Translate

7.08.2024

>> Yang paling kuat dari karya ini adalah kemampuannya menangkap jiwa zaman saat ini

Judul:Saat Dunia bergejolak 
Pelukis:Heno Airlangga
Ukuran:150cm x 200cm
Media:Textured acrylic on canvas
Tahun :2020
Harga: Rp. 135.7000.000;
*) Certified by the artist

Lukisan ini bukan sekadar komposisi warna dan bentuk, melainkan sebuah lanskap batin dari zaman yang retak. Ia tidak berbicara dengan bahasa yang tenang, tetapi dengan bahasa yang pecah—seperti dunia yang diwakilinya. Dalam setiap sapuan kuas, terasa ada tekanan, ada urgensi, ada sesuatu yang mendesak untuk keluar, seolah kanvas ini tidak cukup luas untuk menampung kegelisahan yang ingin disampaikan.

Dominasi warna merah yang membara berkelindan dengan hitam yang dalam dan putih yang terpecah-pecah menciptakan atmosfer yang sarat konflik. Merah di sini tidak hanya menjadi simbol amarah atau kekerasan, tetapi juga energi kehidupan yang sedang terkoyak. Ia adalah darah, ia adalah api, ia adalah peringatan. Hitam hadir sebagai ruang kehampaan—ketidakpastian global, bayangan krisis yang tidak terlihat namun terasa nyata. Sementara putih, yang biasanya melambangkan kesucian atau harapan, dalam karya ini tampak tergerus, tercemar, seakan menjadi saksi bahwa bahkan harapan pun kini tidak lagi utuh.

Bentuk-bentuk dalam lukisan ini seperti figur yang mengalami deformasi—tidak sepenuhnya abstrak, namun juga tidak jelas sebagai manusia. Ini menghadirkan kesan bahwa manusia, dalam situasi dunia saat ini, sedang kehilangan identitasnya. Terjepit oleh krisis energi, ia kehilangan daya; dihantam krisis air, ia kehilangan sumber kehidupan; ditekan krisis pangan, ia kehilangan kepastian; dan di bawah bayang-bayang perang, ia kehilangan rasa aman. Semua itu membuat manusia tidak lagi berdiri sebagai individu yang utuh, tetapi sebagai fragmen-fragmen yang tercerai-berai.

Komposisi yang vertikal dengan aliran warna yang seperti jatuh atau mengalir ke bawah memberi kesan gravitasi emosional—sebuah penurunan, sebuah kemerosotan. Seolah dunia tidak sedang naik menuju kemajuan, tetapi justru meluncur ke arah ketidakpastian yang lebih dalam. Garis-garis yang kasar dan tidak beraturan memperkuat kesan disrupsi, menggambarkan bagaimana tatanan global yang dulu terasa stabil kini terguncang.

Namun, di tengah kekacauan itu, justru tersimpan lapisan makna yang lebih dalam: tentang ketahanan manusia. Meski bentuknya terdistorsi, ia masih ada. Meski warnanya terbakar dan terhimpit, ia belum sepenuhnya padam. Ini adalah narasi tentang manusia yang terus bertahan, meskipun dunia di sekelilingnya terasa runtuh.

Yang paling kuat dari karya ini adalah kemampuannya menangkap zeitgeist—jiwa zaman saat ini. Kita hidup di era di mana informasi begitu cepat, namun kepastian begitu lambat. Kita terhubung secara global, namun merasa semakin terasing. Dalam kondisi seperti ini, nilai yang dulu dianggap sederhana—rasa aman, kedamaian, stabilitas—berubah menjadi sesuatu yang mahal dan langka.

Lukisan ini tidak menawarkan kenyamanan visual, dan memang tidak dimaksudkan untuk itu. Ia menantang, menggugah, bahkan mungkin mengganggu. Namun justru di situlah kekuatannya. Ia memaksa kita untuk berhenti sejenak, untuk merasakan, untuk menyadari bahwa di balik angka-angka krisis dan berita-berita global, ada dimensi kemanusiaan yang sedang terluka.

Pada akhirnya, karya ini adalah refleksi sekaligus peringatan. Ia mencatat bahwa dunia sedang bergejolak, tetapi juga mengingatkan bahwa di tengah segala kekacauan itu, manusia masih memiliki pilihan: apakah akan larut dalam ketakutan, atau mencari kembali makna kedamaian—meski harus melalui jalan yang penuh luka.

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911


No comments: