Translate

9.06.2013

>> KARYA SENI MENGAGUMKAN DARI GULUNGAN KERTAS



Sekilas gambar karya Yulia Brodskaya tampak seperti lukisan yang dibuat menggunakan kuas. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, gambar tersebut ternyata tercipta dari rangkaian kertas strip.

Dalam membuat karya seni yang tampak rumit ini, Brodskaya menggunakan teknik quilling. Teknik tersebut melibatkan penggunakan kertas strip yang telah digulung kemudian dibentuk sedemikian rupa.

"Dibutuhkan beberapa hari untuk membuat desain sederhana dan beberapa pekan untuk membuat potongan yang lebih rumit, seperti potret," ujar seniman asal Rusia ini seperti dilansir laman Daily Mail.

Brodskaya memang sudah tidak asing lagi dengan seni kertas. Sebelumnya ia punya pengalaman dalam membuat origami. Lulusan komunikasi grafis ini pun mengaku jatuh cinta dengan teknik quilling saat pertama kali mencobanya.
"Saya mulai melakukannya sekitar lima tahun lalu," katanya.

Hobi Brodskaya ini rupanya mengundang ketertarikan dari sang ibunda. Akhirnya, sang ibunda ikut berlatih teknikquilling sebagai hobi dan membuat hadiah bagi teman-temannya.

Brodskaya menyarankan kepada siapapun yang tertarik dengan teknik quilling untuk belajar terlebih dahulu diYouTube. Selain itu, ujarnya, dibutuhkan kesabaran dalam membuatnya.

"Ini merupakan kerajinan yang cukup memakan waktu tapi saya yakin hasilnya berharga," ucapnya.



Posting by JAVADESINDO Art Gallery


8.20.2013

>> Mengenal lebih dekat "Cat acrylic" cat untuk melukis berbasis air


Cat acrylic populer digunakan pada cat tembok, dengan sebutan "Acrylic emulsion paint", cat berbasis air atau berpengencer air sebagai campuranya.
Dalam dunia lukisan, cat acrylic adalah salah satu cat yang sering digunakan oleh para pelukis untuk berkarya dalam membuat lukisan, akan tetapi jenis cat acrylic yang digunakan untuk melukis berbeda dengan cat acrylic untuk cat tembok, meskipun berbahan dasar sama yaitu "Acrylic emulsion". Jenis cat acrylic yang digunakan untuk melukis memiliki tingkat kualitas yang lebih tinggi, memiliki molekul yang lebih halus dan warna-warna yang lebih kuat.

Bagi seorang seniman melukis dengan  menggunakan cat Acrylic harus memiliki kemampuan skill yang lebih tinggi, tehnik melukis dengan cat acrylic adalah lebih sulit jika dibandingkan dengan melukis tehnik cat minyak. Karena sifat catnya yang cepat kering, membuat kesulitan tersendiri bagi sang pelukis, terutama untuk melukis gaya realis atau naturalis.
Namu kelebihan lain dari cat acrylic adalah fleksibilitasnya yang bisa digunakan untuk melukis dengan tehnik cat tebal (opaque) dan tehnik cat transparan seperti cat air/ water color, dan media yang digunakan pun bisa lebih beragam, antara lain: canvas, kertas, papan kayu dan kain.


Hasil karya lukisan klasik dengan cat acrylic diatas canvas, oleh pelukis JAVADESINDO Art Gallery

Sifat cat acrylic yang cepat kering  menimbulkan kesulitan dalam melukis realis dan naturalis, namun dibalik itu ada kelebihan dan keuntungan lain dari sifatnya yang cepat kering, yaitu sangat nyaman digunakan untuk membuat lukisan yang kejar target (segera jadi ). Pengeringan cat acrylic hanya memerlukan waktu kisaran 15 - 30 menit saja, berbeda dengan cat minyak yang memerlukan waktu pengeringan 2 - 5 hari, jika melukis cat minyak tebal memerlukan waktu pengeringan sempurna hingga 30 hari, sedangkan cat acrylic tebal cukup 1 hari saja sudah kering sempurna.

