Translate

12.01.2017

>> LUKISAN IBU KARTINI, PAHLAWAN BANGSA, PENDEKAR KAUM WANITA

Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi , maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun dan dikenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati pertama yang memberi pendidikan Barat kepada anak-anaknya. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan.

Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tetapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali.

Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini dijodohkan dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Lukisan RA Kartini stok tersedia, lukisan sudah lengkap dengan frame mewah, Galeri kami melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911


Pelukis: Heno Airlangga
Judul: Ibu Kartini - Heno Airlangga, 150cm x 100cm, 2017
Ukuran: 150cm x 100cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Tahun: 2017
Harga: Rp.10.300.000;





Pelukis: Heno Airlangga
Judul: R.A Kartini pedekar Bangsa
Ukuran: 56cm x 46cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Tahun: 2021
Harga: Rp.3.500.000;



Pelukis: Heno Airlangga
Judul: Raden Ajeng Kartini 
Ukuran: 100cm x 70cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Tahun: 2022
Harga: Rp.5.500.000;

11.26.2017

>> LUKISAN BUAH SEGAR, SEGARKAN RUANG MAKAN ANDA

Hadirkan keindahan seni kedalam interior ruang makan anda, lukisan buah segar yang memberikan sentuhan nuansa segar, menjadikan dekorasi interior ruang makan anda terasa lebih hidup dalam suasana akrab bersama keluarga tercinta diatas meja makan.

Lukisan buah segar berkualitas tinggi bisa anda dapatkan di JAVADESINDO Art Gallery, banyak pilihan terbaik, yang bisa anda pilih sesuai keinginan, ada tema lukisan buah segar klasik, modern, naturalis dan masih banyak lagi.

Lukisan cat minyak dan cat akrilik diatas kanvas, lukisan lengkap dengan bingkai mewah, dan gratis ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia, untuk melihat koleksi lengkap lukisan buah segar, silahkan kungjungi galeri online lukisan kami di sini http://javadesindo-artgallery.blogspot.co.id/2011/07/lukisan-buah-segar.html

>> LUKISAN IBU IRIANA JOKOWI TERSENYUM BERKEBAYA HIJAU

Lukisan Figur Ibu Iriana Jokowi tersenyum berkebaya hijau, dengan dandanan adat jawa, beliau nampak anggun dalam keserhanaan, itulah cerminan dari sosok sang Ibu Negara yang rendah hati dan penuh dengan kesederhanaan, beliau menjadi teladan bagi rakyat nya.

Senyum sapa dan keramah tamahan sosok Ibu Negara ini membuat kagum rakyat nya, dimanapun dia singgah selalu menebarkan senyum ketulusan dan kesederhanaan sikap.

Lukisan Ibu Iriana Jokowi, dilukis oleh pelukis master dalam gaya lukisan kontemporer, kombinasi gaya lukisan abstrak dan realis, nampak hidup memancarkan aura seni kelas tinggi, lukisan dengan media cat akrilik diatas kanvas dengan ukuran cukup besar, adalah koleksi seni yang sangat berharga untuk melengkapi koleksi seni anda.
Informasi dan pembelian:
Telp-Whatsapp: 081.329.7.329.11
Email: javadesindo@gmail.com


" Ibu Iriana " karya Heno Airlangga, 150cm x 100cm, Akrilik diatas kanvas, 2017

11.21.2017

>> LUKISAN JENDRAL SUDIRMAN YANG TERKENAL, INILAH PELUKIS ASLINYA

Salah satu lukisan Jendral Sudirman paling terkenal adalah sosok beliau dalam posisi hormat, mengenakan jas panjang tebal, memakai penutup kepala ( Blangkon ), serta terselip pusaka keris dibagian depan diantara pakaian jas nya.

Lukisan ini telah banyak sekali dicetak atau di copy, baik cetak digital, dijadikan poster-poster ditempel di dinding sekolah-sekolah, dijadikan sampul buku, bahkan dilukis ulang oleh seniman-seniman dengan gaya atau style berbeda.

