Translate

3.07.2015

>> MENGENAL CAMPURAN WARNA

Warna memiliki jumlah yang tak terbatas, setiap warna memiliki tingkat nada yang berbeda meskipun masih dalam satu nada warna, sebagai salah satu contoh warna Biru, mulai dari tingkatan biru muda hingga biru tua, definisi tingkatan nada warnanya memiliki banyak sekali tingkatan, tergantung berapa tingkatan pencampuran warna yang kita inginkan, idealnya antara warna paling muda hingga warna tua memiliki 10 tingkatan warna.



Kategori warna  warna primer atau juga disebut warna dasar, mengapa disebut warna dasar, karena hampir semua hasil warna pencampuran awalnya dari warna primer ini, yaitu warna Merah, Biru dan Kuning.



Kategori warna skunder adalah warna hasil dari pencampuran warna primer, sebagai contoh:
 warna merah + biru = ungu
warna kuning + biru = hijau
warna kuning +merah = Orange



Kategori warna tersier adalah warna hasil dari pencampuran antara warna primer dan warna sekunder, dan masih banyak lagi hasil warna jika terus di eksplore hingga tak terbatas, contoh warna tersier.




Penulis: Heno Airlangga


3.06.2015

>> CARA MELUKIS IKAN ARWANA DENGAN KUALITAS KARYA SENI TINGGI


Berikut langkah demi langkah cara melukis ikan Arwana, mulai dari sketsa hingga  menjadi sebuah karya seni tinggi, semoga memberikan inspirasi untuk siapa saja yang memiliki hobi melukis, atau ingin menjadi seorang pelukis profesional, tahap demi tahap cara melukis sepasang ikan Arwana oleh Pelukis master Heno Airlangga


Tahap 1

Tahap 2


Tahap 3


Tahap 4


Tahap 5


Tahap 6


Tahap 7


Finish



>> BIOGRAFI PELUKIS BASUKI ABDULLAH


Basoeki Abdullah lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada tanggal  25 Januari 1915,  meninggal  pada tanggal 5 November  1993 dalam umur 78 tahun, beliau merupakan salah satu pelukis maestro yang dimiliki Indonesia.Beliau dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis dengan gaya sapuan kuas Brush stroke. Beliau pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta oleh Presiden Soekarno, karya-karya nya menghiasi Istana Negara dan Istana kepresidenan Indonesia, karyanya juga dikoleksi oleh Kolektor - kolektor seni dari berbagai Negara.

Bakat melukis Basoeki Abdullah mewarisi dari ayahnya  Abdullah Suryo Subroto, yang juga seorang pelukis dan penari. Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.

Pendidikan formal Basoeki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo. Berkat bantuan Pastur Koch SJ, Basoeki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda. Dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).

Pada masa Pedudukan Jepang, Basoeki Abdullah bergabung dalam Gerakan “ Poetra “ ( Pusat Tenaga Rakyat ) yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basoeki  Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Diantara murid-muridnya adalah  Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basoeki Abdullah juga aktif dalam “ Keimin Bunka Sidhosjo “ (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basoeki Resobawo.

Di masa revolusi, Basoeki Abdullah tidak berada di tanah air, sampai sekarang belum jelas apa yang melatar belakangi hal tersebut. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di Amsterdam - Belanda, sewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis, Basoeki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang, sejak itu pula Dunia mulai mengenal Basoeki Abdullah, putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Selama di negeri Belanda Basoeki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Perancis dimana banyak bermukim para pelukis kelas Dunia.

Pada masa itu, Basoeki Abdullah dikenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis wanita-wanita cantik, keluarga kerajaan dan kepala negara yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya. Selain sebagai pelukis potret yang ulung, beliau juga melukis pemandangan alam, flora dan fauna, tema-tema perjuangan, pembangunan, dll.

Basoeki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok - Thailand, Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, Portugal dan negara-negara lain. Lebih kurang 22 negara yang pernah disinggahi untuk pameran karya lukisanya. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand, dan sejak tahun 1974 Basoeki Abdullah menetap di Jakarta, diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka.

