagal, ia ditolak masuk Vienna Academy of Fine Arts. Meskipun demikian, ia masih menganggap dirinya sebagai penikmat seni. Dalam Mein Kampf, ia dengan pedas mengkritik seni modern yang menurutnya sudah merosot, termasuk: Kubisme; Futurisme; dan Dadaisme; seni yang dianggapnya sebagai produk gagal masyarakat abad 20. Saat Hitler menjadi Kanselir Jerman pada tahun 1933, ia menegakkan ide-ide estetiknya pada bangsa Jerman. Ragam seni yang disukai oleh Partai Nazi di antaranya adalah seni lanskap dan potret dari masa Old Masters, terutama yang berasal dari Jerman. Seni modern yang tidak disukai ini disebut "seni bobrok" oleh Reich Ketiga, dan semua karya seni modern yang terdapat di museum-museum di Jerman akan dijual atau dihancurkan. Fuhrer berencana mendirikan Museum Seni Eropa di Linz. Petinggi Nazi lainnya, seperti Reichsmarschall Hermann Göring, dan Menteri Luar Negeri von Ribbentrop, juga berhasrat ingin mengambil keuntungan dari penaklukan militer Jerman untuk meningkatkan koleksi seni pribadi mereka.

Saat Nazi berkuasa, mereka menjarah benda-benda budaya dari setiap wilayah yang mereka taklukkan. Upaya ini dilakukan secara sistematis melalui sebuah organisasi yang dibentuk secara khusus untuk memutuskan apa saja koleksi-koleksi pribadi atau publik yang berharga bagi Rezim Nazi. Beberapa benda seni tersebut dialokasikan sebagai koleksi Führermuseum Hitler yang tidak pernah terwujud, beberapa benda jatuh ke tangan petinggi Nazi seperti Hermann Göring, sedangkan benda-benda lainnya dijual untuk mendanai kegiatan Nazi.

Tentara Jerman dari Divisi Hermann Göring berpose di depan Palazzo Venezia di Roma, 1944, dengan sebuah lukisan yang dijarah dari Museo Nazionale di Napoli.)

Pada tahun 1940, Nazi mendirikan sebuah organisasi bernama Einsatzstab Reichsleiter Rosenberg für die Besetzten Gebiete, atau ERR, yang dikepalai oleh Kurt von Behr. Tujuan awal organisasi ini adalah untuk mengumpulkan koleksi buku-buku dan dokumen milik para Yahudi dan Freemason, untuk dihancurkan atau dibawa ke Jerman untuk "dipelajari" lebih lanjut. Namun, pada akhir 1940, kepemimpinan ERR diambil alih oleh Hermann Göring, ia mengeluarkan perintah yang secara efektif mengubah misi ERR, yakni mandat untuk menjarah semua koleksi benda-benda seni milik Yahudi. Hasil jarahan ini dikumpulkan di Museum Jeu de Paume, Paris, sebelum dikirim ke Jerman. Göring juga memerintahkan agar benda-benda jarahan ini dibagi untuk dirinya dan Hitler. Di Museum Jeu de Paume, kurator Bruno Lohse memajang benda-benda seni yang baru dijarah, dan Göring telah mengambil setidaknya 594 karya seni untuk koleksinya sendiri. Göring menjadikan Lohse sebagai petugas penghubung dan mengangkatnya sebagai kepala ERR unit Paris pada tahun 1941. Benda-benda yang tidak diminati oleh Hitler dan Göring bisa dimiliki oleh petinggi Nazi lainnya. Di bawah kepemimpinan Rosenberg dan Göring, ERR telah menyita 21.903 benda seni dari negara-negara yang diduduki Jerman. Organisasi penjarahan Nazi lainnya adalah Dienststelle Mühlmann, yang dikelola oleh Kajetan Mühlmann, juga dikendalikan oleh Göring. Organisasi ini ditugaskan untuk beroperasi di Belanda dan Belgia. Organisasi lainnya adalah Sonderkommando Kuensberg, yang beroperasi di Perancis, Rusia, dan Afrika Utara.

Lukisan "Jewish woman with oranges" karya Aleksander Gierymski yang dijarah, ditemukan pada tahun 2010 di Hamburg

Hitler kemudian memerintahkan agar semua karya seni yang disita hanya bisa dimiliki oleh dirinya. Koleksi-koleksi seni dari keluarga Yahudi ternama, termasuk Rothschild, Rosenbergs, Goudstikkers, dan Schloss menjadi sasaran utama karena nilainya yang berharga. Pada akhir perang, Reich Ketiga telah mengumpulkan ratusan ribu benda-benda budaya. Di Eropa Barat, tentara Jerman bertanggung jawab untuk memasuki perpustakaan pribadi atau institusional di negara-negara yang diduduki dan menyita buku atau benda-benda yang berguna bagi Jerman, terutama benda-benda ilmiah, teknis, atau benda-benda berharga lainnya.

Untuk meneliti dan memperkirakan penjarahan Nazi di Uni Soviet selama tahun 1941 sampai 1945  " Soviet State Extraordinary Commission for Ascertaining and Investigating the Crimes Committed by the German-Fascist Invaders and Their Accomplices " didirikan pada tanggal 2 November 1945. Dari tahun 1945 hingga 1991, organisasi ini telah mengumpulkan benda-benda seni yang dijarah Jerman Nazi di 44 museum di Soviet, 427 di antaranya dalam keadaan rusak. Di Rusia, 173 museum dijarah oleh Nazi, dengan benda-benda yang dijarah berjumlah ratusan ribu.

Setelah pembubaran Uni Soviet, pemerintah Rusia mendirikan State Commission for the Restitution of Cultural Valuables untuk menggantikan komisi Soviet yang lama. Hingga 2008, organisasi ini telah berhasil mengidentifikasi koleksi-koleksi yang hilang di 14 museum dan perpustakaan di Oblast Voronezh, Oblast Kursk, Oblast Pskov, Oblast Rostov, Oblast Smolensk, Kaukasus Utara, Gatchina, Istana Peterhof, Tsarskoye Selo (Pushkin), Novgorod, dan Oblast Novgorod, dengan karya seni yang hilang berjumlah 1.148.908.

Setelah Jerman menduduki Polandia pada bulan September 1939, ribuan benda-benda seni dijarah. Total penjarahan Nazi terhadap karya seni Polandia diperkirakan bernilai 20 miliar dolar, atau sekitar 43% dari warisan budaya Polandia; lebih dari 516.000 koleksi seni pribadi dicuri, termasuk 2.800 lukisan karya pelukis-pelukis Eropa; 1.400 patung; 75.000 manuskrip; 90.000 buku, 20.000 di antaranya dicetak sebelum tahun 1800; dan ratusan ribu benda sejarah berharga lainnya. Beberapa dekade setelah perang, berbagai negosiasi sudah dilakukan oleh pemerintah Polandia dengan pemerintah Jerman untuk mengembalikan karya seni mereka yang dijarah, namun kebanyakan upaya ini sia-sia.

Portrait of a Young Man karya Raphael, dijarah oleh Jerman dari Czartoryski Museum pada tahun 1939, dan baru ditemukan pada tahun 2012

Pasukan Sekutu berhasil menemukan karya seni yang dijarah di lebih dari 1.050 repositori di Jerman dan Austria pada akhir Perang Dunia II. Sekutu menemukan ribuan barang antik, seni mesir, artefak Islam, dan lukisan milik Polandia di Kaiser Friedrich Museum.

Meskipun sebagian besar karya seni dan barang antik curian berhasil didokumentasikan, ditemukan, atau dikembalikan oleh Sekutu, masih banyak karya seni yang tidak kembali ke pemilik sahnya. Galeri seni dan museum di seluruh dunia telah melakukan riset sendiri untuk mengambil kembali karya seni milik mereka, terutama klaim bahwa beberapa karya dijarah dari pemilik yang juga mencurinya dari pemilik aslinya. Pada tahun 1985, negara-negara Eropa merilis daftar inventarisasi karya seni, koin, dan medali yang disita oleh Nazi dari orang-orang Yahudi korban Holocaust selama Perang Dunia II, dan mengumumkan rincian proses untuk mengembalikan karya tersebut kepada pemiliknya yang sah. Sebelum dibunuh, korban Holocaust di kamp-kamp Nazi diharuskan untuk menyerahkan barang-barang pribadi mereka. Barang-barang berharga seperti koin emas, cincin, kacamata, perhiasan, dan logam mulia lainnya dikirim ke Reichsbank untuk diuangkan. Hasilnya kemudian disetor ke rekening SS.

Pada awal 2011, sekitar 1.500 karya seni ditemukan di rumah Cornelius Gurlitt, putra dari Hildebrand Gurlitt, seorang pedagang gelap di Munich. Penemuan ini termasuk karya-karya Picasso, Matisse, Chagall, dan lainnya. Nilai total koleksi tersebut diperkirakan lebih dari satu miliar euro.
( Sumber )


JAVADESINDO Art Gallery
Galeri online khusus lukisan berkelas, klik disni

9.05.2015

>> LUKISAN HYPER REALIS TERLIHAT SANGAT NYATA

Lukisan hyper realis karya Gustavo Silva Nuñez, pelukis asal Venezuela ini menciptakan karya seni bertema para perenang, dengan ukuran obyek  manusia pada lukisan sama seperti ukuran manusia nyata, seolah sang pelukis berinteraksi langsung dengan obyek manusia seperti nampak dalam lukisan tersebut.
Melukis dengan tehnik hyper realis memerlukan tingkat fokus, kesabaran dan ketelitian tingkat tinggi, juga memakan banyak waktu lama untuk pengerjaanya, tidak seperti lukisan abstrak atau ekspresionis yang hanya membutuhkan waktu singkat dalam pengerjaanya.
Lukisan hyper realis bisa membutuhkan  waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk mengerjakan satu lukisanya, sedangkan lukisan abstrak/ ekspresionis hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit hingga jam saja. Berikut lukisan hyper realis karya Gustavo Silva Nuñez.


JAVADESINDO Art Gallery
Galeri online khusus lukisan berkelas, klik disini