Kelebihan lainya dari cat acrylic jika dibandingkan dengan cat air saat digunakan untuk melukis tehnik transparant adalah saat sudahkering cat acrylic anti luntur meskipun terkena air, sedangkan cat air jika sudah kering terkena percikan air akan luntur warnanya.
Bagi yang sensitif dengan bau minyak, cat acrylic bisa menjadi salah satu solusi untuk melukis, karena baunya tidak menyengat, dan hampir tidak berbau jika radius > 50cm dari hidung, pengencernya cat nya pun sangat mudah didapat dan gratis yaitu cukup air saja, sehingga lebih ramah lingkungan. Berbeda dengan cat minyak yang berpengencer minyak khusus sejenis terpentine , thinner  dan medium oil  yang harganya mulai Rp.30rb/ ltr - paling mahal dikisaran Rp.800rb/ ltr.

Sedangkan jika dinilai dari kualitas bahan cat setelah jadi sebuah karya lukisan antara cat minyak dan cat acrylic, dari segi daya tahan (keawetan) adalah sama, namun cat minyak lebih populer digunakan untuk melukis karena tehniknya yang lebih mudah dan lebih awal ditemukan digunakan untuk melukis.


Original posting by JAVADESINDO Art Gallery



8.19.2013

>> EKO NUGROHO, SENIMAN JOGJA DIBALIK BUTIK FASHION KELAS DUNIA "LOUIS VUITTON"


Eko Nugroho sedang berkarya

Kertap lampu kamera berkilatan saat kain lebar dibentangkan. Motif kain mirip batik itu digenggam empat patung perempuan. Sore itu, 23 Juni 2013, kain berwarna dasar hijau tersebut sungguh menyedot perhatian pengunjung butik Louis Vuitton (LV) Plaza Indonesia.
Butik fesyen yang sohor itu tengah meluncurkan produk baru: scarf limited edition. Di Jakarta, duplikatnya dibuat dalam bentangan kain besar. Sontak kain itu menarik perhatian, dan membuat produk LV lain berharga puluhan juta seperti enggan dilirik orang.

Tapi ada lagi yang membuat peluncuran ini menjadi begitu penting: motif scarf  itu adalah karya seorang seniman asal Yogyakarta. Ia bernama Eko Nugroho.
Senyum Eko tak berhenti mengembang sepanjang acara peluncuran. Ia menyapa setiap tamu. Ia juga telaten menjawab penasaran orang terhadap karyanya itu. Pada VIVAlife,  lelaki berkulit cokelat itu bercerita tentang pinangan LV, dan perjalanan seninya.

Republik Tropis
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Eko bekerja sama dengan LV, merek fesyen yang lahir dari tangan dingin seorang desainer Perancis Louis Vuitton. Pada 2009 ia sempat mengikuti pameran transfigurasi seni Indonesia di Paris yang digawangi oleh merek prestisius ini.

Lalu pada 2012, ia berpameran tunggal di Musee d’Art Moderne Paris bertajuk Temoin Hybride. Di situlah, karyanya mulai diamati lebih jauh oleh LV. Hingga akhirnya, Januari lalu LV menghubunginya via telepon, dan menawarkannya merancang motif sebuah scarf untuk koleksi Fall/Winter 2013-2014.
Memang Eko tak lah sendirian. Ada dua seniman lain yang dipilih LV untuk proyek besar itu, El Seed dari Tunisia dan Eine dari Inggris. Keduanya merupakan seniman grafiti.
Louis Vuitton x Eko Nugroho


Ki-ka: Karya El Seed, Eko Nugroho, Eine.

Oleh LV mereka diberi kemerdekaan berkarya. Tak ada aturan baku ataupun permintaan khusus soal motif. Cocok dengan jiwa para seniman yang menyukai kebebasan. Eko pun bersemangat menggarapnya.

Dalam enam bulan ia menghasilkan enam lukisan bertema sama. Indonesia. "Saya banyak menggabungkan elemen di sekitar saya, dan budaya saya," ujar lelaki kelahiran 1977 ini.
Selesai enam lukisan, ia melakukan kopi darat dengan pihak LV di salah satu butik di Hongkong. Di sana, Eko mempresentasikan karyanya. Satu yang berhasil memikat hati LV, yakni lukisan bertema 'Republik Tropis'.
 Menurut pihak LV, melalui Public Relation-nya di Indonesia Cicilia King, desain itu terpilih karena dirasa paling kuat menggambarkan unsur personal dan kekayaan budaya Indonesia.

Dalam lukisan itu, lelaki yang kini sedang mengikuti pameran di Orange Country Museum of Art California ini menggambarkan motif batik dengan menggabungkan keragaman hayati Indonesia, menyisipkan isu sosial lewat gambar karang dan kaki binatang, mereduksi siluet Candi Borobudur, gunungan dalam pewayangan Jawa, plus dua motif topeng.
Motif batik, bagi Eko, adalah gambaran identitas bangsa Indonesia. Baginya batik adalah harta katun yang diturunkan bagi kaum kreatif, yang bertugas mengeksplorasi ulang dengan memadukan unsur kekinian.
"Inilah Republik Tropis. Indonesia yang kaya warna, budaya dan tradisi. Simbiolisasi modern untuk saya," ujar Eko.


Karya Eko Nugroho

Lukisannya  itu pun meluncur ke Italia sebagai master dalam pembuatan scarf. Dalam lima bulan, lima ratus scarf yang dibandrol dengan harga 905$, atau setara Rp9 juta itu selesai diproduksi.
Awalnya dia diminta ke Italia untuk melihat langsung proses pembuatan scarf itu. Tapi, Eko tak bisa berangkat. Dia punya agenda lain, menyiapkan pameran tunggal.

LV pun lalu mengirimkan hasil jadi scarf itu ke Yogyakarta untuk diperiksa kembali oleh Eko. "Hasil yang mereka kirim sangat fantastis. Jadi saya langsung menyetujuinya saat itu," ujar lelaki berambut panjang ini.
Juni lalu, ia baru benar-benar puas. Sehelai scarf berbahan sutera, bertulis Louis Vuitton di salah satu sudutnya, dikirim ke kediamannya di Yogyakarta. Scarf itu menjadi tanda ia sudah melahirkan karya baru lagi. Soal upah yang diberikan LV, perupa yang pernah mengadakan pameran tunggal Threat As a Flavour di Arndt, Berlin, ini enggan menjawabnya. Ia hanya mengatakan kesempatan ini adalah sesuatu tak ternilai harganya.

Mendarah Daging
Eko kerap menilai karya seni yang dihasilkan dengan ungkapan "tak ternilai harganya". Ia memang mencintai seni sejak kecil. Di rumahnya, di kampung padat di Ledok Prawirodirjan, di tepi Kali Code, Eko kecil suka mencoret dinding rumahnya dengan aneka gambar. Orang tuanya pun melihat bakat seni dari anak lelakinya itu. Mereka lalu menuntunnya ke dunia kesenian.
Di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Eko sudah menghasilkan komik. Karya komik pertamanya dibuat pada 1996, berjudul Korek. "Korek ini bukan sekedar judul, melainkan bentuk komik yang memang sebesar korek. Bahkan dijualnya pun di dalam kotak korek api," ujarnya.

Menyusul Korek, Eko membuat komik The Konyol ,The WC, The Kondom, dan Fight Me.
Kegandrungannya pada seni lukis membuatnya masuk ke Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), dan lalu mempertajam ilmunya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Di situ lah ia jatuh cinta pada seni visual. "Visualisasi itu sangat memengaruhi saya dibanding tulisan," ujarnya. Dengan visualisasi, kata Eko, ia bisa menggambarkan apa yang tidak bisa diungkapkan kata-kata.

Ia lalu menjajal berbagai medium. Mulai dari lukisan batik, seni bordir, mural, animasi, fotografi, hingga patung. Baginya tak ada kesulitan saat harus melompat, atau berganti dari satu medium ke medium lain.
"Semuanya saya lakukan atas dasar suka dan cinta, jadi tidak ada kesulitan yang berarti," ujar lelaki yang juga mengaku cinta mati pada kota Yogyakarta itu.

Sambil kuliah, Eko tetap berkarya. Dia meloncat dari satu pameran ke pameran lain. Tak hanya kelas lokal tapi juga internasional. Ada sekitar dua puluh pameran internasional yang sudah diikutinya. Antara lain di Singapura, Malaysia, Taiwan, Jepang, Australia, Jerman, dan Belanda. 
Dalam setiap karyanya itu, ia seperti hendak mengabarkan Indonesia kepada dunia luar dengan caranya sendiri.

Yang menarik, tradisi tak lagi terasa sebagai sesuatu yang tradisional di tangan Eko. Ia mengolah seni dengan unsur  pop. "Persepsi seperti itu biasanya dicetuskan orang yang melihat karya saya. Tapi saya tidak mengkhususkan diri pada genre tertentu," ujarnya.
Karyanya juga sarat dengan isu sosial. Ia menganggapnya sebagai ungkapan kejujuran. "Isu sosial yang saya angkat bukan persoalan fantasi, tetapi kenyataan yang saya dan kita alami semua disini. Bagi saya, seniman adalah bagian dari masyarakat, dan masyarakat beserta dinamikanya adalah inspirasi terbesar saya dalam berkarya," ujarnya.

Daging Tumbuh
Berhasil "menaklukkan" panggung global, Eko juga menggandeng seniman lain dengan membuat galeri bergerak bernama Daging Tumbuh. Galeri itu adalah sebuah komik, yang terbit setiap enam bulan sekali.
"Sampai saat ini sudah lebih dari 300 seniman yang mengirimkan karyanya. Daging Tumbuh keanggotaannya sangat cair, siapapun boleh bergabung dan terlibat dalam aktivitas. Saling berbagi ilmu lewat workshop, pop up shop, diskusi, dan pameran."
Eko menggagasnya sejak tahun 2000. Ia juga mengedarkan galeri itu secara underground. Tak hanya komik, tapi juga proyek lain seperti DGTMB Design and Merchandise yang memproduksi pernak-pernik Daging Tumbuh dalam jumlah terbatas.

Selain itu juga Project Postcard Revolution, yakni pameran karya di atas kartu pos yang sampai saat ini diikuti oleh kurang lebih 550 seniman. Pameran itu digelar di Yogyakarta, Jakarta, dan Singapura. Seperti nama galeri itu, Eko yakin seniman Indonesia akan terus bertumbuh.
Dan ada satu hal penting lain: ia yakin Indonesia punya orang-orang dengan bakat seni menakjubkan.






7.07.2013

>> "BELTRACCHI" SANG PEMALSU LUKISAN SENILAI 200 MILIAR

Banyak orang yang ingin melihat apa yang ada di dalam kepala Beltracchi. Mereka adalah para kolektor, pemilik galeri, penilai dan pejabat museum yang tertipu dengan pemalsuan yang ia lakukan. Kemudian ada penyelidik dari Kantor Penyelidik Kriminal  Negara Bagian Berlin yang memburunya. Namun Beltracchi menolak untuk berbicara. Ada juga para pecinta seni yang mengagumi forger yang mirip hippie ini. Dia menarik perhatian dunia seni. Dan dengan berbuat demikian telah mengekspose sebuah sistem di mana uang jutaan dibayarkan untuk lukisan-lukisan yang keasliannya sangat sulit untuk ditentukan. Sebuah sistem yang membuat ketidakpastian tentang mana karya seni yang layak bernilai tinggi dan yang tidak bernilai sama sekali, dan bahkan kita menjadi tidak tahu sama sekali apakah seni itu.

Pertemuan dengan Beltracchi dan istrinya Helene berlokasi di pinggiran kota di selatan Cologne, di rumah pengacara Reinhard Birkenstock, yang menghadap ke padang rumput di sepanjang Sungai Rhine. Pada akhir Oktober, pengadilan Cologne menjatuhkan hukuman penjara kepada pasangan ini selama masing-masing enam tahun dan empat tahun. Para penyidik, para ahli dalam pemalsuan seni, sudah berkonsentrasi penuh pada 55 lukisan yang meragukan yang telah muncul di pasar seni sejak awal 1990-an.

Akhirnya, pengadilan mengkasuskan 14 lukisan yang diduga menghasilkan Rp. 200 Milyar untuk pasangan ini. Total kerugian, dihitung berdasarkan seluruh penjualan berantai dari karya-karya tersebut, sebesar € 34 juta. Jika hakim tidak menyetujui kesepakatan dengan pengacara, pengadilan harus membuktikan sendiri apakah lukisan tersebut dikerjakan oleh Beltracchi, sebuah tugas yang sulit mengingat kurangnya bukti langsung. Perjanjian tersebut juga meminta Beltracchi untuk membuat pengakuan secara mendetail sebelum ke pengadilan.