Pada tahun 1998 rumah di Jalan Keuangan Raya No. 19 Cilandak Barat Jakarta Selatan di serahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan . Direktorat Permuseuman. Bangunan rumah dua tingkat seluas +- 600 m2 dan luas tanah +- 450 m2. Rumah ini kemudian direnovasi untuk difungsikan sebagai museum. Pada tanggal 25 September 2001 Museum Basoeki Abdullah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Drs. I Gede Ardika.

Koleksi Museum Basoeki Abdullah terdiri dari koleksi lukisan dan koleksi pribadi pelukis Basoeki Abdullah berupa patung, topeng, wayang, senjata dan sebagainya. Jumlah koleksi museum yang dihibahkan berdasarkan data yang ada sebanyak 123 buah, sedangkan koleksi pribadi ( barang dan benda seni ) milik Basoeki Abdullah sebanyak 720 buah, dan buku-buku, majalah sekitar 3000 buah.

Museum Basoeki Abdullah melayani masyarakat dengan menggelar pameran, seminar, penelitian dan workshop, serta menerbitkan bermacam bentuk publikasi berupa katalog, biografi, kumpulan artikel, dan hasil penelitian dan dari serangkaian kegiatan lain.

>> Lukisan original karya Basuki Abdullah

3.05.2015

>> STEP BY STEP, CARA MELUKIS KEPALA HARIMAU BERSAMA PELUKIS MASTER


Melukis adalah salah satu hobi yang mengasyikan, apalagi jika hobi ini ditekuni dengan sungguh-sungguh, disamping menyenangkan juga akan mendatang pemasukan financial.

Bakat melukis, tidak setiap orang memilikinya, namun setiap orang bisa belajar bagaimana caranya melukis, mulai dari gambar sketsa sederhana hingga lukisan karya seni, berikut proses melukis kepala Harimau, step by step oleh Pelukis Master  Heno Airlangga.


Step 1


Step 2


Step 3


Step 4


Step 5


Step 7


Step 8


Step 9


Finish


>> DAFTAR LUKISAN MASTERPIECE KARYA VINCENT VAN GOGH

Vincent van Gogh pelukis meatro Dunia asal Belanda, semasa hidupnya ia habiskan untuk berkarya membuat lukisan, karya - karya nya telah dikoleksi para kolekstor dan museum seni diberbagai belahan Dunia. Van Gogh yang semasa hidupnya dalam kesederhanaan dan kemiskinan tidak pernah menyerah untuk selalu berkarya, kemanapun ia pergi, tidak lupa selalu membawa canvas dan cat untuk melukis alam dan lingkungan sekitar secara langsung, lukisanya bergaya unik dengan cat tebal bertekstur, para pengamat seni mengatakan bahwa gaya lukisan Van Gogh adalah tonggak lahirnya karya seni modern, dimana pada saat itu aliran lukisan masih berpatokan pada karya seni klasik.

Vincent Van Gogh meninggal dunia pada masa produktif di usia 37 Tahun, tertembak dalam sebuah insiden ketidak sengajaan yang melibatkan anak - anak.
Vvincent van Gogh sangat produktif, ia telah menghasilkan lebih dari 2100 lukisan, yang terdiri dari 860 lukisan cat minyak, lebih dari 1300 lukisan cat air, gambar dan sketsa.  Berikut daftar lukisan masterpiece karya Van Gogh, lukisan kategori masterpiece adalah karya lukisan terbaik dari sang Pelukis.

Author By Heno Airlangga



" The Starry Night. Saint-Rémy " by Van Gogh



" Irises " by Van Gogh



" Cypress and wheatfield frank wuts " by Van Gogh



" Cafe Terrace at night " by Van Gogh



 " Child with orange " by Van Gogh



" Imperial Crown Fritillaria in a Copper Vase " by Van Gogh



" Larlesienne Madame Ginoux with Books " by Van Gogh



" Majolica Jar with Branches of Oleander " by Van Gogh



" Portrait of Dr. Gachet " by Van Gogh



" Self portrait with a Pipe " by Van Gogh



" Self-portrait " by Van Gogh



" Self-Portrait in Grey Felt Hat " by Van Gogh



" Twelve Sunflowers in a Vase " by Van Gogh

2.25.2015

>> MEMBEDAKAN LUKISAN ASLI ATAU PALSU


Setiap Lukisan terkenal karya dari para Pelukis Maestro ternama memiliki ciri khas dan karakter dalam setiap goresan, permainan warna, bentuk obyek dan harmoni pencahayaan. Karya-karya Lukisan mereka bisa dikenali ciri dan karakternya oleh orang yang memfokuskan diri untuk mengamati dan meniliti karya-karya Lukisan tersebut, yang dikenal dengan nama "Kurator Seni/ Lukisan".

