Translate

2.19.2014

>> KEINDAHAN LUKISAN DIATAS PASIR PANTAI

Seniman asal San Francisco Andres Amador berkarya menggunakan media yang hampir belum pernah terpikirkan oleh banyak orang, lukisanya menggunakan media hamparan pasir pantai sebagai canvasnya, banyak lukisanya bertema motif-motif dekoratif , lukisan pantai dalam skala besar menggunakan tongkat kayu. Foto-foto udara ini menampilkan karya Amador di pantai-pantai saat surut. Saat gelombang pasang datang, maka lukisan karya Amador ini akan hilang tersapu ombak. Berikut sajian karya-karya lukisan pasir pantai oleh Andres Amador.

Posting by JAVADESINDO Art Gallery



'Playa painter'




"A playa paintings"


"Meanderings"



"A playa paintings"



'' Alien grafitti "



" Balance "



" cells II "



" cells III "



" connections "



" contours "



" flow "



" flowers "



" Henna I "



" jersey beach art "



" kept I at fort bragg "



" memorium "



" Ribbons "



" seaweed "



" shells "



" sliceform "



" substructures "



" trail "



" world tree "



" Connections "



" flower of life "



" curls "

2.07.2014

>> SKETSA PENSIL “HYPEREALISM” SEPERTI PHOTO HITAM PUTIH

Karya seniman muda kelahiran Lamezia Terme, Italia, tahun 1989, Diego Fazio, atau lebih dikenal dengan nama DiegoKoi.
Diego belajar secara otodidak dalam menemukan seni, mengembangkan serta menyempurnakan teknik dalam karya-karya Hyperreal Photorealistic Drawing-nya.

Hanya dengan menggunakan pensil, karya Diego tampak seperti foto yang sangat nyata. Hyperrealis.
Karya-karya Diego benar-benar tampak seperti foto. Hyperealis.

Sampai yang melihat karyanya tidak akan menyangka kalau ia hanya menggunakan medium pensil
Dalam membuat sebuah karya hyperealis seperti karyanya, Diego membutuhkan waktu hingga 200 jam!

Diego awalnya adalah seorang tattoo artist.
Ia terinspirasi oleh karya-karya Katsushika Hokusai, seorang seniman Jepang yang sangat berpengaruh pada jaman Edo.


Posting by JAVADESINDO Art Gallery


Beberapa karya sketsa pensil Diego Koi










1.29.2014

>> KISAH TRAGIS PERJALANAN WAKTU LUKISAN MONALISA


Keindahan senyum nan lembut  Mona Lisa abadi di atas canvas lukisan cat minyak. Sorot matanya yang lembut namun tajam, seolah menatap setiap pengunjung dengan misterius. Mona Lisa adalah salah satu karya lukisan besar (Masterpiece) Leonardo da Vinci, seorang seniman, sastrawan dan filosof,  yang dikenal di seluruh dunia berkat karya lukisanya berjudul “Mona Lisa”.

Entah berapa kali telinga telah mendengar tentang Mona Lisa, tapi tahukah bagaimana keadaan lukisan itu sekarang? Lukisan asli Mona Lisa kini tinggal di Musée du Louvre di Paris, museum terluas di dunia, namun "hidupnya" tak pernah tenteram. Karya seni yang lahir pada abad ke-16 itu, sering menerima perlakuan kasar dari pengunjung museum.

Aksi vandalisme pertama terjadi pada 1956, bagian bawah lukisan rusak berat usai disiram cairan asam oleh pengunjung. Pada 30 Desember di tahun yang sama, seorang pemuda bernama Ugo Bolivia Ungaza Villegas, melemparkan batu ke arah lukisan. Ini mengakibatkan bagian siku kiri Mona Lisa rusak, kemudian harus dilukis kembali.

Sejak itu, pengelola museum mengerahkan banyak cara untuk melindungi lukisan Mona Lisa. Tangan-tangan pengunjung kini tak bisa menyentuhnya. Ada pagar kaca yang mengantisipasi dari serangan baru, juga alarm keamanan. Tapi apakah penderitaan lukisan berakhir?

Ternyata belum. Ketika lukisan dipamerkan di Tokyo pada April 1974, seorang wanita cacat menyemprotkan cat merah pada lukisan itu. Ia melakukan ini karena kecewa dengan sebuah kebijakan museum.

Cerita lain bergulir pada 2 Agustus 2009, seorang wanita Rusia tak terima setelah ditolak jadi warga negara Prancis. Ia tak segan melemparkan cangkir yang dibelinya di museum. Seketika kaca pelindung rusak dan menerobos hingga lukisan. Cangkir hancur, tapi kanvas lukisan Mona Lisa masih utuh.


Posting by JAVADESINDO Art Gallery




1.27.2014

>> MENIKMATI LUKISAN BERGERAK DARI ERA RENAISSANCE

Seniman eksperimental Italia dan animator Rino Stefano Tagliafierro menghidupkan lukisan-lukisan klasik ini dalam bentuk animasi GIF. Dengan menggunakan piranti lunak animasi Adobe After Effects, Tagliafierro memodifikasi lukisan-lukisan dari era Renaissance dan memberi kesan seolah gambar-gambar ini bergerak, diantara lukisan yang menjadi eksperimen adalah karya William Adolphe Bourguereau, John William Godward, Guido Reni, Luis Ricardo Falero, James Sant, Marcus Stone, Pierre Auguste Cot, Michelangelo Merisi da Caravaggio dan Pieter Claesz.

Berikut keindahan lukisan klasik dalam animasi GIF.


Posting by JAVADESINDO Art Gallery




 'Contemplatio' by John William Godward




'Davide e Golia' by Guido Reni




'Faust's Dream' by Luis Ricardo Falero




'Frau und Tochter'by James Sant




'L'Amour et Psych' by William Adolphe Bourguereau




'L'Innocence' by William Adolphe Bourguereau




'Le Baiser' by William Adolphe Bourguereau




 'Love's Daydream End' by Marcus Stone




'Two Sisters' by William Adolphe Bourguereau




'Nature's Fan Girl with a Child' by William Adolphe Bourguereau




'Not too Much to Carry' by William Adolphe Bourguereau




'Portrait Of Young Woman' by Pierre Auguste Cot




'San Giovanni Battista' by Michelangelo Merisi da Caravaggio




'Sewing' by William Adolphe Bourguereau




'Song of the Angels' by William Adolphe Bourguereau




'The Difficult Lesson' by William Adolphe Bourguereau




'The Nut Gatherer' by William Adolphe Bourguereau




'The Youth of Bacchus' by William Adolphe Bourguereau




'Vanitas' by Pieter Claesz