Kasus Beltracchi adalah skandal pemalsuan karya seni terbesar di era setelah perang. Baik dari segi ruang lingkup dan kesempurnaan karya, maupun bagaimana lukisan-lukisan tersebut dipasarkan. Karya-karya palsu tersebut dijual sebagai lukisan klasik modern karya Max Ernst, Fernand Léger, Heinrich Campendonk, André Derain, Max Pechstein, kebanyakan artist tersebut berasal dari kalangan ekspresionis Perancis dan Jerman. Selama dua hari wawancara, Beltracchi mengatakan beberapa kali bahwa ia telah memalsukan lukisan karya lebih dari 50 seniman, walaupun ia tidak bersedia menyebutkan jumlah pastinya. Menurut hukum pidana Jerman, kasus-kasus penipuan serius masuk di bawah undang-undang pembatasan setelah 10 tahun, tetapi pihak yang dirugikan dapat mengajukan gugatan perdata yang berkaitan dengan kasus di masa lalu.

Prinsip Beltracchi bukanlah untuk meniru lukisan-lukisan Ekspresionis, tetapi seperti yang di katakannya, untuk mengisi kekosongan dalam hasil kerja mereka. Entah apakah ia menemukan lukisan dan motif baru, yang mengikat ke spesifik fase kreatif tertentu dalam periode seninya, atau ia menciptakan lukisan yang judulnya terdapat di dalam daftar karya pelukis tertentu tetapi dipercaya sudah hilang dan tidak ada lagi gambarannya.

Beltracchi memiliki semua hal yang harus dimiliki oleh pemalsu “penipu”: pengetahuan tentang sejarah seni dan ilmu pengetahuan, teknik - teknik melukis dan, yang terpenting, bakat seni yang cukup besar. Namun ia juga bertindak seperti penjudi, mengambil keuntungan dari keserakahan panasnya pasar seni. Dia memiliki rasa percaya diri dan keangkuhan seorang pria yang percaya bahwa dirinya jenius - dan ia bisa menjadi salah satu dari itu. Ia percaya bahwa ia memiliki pemahaman yang lebih baik daripada kebanyakan para ahli terhadap karya-karya para seniman yang ia palsukan.

Pada 1980-an Beltracchi dan temannya Otto S.-K. dari Krefeld, di sebelah utara Cologne, yang dijatuhi hukuman lima tahun penjara dalam pengadilan yang sama, merancang cerita yang sempurna untuk menjelaskan darimana lukisan itu berasal. Berikut kisahnya: “Otto memiliki seorang kakek bernama Knops, seorang ahli  jahit dari Krefeld, yang meninggalkan koleksi seni dalam jumlah besar untuk cucunya ketika ia meninggal. Knops membeli karya-karya tersebut pada tahun 1920 dari dealer karya seni seperti Alfred Flechtheim di Düsseldorf, dan kemudian menyembunyikannya selama era Nazi.”

Beltracchi menemukan koleksi Jägers pada 1990-an. Werner Jägers adalah orang yang nyata, seorang pengusaha di Cologne. Yang lebih penting, Jägers juga merupakan kakek dari Helene, istri Beltracchi. Yang dinikahinya pada 1993 dan yang namanya juga ia pergunakan (dia terlahir dengan nama Wolfgang Fischer). Jägers, menurut cerita Beltracchi, juga telah membeli lukisan-lukisan ekspresionis yang terkenal dari Flechtheim dan galeri –galeri lainnya di tahun 1920, yang mana keduanya saling kenal baik.

Beltracchi tidak pernah berbicara terbuka tentang tindakan mereka, baik sebelum persidangan maupun setelah membuat pengakuan. Beltracchi saat ini sedang menulis buku tentang kehidupannya dan juga mengerjakan sebuah film dokumenter. Pasangan ini telah menjalani hukuman. Helene Beltracchi di distrik Ossendorf Cologne dan suaminya di kota Euskirchen, sebelah barat Cologne. Mereka akan dipenjarakan di penjara biasa.

oleh Gorris Lothar dan Sven Robel

Diterjemahkan dari bahasa Jerman oleh Christopher Sultan.



6.25.2013

>> TERAPI MENGHILANGKAN STRESS DENGAN LUKISAN PEMANDANGAN ALAM

Dalam rutinitas keseharian sering menimbulkan kejenuhan, masalah-masalah yang silih berganti menyebabkan pikiran dengan tensi tinggi, dan stress pun telah menjadi teman sehari-hari dalam kehidupan yang bergerak serba cepat seperi saat ini.

Beberapa orang yang cerdas mencari alternatif untuk meredam tensi tinggi dalam pikiran meskipun hanya meluangkan sejenak waktu, seperti memandang pemandangan luas, namun di perkotaan dengan padatnya gedung-gedung dan pemukiman tidak memungkinkan untuk memperoleh view (pandangan) yang alami dan luas. Diyakini bahwa pemandangan alam pedesaan atau alam pegunungan yang membentang luas bisa menetralkan tensi pikiran yang tinggi seperti stress.