Seorang Kurator Lukisan bisa mengenali dan membedakan antara Lukisan asli dan palsu. Seorang Kurator Lukisan akan lebih akurat dalam identifikasi Lukisan asli atau palsu, apabila seorang Kurator Lukisan tersebut juga memiliki dasar/ basic seorang Pelukis, karena dalam penghayatan dan pengenalan karakter dari Lukisan akan nampak dan terasa karakteristik dari Pelukis Maaestro tersebut secara detail.

Dalam beberapa kasus ada Lukisan yang karakter Lukisan palsu tersebut sangat mirip dengan Lukisan aslinya, dan terkadang seorang Kurator pun dibuat terkecoh. Tetapi dengan pengetahuan dan pengalaman dasar dari praktek langsung pengenalan karakter Lukisan asli dari para Pelukis terkenal, bukan menjadi kendala untuk membedakan antara Lukisan yang asli dan yang palsu.

Di JAVADESINDO Art Gallery, kurator Lukisan memiliki basic/ dasar pengetahuan teori dan praktek langsung identifikasi Lukisan, bisa membantu anda dalam hal pengecekan keaslian lukisan, untuk informasi lebih lanjut di Lelang online khusus lukisan maestro.


2.23.2015

>> PEMECAH REKOR KARYA SENI TERMAHAL DI DUNIA


Lukisan karya Paul Gauguin pada awal abad - 19, telah berhasil memecahkan rekor karya seni termahal di Dunia, dimana karya lukisan tersebut berhasil terjual pada sebuah lelang dengan harga US 222,5 Juta Dollar atau sekitar  Rp.2,8 Triliun ( menggunakan kurs Dollar bulan februari 2015, Rp.12.800; ).

Lukisan karya Paul Gauguin yang berjudul “ Nafea faa ipoipo  “ tersebut melukiskan 2 wanita Tahiti, selepas Paul Gauguin menghabiskan waktu di Pulau Tropika pada awal abad ke-19.

Pemilik lukisan sebelumnya bernama Rudolf Staechelin adalah seorang kolektor seni membenarkan perihal  penjualan tersebut. Dia mengatakan bahwa lukisan tersebut terjual dengan harga fantastis, sebagaimana ia informasikan kepada New York times.

Rudolf Staechelin enggan untuk mengatakan siapa indentitas pembeli tersebut, namun dari sember lain mengatakan bahwa pembeli lukisan tersebut adalah dari kerajaan Qatar.

Lukisan ini sekaligus memecahkan rekor sebagai karya seni termahal sepanjang sejarah, yang sebelumnya dipegang lukisan karya Paul Cezanne yang berjudul “ The Card Players “ yang terjual pada sebuah lelang dengan harga US 192 Juta Dollar atau sekitar Rp. 2,4 Triliun ( menggunakan kurs Dollar bulan februari 2015, Rp.12.800; ).

Paul Gauguin dan Paul Cezanne, keduanya adalah pelukis asal Perancis, dimana harga karya - karya lukisanya melambung setelah kematianya. Hal ini menjadi sorotan khusus dari salah satu Pelukis master,  penulis dan pengamat seni Heno Airlangga, sebuah ketidak adilan dimana pada masa hidup, sebagain besar pelukis hidup dalam kesederhanaan, dan bahkan serba kekurangan, namun mereka tidak bisa menikmati hasil dari karya yang mereka  buat dengan penuh perjuangan di masa lalu, setidaknya ahli waris dari pelukis bisa mendapatkan hak / royalti dari setiap penjualan lukisan di Balai lelang, ia mengapresiasi pengelola Balai lelang yang telah memberikan royalti hasil penjualan lukisan untuk ahli waris dari pelukis.



Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Galeri online lukisan terlengkap dan terbesar