Lukisan versi asli dari figur Jendral Sudirman ini awalnya ternyata merupakan koleksi Bung Karno, lukisan ini masuk ke dalam katalog koleksi lukisan Bung Karno Volume-01, dimana pelukis aslinya bernama Joes Supadyo, judul lukisan " Jendral Sudirman " media cat minyak diatas kanvas, untuk ukuran lukisanya sendiri bisa dibilang berukuran kecil 77cm x 58,5cm, namun tidak diketahui Tahun kapan pastinya lukisan ini dibuat.


" Jendral Sudirman " Karya Joes Supadyo, cat minyak diatas kanvas, 77cm X 58,5cm

>> LUKISAN PEMANDANGAN ALAM INDAH UNTUK DEKORASI RUANGAN MEWAH


Dapatkan koleksi lukisan pemandangan alam indah karya seni tinggi untuk dekorasi ruangan interior mewah, lukisan cat minyak dan cat akrilik diatas kanvas berdaya tahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun, berdaya tahan dari generasi ke generasi.

Lukisan pemndangan alam dari seluruh Dunia, pemandangan alam pegunungan, alam hutan, padang rumput, taman bunga, air terjun, alam pedesaan, panen padi, dan masih banyak lagi, semuanya bisa anda dapatkan di JAVADESINDO Art Gallery, galeri online lukisan terlengkap dan terbesar, dikelola secara profesional, terpercaya dengan pengalaman selama puluhan tahun.

Galeri kami melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh wilayah Indonesia, lukisan sudah lengkap dengan bingkai mewah, gratis ongkos kirim.

Lukisan stok tersedia, lukisan sudah lengkap dengan frame mewah, Galeri kami melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911




Judul: Panen Raya semua berbahagia
Ukuran: 100cm x 150cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.9.600.000;





Judul: Panen Raya telah tiba
Ukuran: 100cm x 150cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.8.800.000;





Judul: Panen raya hasil kerja keras petani
Ukuran: 100cm x 150cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.9.400.000;




Judul: Senyum bahagia petani saat panen padi raya
Ukuran: 100cm x 150cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.9.900.000;




Judul: Alam dan kesejahteraanya
Ukuran: 60cm x 75cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.3.400.000;




Judul: Bentangan Alam Makmur 
Ukuran: 40cm x 60cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.2.600.000;




Judul: Air Terjun membelah alam perbukitan
Ukuran: 100cm x 150cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.9.500.000;




Judul: Keagungan Tuhan
Ukuran: 100cm x 150cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.9.500.000;




Judul: Bromo di atas awan
Ukuran: 65cm x 91cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.200.000;




Judul: Panorama laut di senja hari
Ukuran: 70cm x 100cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.500.000;




Judul: Terbenam di ufuk barat
Ukuran: 70cm x 100cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.200.000;




Judul: Senyum Petani saat panen raya
Ukuran: 100cm x 150cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.6.500.000;



Judul: Air terjun dan jembatan bambu
Ukuran: 50cm x 54cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.3.500.000;




Judul: Air terjun yang tersembunyi
Ukuran: 80cm x 120cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.6.300.000;




Judul: 2 Rusa di alam yang damai
Ukuran: 96cm x 142cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.6.700.000;




Judul: Akar Kehidupan
Ukuran: 66cm x 95cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.800.000;




Judul: Bukit Bambu
Ukuran: 67cm x 97cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.700.000;




Judul: Jalan setapak pinggir Desa
Ukuran: 67cm x 97cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.7500.000;




Judul: Lorong Alam
Ukuran: 97cm x 142cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.000.000;




Judul: Alam desa ( pagi berkabut )
Ukuran: 53cm x 70cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.3.300.000;




Judul: Alam pedesaan di kaki bukit
Ukuran: 53cm x 70cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.3.200.000;


11.16.2017

>> SALVATOR MUNDI KARYA LEONARDO DA VINCI, LUKISAN TERMAHAL SEPANJANG SEJARAH

Akhir-akhir ini, Dunia seni dikejutkan dengan rekor terbaru penjualan karya seni termahal sepanjang sejarah, melalui rumah lelang internasional Christie, New york, Amerika Serikat. sebuah lukisan karya Leonardo Da Vinci yang berjudul  " Salvator Mundi " Lukisan wajah Yesus Kristus laku terjual seharga US$ 450,3 juta atau setara Rp 6 triliun. Harga itu mencetak rekor terbaru sebagai karya seni termahal yang pernah dilelang.