Sebagai alternatif pilihan terbaik adalah menghadirkan lukisan pemandangan alam pegunungan atau hamparan luas alam pedesaan ke dalam ruangan, seperti ruang kerja atau ruang untuk santai, sejenak kita istirahat sambil menghela nafas, menenangkan hati dan pikiran relax, sambil memandang lukisan pemandangan alam yang menghampar luas, dan kita membayangkan seolah-olah kita berada di dalamnya. Ini merupakan salah satu terapi terbaik untuk mendinginkan tensi pikiran yang tinggi, setelah kita merasa tenang dan segar kembali, kita bisa memulai aktifitas lagi dengan tenaga baru.

Dan berikut kami hadirkan beberapa pilihan lukisan pemandangan alam yang bisa menjadi penghilang stress, mendamaikan hati dan pikiran. Lukisan dengan ukuran besar sangat disarankan untuk terapi metode ini, karena semakin besar ukuran lukisan, akan semakin memberikan pengaruh untuk masuk kedalam nya melalui alam pikiran bawah sadar.

Jika anda berminat dengan lukisan-lukisan ini, anda bisa langsung memesanya di JAVADESINDO Art Gallery, 100% jaminan lukisan berkualitas tinggi dan asli lukisan tangan oleh para pelukis bertalenta tinggi.

Untuk prosedur pemesanan lukisan Pre Order:
Dalam kategori lukisan pre order, merupakan lukisan yang masih dalam bentuk model, untuk memesan anda harus pre order/ memesan terlebih dahulu dari model lukisan yang anda pilih, yang kemudian akan kami proses pengerjaan lukisanya, kami menjamin bahwa hasil lukisan adalah berkualitas tinggi, 95% - 98% mirip dengan model lukisan, setiap order lukisan dikerjakan oleh pelukis - pelukis ahli, berpengalaman dan profesional, untuk detail tata cara pemesananya sebagaimana dalam urutan di bawah ini.

1. Untuk respon cepat, konfirmasikan lukisan yang ingin anda pesan, ke nomor hotline kami: 

2. Lakukan DP 50% order lukisan, pembayaran via transfer dinomor rekening Bank kami,
Nomor rekening pembayaran:
BCA: 015.273.5781  a.n Heno Airlangga
Bank Mandiri: 13800. 108. 77. 079  a.n Heno Airlangga

3. Konfirmasikan pembayaran anda

4. Pesanan kami proses, pengerjaan lukisan 5 -15 Hari tergantung ukuran dan tingkat kesulitan lukisan

5. Pengerjaan lukisan selesai, kami kirim photo hasil lukisanya via email/ WhatsApp/ BB untuk anda cek terlebih dahulu, jika sudah anda ACC (oke) maka selanjutnya lukisan akan kami pasang bingkai, packing dan kirim ke alamat tujuan.
Namun, jika hasil lukisan belum sesuai keinginan atau masih ada komplain, maka lukisan akan kami sempurnakan lagi sesuai dengan keinginan anda hingga hasil di ACC (oke) oleh anda.

6. Sebelum lukisan kami kirim/ paket ke alamat tujuan anda, silahkan lakukan pelunasan pembayaran lukisan via transfer dinomor rekening Bank kami.

Lukisan sudah lengkap dengan frame mewah, Galeri kami melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911


"Alam dan kehidupanya-01"
Ukuran: 180cm X 120cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.13.500.000;



"Alam disebuah bukit"
Ukuran: 180cm X 110cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.13.800.000;



"Alam yang Ternikmati"
Ukuran: 80cm X 150cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.8.500.000;




"Anak Sungai"
Ukuran: 125cm X 95cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.9.700.000;




"Anugerah dari Alam"
Ukuran: 130cm X 180cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.15.500.000;




"Di Senja Hari"
Ukuran: 90cm X 125cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.9.500.000;




"Keagungan Sang Maha Pencipta I"
Ukuran: 150cm X150cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.13.800.000;




"Kebesaran Tuhan"
Ukuran: 130cm X 180cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.17.500.000;




"Kesejukan Alam"
Ukuran: 130cm X 200cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.15.500.000;




"Musim Panen I"
Ukuran: 100cm X 160cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.13.200.000;




