Translate

7.10.2024

>> NILAI BERHARGA DIBALIK KARYA LUKISAN

Judul:Hadiah Doa untuk sesama 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:70cm x 71cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun:2020
Harga:Rp.37.000.000;
*) Certified by the artist

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911

Makna Lukisan:
Kebaikan tersembunyi yang mudah dan ringan diucapkan namun memiliki nilai tinggi ialah Do’a kebaikan untuk sesama, ia seperti hadiah istimewa yang tak ternilai, wujud sebuah ungkapan ketulusan tinggi, karena tidak ada yang mengetahuinya kecuali Tuhan dengan dirinya sendiri.

Hadiah Doa untuk sesama merupakan kado terindah, untuk orang terdekat atau orang yang tidak kita kenal, untaian Doa kebaikan untuk sesama juga mencerminkan kebersihan diri dan kesucian hati, karena meskipun hanya untaian kata-kata namun butuh ketulusan serta kekuatan hati untuk melakukanya.

Hadian Doa untuk sesama seperti pancaran cahaya berwarna-warni indah menyejukan bagi siapapun, keajaiban Doa bisa memberikan kekuatan, penjagaan, kebaikan dan kesejahteran bagi mereka yang menerima hadian Doa.

Lukisan abstrak melukiskan pancaran cahaya warna-warni indah dalam sebuah perspektif ruang abstrak, merupakan gambaran untaian Do’a kebaikan untuk sesama, tak terhalang oleh jarak dan waktu, untuk siapapun dan dimanapun. Kita bisa memberikan hadiah Doa kebaikan untuk mereka.

7.09.2024

>> SIMBOL , MOTIVASI DAN KEINDAHAN DALAM LUKISAN

Judul:Membidik target lebih besar 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:70cm x 71cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020
Harga: Rp.37.000.000;
*) Certified by the artist

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911

Makna Lukisan:
Perubahan mempengaruhi pemikiran manusia untuk kreatif dan berkembang, tidak pernah merasa puas, ingin terus berinovasi tanpa batas, dan itulah yang membuat kemajuan serta kesejahteraan kehidupan umat manusia.

Setiap orang memiliki keinginan, mempunyai pencapaian, target – target dari setiap rencana dan cita-cita tertinggi dalam hidupnya. Setiap pencapaian, setiap keinginan yang telah terwujud akan memunculkan lagi pencapaian dan keinginan lain yang harus dicapai selanjutnya.

Target yang telah dicapai memotivasi diri untuk membidik target lebih besar, dan lebih besar lagi, begitu seterusnya dan tiada pernah ada pemberhentian terakhir selama jiwa dan raga bisa terus berkarya.

Tidak pernah merasa puas dengan target hasil pencapaian untuk sebuah kemajuan yang berkesinambungan adalah hal positif, sehingga diri selalu tertantang untuk lebih mengoptimalkan kemampuan semua sumber daya yang dimiliki, semakin besar sebuah pencapaian, semakin besar pula pengaruh serta manfaatnya.

>> LUKISAN ABSTRAK MODERN KARYA SENI PENUH MAKNA

Judul:Sumber inspirasi dalam jiwa sederhana 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:70cm x 71cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun: 2020
Harga: Rp. 35.000.000;
*) Certified by the artist

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911

Makna Lukisan:
Jiwa sederhana sejatinya terdapat banyak sekali inspirasi dan teladan didalamnya, ia hanya bisa dilihat oleh mereka yang mau menjadi orang baik.

Jiwa sederhana tidak dibuat-buat, ia mengalir apa adanya yang bersumber dari kebersihan hati, tidak memandang gengsi, tidak terpukau oleh kemewahan, tidak berlebihan dalam menyikapi sesuatu, tidak mencari pujian atau gila hormat.

Saat ini mencari sosok jiwa sederhana sebagai teladan dan inspirasi begitu langka, namun ia masih tetap ada, siapapun bisa belajar dan mencontoh nya.

Jiwa sederhana menebarkan kedamaian serta kehangatan, ia menjadi sumber inspirasi bagi siapapun yang hatinya tidak dengki dan iri.

Lukisan abstrak dengan warna dominan bernuansa sederhana dan hangat adalah gambaran dari jiwa sederhana yang memancarkan kehangatan dimanapun ia berada, sosok dengan kepala menunduk diantara bidang-bidang abstrak, ia adalah pemilik jiwa sederhana. Garis-garis abstrak dengan formasi bebas merupakan gambaran batasan antara kaya dan miskin, pejabat dan rakyat, orang berpangkat dan orang biasa. Namun semua itu, tidak menjadikan batasan bagi pemilik jiwa sederhana, menjadi apapun baginya adalah biasa – biasa saja, yang terpenting adalah selalu bersikap dan berbuat baik kepada siapapun dan dimanapun.