Kamis (16/11/2017), lukisan dari tahun 1500 yang dikenal dengan nama 'Salvator Mundi' itu merupakan salah satu lukisan langka dari 20 karya autentik Da Vinci yang masih utuh hingga kini. Rumah lelang Christie di New York awalnya memperkirakan lukisan itu hanya akan terjual sekitar US$ 100 juta. Itu berarti harga yang dicapai dalam lelang ini mencapai empat kali lipat dari harga perkiraan.

Harga itu juga mencapai dua kali lipat dibanding harga lukisan 'Les Femmes D'Alger' karya Picasso yang terjual seharga US$ 179,4 juta (Rp 2,3 triliun) pada Mei 2015 lalu.

Lukisan 'Salvator Mundi' itu dibeli oleh seorang pembeli yang tidak menyebut identitasnya lewat telepon, setelah terjadi pertarungan tawar-menawar yang sengit selama nyaris 20 menit di rumah lelang Christie pada Rabu (15/11) waktu setempat.

Meskipun kurang detail dan kejelasan seperti 'Mona Lisa', karya Da Vinci lainnya, lukisan 'Salvator Mundi' ini mampu menarik perhatian banyak pengunjung selama dipamerkan di London, Hong Kong dan San Francisco. Lukisan dengan panjang 66 cm dan lebar 45 cm ini menampilkan wujud manusia Yesus Kristus dalam pakaian era Renaissance, dengan satu tangan terangkat memberikan berkat dan satu tangan lainnya memegang sebuah bola kristal.
Lukisan ini awalnya berada di tangan Raja Prancis, Louis XII, sebelum akhirnya dimiliki oleh Pangeran Inggris Charles I. Karya seni ternama ini sempat dilaporkan hilang sejak akhir abad ke-18.

Saat lukisan ini kembali muncul dalam lelang tahun 1958, lukisan ini dianggap karya salinan dan hanya laku terjual 45 Poundsterling (Rp 790 ribu). Tahun 2005, lukisan itu didapatkan kelompok makelar seni dengan harga di bawah US$ 10 ribu (Rp 133 juta). Saat itu, kondisi lukisan ini sangat buruk dan harus dilukis ulang secara besar-besaran. Hal semacam ini biasa dilakukan terhadap lukisan autentik yang mengalami kerusakan. Proses pemulihan karya seni bersejarah ini memakan waktu lama dan butuh ketelitian tinggi.

Sebelum dilelang, lukisan ini dimiliki oleh seorang pengusaha Rusia bernama Dmitry Rybolovlev, yang membelinya dalam lelang tahun 2013 seharga US$ 127,5 juta (Rp 1,6 triliun).

11.15.2017

>> LUKISAN IBU SUSI PUDJIASTUTI, SRIKANDI ABAD -21

Salah satu menteri dalam kabinet Presiden Joko Widodo yang selalu membuat gebrakan dan paling menonjol, baik dalam prestasi dan keunikanya, beliau adalah Ibu Susi Pudjiastuti, ditanganya banyak kebijakan ekstrem yang membuat kemajuan pesat dalam bidang kementrian yang ia pimpin, terbukti dengan banyaknya penghargaan serta pujian yang ditujukan kepadanya dari negara-negara lain serta forum-forum internasional.

Bagi Bangsa Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti layak disebut sebagai Srikandi Abad -21 karena keberanian, kejujuran, ketegasan dan integritasnya. Sekaligus hal tersebut membuktikan bahwa kaum wanita bisa melakukan sesuatu yang baik atau setara bahkan lebih baik dari kaum pria.

Beliau sekaligus menjadi teladan serta semangat bagu kaum wanita, bahwa setiap wanita bisa menjadi apapun dalam menggapai cita-cita nya, tidak perlu minder ataupun merasa rendah diri.

Lukisan Ibu Susi Pudjiastuti, melukiskan sosok sang Srikandi Abad -21, tegas, tenang memandang jauh kedepan, menyimbolkan bahwa beliau memiliki visi serta misi jauh kedepan untuk kemajuan Bangsa dan Negara nya.

Lukisan karya pelukis master Heno Airlangga, didedikasikan untuk Srikandi Abad -21 " ibu Susi Pudjiastuti "


" Ibu Susi Pudjiastuti " karya Heno Airlangga, 150cm x 100cm, Acrylic on canvas, 2017