"Near Capel Curig, North Wales"
Ukuran: 100cm X 200cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.14.400.000;




"Pesona Alam Lembah"
Ukuran: 120cm X 180cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.16.500.000;




"Pesona Alam nuansa biru"
Ukuran: 140cmX 90cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.10.200.000;




"Petualang Alam"
Ukuran: 130cm X 90cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.10.500.000;




"Rona Alam diwaktu senja"
Ukuran: 130cm X 90cm, Media: Cat minyak diatas canvas, Harga: Rp.12.500.000;




-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------








6.20.2013

>> LUKISAN BERNILAI Rp.397 MILLIAR

Lukisan-lukisan karya Vincent van Gogh selalu mencetak nilai penjualan dengan harga-harga yang fantastis, salah satunya adalah lukisan berjudul "Twelf sunflowers in the vas" yang berhasil terjual dengan harga US $ 39,7 Juta atau kalau dirupiahkan akan senilai dengan Rp.397 Miliar dengan kurs Rp.10 ribu per Dollar.

Lukisan ini dilelang oleh rumah lelang ternama Christie Gallery


5.06.2013

>> CIRI TALENTA PELUKIS SEJATI



Seorang seniman khususnya pelukis, yang mendedikasikan hidupnya untuk berkarya menciptakan lukisan-lukisan bernilai seni tinggi, memulai awal karirnya dari nol dan terus menempa talentanya baik secara akademis maupun secara otodidak, ia terus berkarya dan berkarya, juga tidak lupa untuk mempromosikan hasil karyanya untuk dikenal masyarakat luas hingga menjadikan namanya populer dan dikenal masyarakat luas, baik dikenal dalam lingkup nasional maupun international.

Namun semua itu, bukanlah sebuah perjalanan karir yang mudah, dan bisa dibilang merupakan sebuah perjalanan karir yang sangat sulit, hanya seorang seniman sejati yang mampu meraih pencapaian kesuksesan seperti diatas, dimana dia menggabungkan talenta seni dan mempu mengemas dengan apik dalam sebuah pemasaran karya seni untuk dihidangkan kepada para pecinta seni khususnya lukisan .

Perjalanan awal seorang pelukis ada 2 metode talenta yang dipakai, yaitu talenta "art skill" dan talenta "sense of art". Pelukis yang memulai dengan talenta art skill, biasanya memulai dengan tehnik gaya aliran melukis realis  atau naturalis, dimana setiap obyek lukisan dilukis dengan seindah dan semirip mungkin dengan obyek aslinya, misal: jika melukis wajah manusia maka akan persis dengan wajah manusia aslinya, jika melukis pemandangan alam atau hewan, maka akan seindah dan persis dengan pemandangan alam atau hewan aslinya, tehnik lukisan realis dan naturalis memerlukan skill atau keahlian khusus . Pelukis dengan talenta "art skill" dalam perjalanan waktu semakin bertambah umur biasanya mengalami kejenuhan, dan akhirnya bermutasi kedalam aliran lukisan yang lain seperti abstrak atau ekspresionis. Hasil karya lukisan dari segi tehnik seorang pelukis "art skill" adalah lebih matang jika dibanding dengan seorang pelukis "sense of art", karena seorang pelukis art skill sudah pasti memiliki sense of art, tapi seorang pelukis "sense  of art" belum tentu memiliki "art skill".

Sedangkan pelukis yang memulai awal karir dengan "Sense of art" ia tidak peduli dengan bentuk dan obyek lukisan, apakah obyek yang dilukis harus persis dengan obyek aslinya atau tidak, ia lebih mengasah naluri seni dengan menampilkan obyek-obyek lukisan abstrak atau ekspresi, pelukis yang memulai awal karir dengan "Sense of art" biasanya ia lemah dalam hal tehnik lukisan "art skill" seperti dalam penjelasan diatas.

Idealnya seorang pelukis  jika ingin menjadi seorang seniman sejati, harus memulai awal karir dari seorang pelukis realis atau naturalis, ini sangat berguna untuk mengasah art skill nya, seiring dengan proses perjalanan waktu, secara otomatis "sense of art" dari seorang pelukis akan mengikutinya. Apakah nanti ia akan bermutasi dalam aliran lukisan lainya atau tetap dalam aliran lukisan realis, hendaknya pada awal karir seorang pelukis mengambil metode "art skill".


Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Galeri online lukisan terlengkap & terbesar