7.08.2024

>> TEMUKAN NILAI KEHIDUPAN DARI SEBUAH LUKISAN

Judul:Setiap jiwa hanyalah sebutir debu 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:64cm x 52cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun:2020
Harga: Rp. 30.000.000;
*) Certified by the artist

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911

Makna Lukisan:
Sejatinya setiap jiwa hanyalah seperti sebutir debu bahkan lebih kecil lagi dihadapan Tuhan YME, lantas apa yang akan disombongkan. Namun, manusia tetaplah manusia, meski banyak sekali pembelajaran dari orang-orang terdahulu yang hancur karena keangkuhan serta kesombongan, pada kenyataanya hingga saat ini masih banyak orang yang merasa besar, paling berkuasa, paling jago, paling hebat, paling kuat, paling kaya. Memandang orang lain rendah, kecil dan jauh dibawahnya.

Segala apa yang ada di Dunia, sekarang atau nanti pasti akan kita tinggalkan, atau akan hancur dengan sendirinya termakan oleh waktu, manusia mati tidak membawa apa – apa, bahkan raganya hancur menjadi debu. Segala yang dibanggakan dan disombongkan selama hidup semua akan sirna kala ajal menjemput, kecuali tanggug jawab yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

Setiap jiwa hanyalah sebutir debu, tidak ada yang bisa dibanggakan kecuali menjadi orang baik, memberi banyak manfaat bagi sesama dan mahkluk Tuhan lainya, meski hanya seperti sebutir debu, namun ia berharga dan memiliki derajat tinggi di sisi Tuhan.

>> Yang paling kuat dari karya ini adalah kemampuannya menangkap jiwa zaman saat ini

Judul:Saat Dunia bergejolak 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:150cm x 200cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun :2020
Harga: Rp. 167.5000.000;
*) Certified by the artist

Lukisan ini bukan sekadar komposisi warna dan bentuk, melainkan sebuah lanskap batin dari zaman yang retak. Ia tidak berbicara dengan bahasa yang tenang, tetapi dengan bahasa yang pecah—seperti dunia yang diwakilinya. Dalam setiap sapuan kuas, terasa ada tekanan, ada urgensi, ada sesuatu yang mendesak untuk keluar, seolah kanvas ini tidak cukup luas untuk menampung kegelisahan yang ingin disampaikan.

Dominasi warna merah yang membara berkelindan dengan hitam yang dalam dan putih yang terpecah-pecah menciptakan atmosfer yang sarat konflik. Merah di sini tidak hanya menjadi simbol amarah atau kekerasan, tetapi juga energi kehidupan yang sedang terkoyak. Ia adalah darah, ia adalah api, ia adalah peringatan. Hitam hadir sebagai ruang kehampaan—ketidakpastian global, bayangan krisis yang tidak terlihat namun terasa nyata. Sementara putih, yang biasanya melambangkan kesucian atau harapan, dalam karya ini tampak tergerus, tercemar, seakan menjadi saksi bahwa bahkan harapan pun kini tidak lagi utuh.

Bentuk-bentuk dalam lukisan ini seperti figur yang mengalami deformasi—tidak sepenuhnya abstrak, namun juga tidak jelas sebagai manusia. Ini menghadirkan kesan bahwa manusia, dalam situasi dunia saat ini, sedang kehilangan identitasnya. Terjepit oleh krisis energi, ia kehilangan daya; dihantam krisis air, ia kehilangan sumber kehidupan; ditekan krisis pangan, ia kehilangan kepastian; dan di bawah bayang-bayang perang, ia kehilangan rasa aman. Semua itu membuat manusia tidak lagi berdiri sebagai individu yang utuh, tetapi sebagai fragmen-fragmen yang tercerai-berai.

Komposisi yang vertikal dengan aliran warna yang seperti jatuh atau mengalir ke bawah memberi kesan gravitasi emosional—sebuah penurunan, sebuah kemerosotan. Seolah dunia tidak sedang naik menuju kemajuan, tetapi justru meluncur ke arah ketidakpastian yang lebih dalam. Garis-garis yang kasar dan tidak beraturan memperkuat kesan disrupsi, menggambarkan bagaimana tatanan global yang dulu terasa stabil kini terguncang.

Namun, di tengah kekacauan itu, justru tersimpan lapisan makna yang lebih dalam: tentang ketahanan manusia. Meski bentuknya terdistorsi, ia masih ada. Meski warnanya terbakar dan terhimpit, ia belum sepenuhnya padam. Ini adalah narasi tentang manusia yang terus bertahan, meskipun dunia di sekelilingnya terasa runtuh.

Yang paling kuat dari karya ini adalah kemampuannya menangkap zeitgeist—jiwa zaman saat ini. Kita hidup di era di mana informasi begitu cepat, namun kepastian begitu lambat. Kita terhubung secara global, namun merasa semakin terasing. Dalam kondisi seperti ini, nilai yang dulu dianggap sederhana—rasa aman, kedamaian, stabilitas—berubah menjadi sesuatu yang mahal dan langka.

Lukisan ini tidak menawarkan kenyamanan visual, dan memang tidak dimaksudkan untuk itu. Ia menantang, menggugah, bahkan mungkin mengganggu. Namun justru di situlah kekuatannya. Ia memaksa kita untuk berhenti sejenak, untuk merasakan, untuk menyadari bahwa di balik angka-angka krisis dan berita-berita global, ada dimensi kemanusiaan yang sedang terluka.

Pada akhirnya, karya ini adalah refleksi sekaligus peringatan. Ia mencatat bahwa dunia sedang bergejolak, tetapi juga mengingatkan bahwa di tengah segala kekacauan itu, manusia masih memiliki pilihan: apakah akan larut dalam ketakutan, atau mencari kembali makna kedamaian—meski harus melalui jalan yang penuh luka.

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911


>> MENIKMATI KEINDAHAN KARYA SENI BERMAKNA

Judul:Belahan Jiwa 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:150cm x 120cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun:  2020
Harga: Rp. 56.000.000;
*) Certified by the artist

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911

Makna Lukisan:
Pasangan hidup adalah belahan jiwa, seseorang yang sangat dekat dan paling mengerti, saling  berbagi baik dalam keadaan suka dan duka. Ia seperti satu badan, saat satu bagian merasakan sakit maka bagian lain juga akan merasakan sakit.

Apakah kita sudah menemukan atau sudah hidup bersama dengan belahan jiwa saat ini? Hanya diri sendiri yang bisa merasakan dan menjawabnya.

Belahan jiwa itu saling mendukung, bukan saling egois. Belahan jiwa itu saling berbagi, bukan saling menuntut. Belahan jiwa itu saling melindungi, bukan saling menyakiti. Belahan jiwa itu saling bertutur kata lembut penuh kasih sayang, bukan saling serang berkata kasar. Belahan jiwa itu saling menutupi kekurangan pasangan, bukan saling menyebar aib pasangan.

Saat belahan jiwa sudah bersatu, hidup terasa begitu indah dan penuh makna baik dalam keadaan sederhana ataupun berkecukupan.

Lukisan abstrak melukiskan dua sisi bidang abstrak solid  adalah gambaran belahan jiwa ( pasangan ) yang saling menguatkan dan saling mendukung baik dalam suka dan duka, banyak ujian dan godaan disepanjang perjalanan rumah tangga, mereka saling percaya dan tetap kuat menghadapi bersama.
Belahan Vertikal ditengah lukisan menggambarkan dua jiwa namun bisa menyatukan visi bersama, meski memiliki banyak perbedaan namun mereka bisa saling melengkapi untuk tujuan bersama “ Rumah Tangga Bahagia mencetak generasi berkualitas “


>> MOTIVASI DARI SEBUAH LUKISAN UNTUK KEHIDUPAN

Judul:Waktu 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:150cm x 120cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun :2020
Harga: Rp. 53.000.000;
*) Certified by the artist

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911

Makna Lukisan:
Waktu sebagai penanda dan pembatas usia segala mahkluk bahwa tidak ada yang abadi di Dunia, didalam waktu ada proses tumbuh kembang bagi setiap mahkluk bernyawa, mulai dari sebuah sel hingga menjadi wujud sempurna.

Sejak saat Dunia diciptakan, waktu tidak pernah berubah, siang dan malam senantiasa berjalan secara teratur, yang berubah cepat adalah perkembangan jaman, generasi berganti generasi, setiap jaman terjadi perubahan serta perbedaan cara dan gaya hidup.

Waktu terus berjalan, perubahan jaman terus berkembang , generasi berganti generasi, gaya dan cara hidup terus mengalami perubahan, semua ada dalam lingkaran waktu dan tidak ada yang abadi.
Misteri waktu ada masa lalu, masa sekarang dan masa depan, manusia tidak bisa kembali ke waktu masa lalu, segala yang terjadi di masa sekarang adalah sebab akibat dari masa lalu, dan manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.