Translate

1.03.2013

>> LUKISAN ASLI LE MAYEUR ANTIK, TENTANG WANITA BALI



Pelukis: Le Mayeur
Judul : " 8 Women seaside flower garden "
Ukuran : 98m X 133m
Media : Oil on Canvas
Status: Stok tersedia
Telp: 081.329.7.329.11

Melukiskan delapan wanita sebagai obyek utama dalam lukisan ini, suasana berlatar belakang taman bunga di tepi pantai, nuansa alami nan indah. Tiga wanita diantaranya sedang melakukan tarian, dan 5 wanita yang lainya menyaksikan pertunjukan tarian tiga wanita tersebut, dua diantara wanita yang menyaksikan seolah terpesona dengan keindahan tarian dan mengikuti gerakan tarian.

Tema lukisan mengambil kultur budaya Bali, sebagaimana Le Mayeur sangat kagum akan keindahan alam dan kultur budaya Bali, sehingga banyak karya lukisanya melukiskan wanita Bali dan aktifitasnya dengan latar belakang kebun atau taman bunga di tepi pantai yang indah, seperti: wanita menari, wanita dalam upacara adat, dan istri tercintanya Ni Nyoman Pollok  yang selalu ada dalam bagian setiap lukisanya.

Sapuan kuas tebal bertekstur, perpaduan warna kontras terlihat segar, semuanya terkombinasi dalam gaya lukisan impressionism Le Mayeur.

Salah satu pelukis asing terkenal, yang pernah menetap dan tinggal di pulau Bali, nama lengkap Adrien-Jean Le Mayeur de Merpres lahir di Brusel 9 Februari 1880, meninggal di Ixelles 31 Mei 1958 pada umur 78 tahun, dia adalah seorang pelukis dari Belgia, tiba di Singaraja - Bali dengan perahu pada tahun 1932, kemudian menetap di Denpasar.

Le Mayeur menyewa sebuah rumah di banjar Kelandis - Denpasar, tempatnya berkenalan dengan penari legong Ni Nyoman Pollok yang berusia 15 tahun, yang kemudian menjadi model lukisannya.

Sejumlah karya Le Mayeur yang menggunakan Ni Pollok sebagai model dipamerkan di Singapura untuk pertama kalinya pada tahun 1933, yang kemudian sukses dan iapun terkenal. Kembali dari Singapore, Le Mayeur membeli sepetak tanah di Pantai Sanur dan membangun rumah. Di rumah yang menjadi studio ini, Ni Pollok bekerja tiap hari sebagai model bersama 2 sahabatnya. Kecantikan dan kepribadian Ni Pollok telah memikat hati Le Mayeur. Awalnya, ia hanya akan tinggal selama 8 bulan, namun kemudian ia memutuskan untuk tinggal di pulau itu sampai akhir hayatnya.
Setelah 3 tahun bekerja bersama, pada tahun 1935, Le Mayeur dan Ni Pollok menikah. Sepanjang kehidupan pernikahannya, Le Mayeur tetap melukis dengan menggunakan istrinya sebagai model.

Pada tahun 1956, Bp. Bahder Djohan, Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia saat itu mengunjungi Le Mayeur dan Ni Pollok di rumahnya. Bahder begitu terpesona dengan karya pelukis itu dan kemudian mengusulkan kepada pasangan itu untuk melestarikan rumah mereka dan seisinya sebagai museum. Le Mayeur menyetujui gagasan itu dan sejak itu ia bekerja lebih keras untuk menambah banyak koleksi rumah itu dan menambah kualitas karyanya juga.

Akhirnya, impian Le Mayeur menjadi kenyataan ketika pada tanggal 28 Agustus 1957, sebuah dokumen ditandatangani, yang isinya adalah bahwa Le Mayeur mewariskan semua miliknya termasuk tanah, rumah, dan seisinya kepada Ni Pollok sebagai hadiah. Di saat yang sama, Ni Pollok kemudian memindahkan semua yang diwarisi dari suaminya kepada Pemerintah Indonesia untuk digunakan sebagai museum.
Pada tahun 1958, Le Mayeur menderita kanker telinga parah, dan ditemani oleh Ni Pollok ia kembali ke Belgia untuk menerima perawatan medis. Setelah 2 bulan di sana, akhirnya Le Mayeur meninggal dunia dalam usia 78 tahun dan dimakamkan di Ixelles/Elsene, Brusel. Ni Pollok kemudian pulang kampung untuk merawat rumahnya yang menjadi museum hingga kematiannya pada tanggal 18 Juli 1985 dalam usia 68 tahun.


Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Lelang online khusus lukisan maestro



1.02.2013

>> LUKISAN KARYA WALTER SPIES TENTANG KEINDAHAN ALAM PULAU DEWATA


Pelukis: Walter Spies
Judul : " The Beauty of Bali nature "
Ukuran : 34cm X 71cm
Media : Oil on Panel (kayu)
Tahun karya: 1907

Lukisan indah bertema "The beauty of Bali nature" melukiskan ke elokan alam Pulau Bali, menghampar luas pemandangan persawahan berbukit. Perspektif pemandangan dari atas, nampak luas terlihat hamparan alam nan eksotis memadukan antara keindahan alam dan kehidupan manusia yang harmoni, nampak perkampungan penduduk begitu menyatu dengan alam dikelilingi rimbunya pepohonan dan pohon-pohon kelapa yang tinggi menjulang, membuktikan bahwa masyarakat Bali sangat menjaga akan kelestarian alam.

Keharmonisan dan keindahan antara alam dan masyarakat Bali telah menginspirasi sang pelukis Walter spies untuk melukiskanya dalam keindahan karya seni tinggi dalam aliran lukisan naturalism bergaya dekoratif khas Walter spies yang memberikan sentuhan detail dalam setiap bagian terkecil dari obyek lukisan ini.

Walter Spies, lahir di Moskwa 15 September 1895 – meninggal di Samudera Hindia, 19 Januari 1942 pada umur 46 tahun, ia merupakan pelukis, perupa, dan juga pemusik. Ia adalah tokoh di belakang modernisasi seni di Jawa dan Bali.

Walter Spies lahir sebagai anak seorang peniaga kaya Jerman yang telah lama menetap di Moskwa. Semenjak muda ia telah menggemari seni musik, seni lukis, dan seni rupa. Ia mengenal Rachmaninov dan mengagumi Paul Gauguin seorang pelukis terkenal Dunia.

Selepas Perang Dunia I, Walter Spies sempat tinggal beberapa lama di Berlin - Jerman dan berteman dengan sutradara ternama masa itu, Friedrich Murnau. Kelak, Murnau-lah yang banyak membantu Walter Spies secara finansial di perantauan. Di Jerman ia sudah cukup ternama karena lukisan-lukisannya, namun ia merasa tidak kerasan karena sebagai homoseksual ia selalu dicari-cari polisi.

Pada tahun 1923 ia datang ke Jawa dan menetap pertama kali di Yogyakarta. Dia dipekerjakan oleh sultan Yogya sebagai pianis istana dan diminta membantu kegiatan seni keraton. Walter Spies lah yang pertama kali memperkenalkan notasi angka bagi gamelan di keraton Yogyakarta. Notasi ini kemudian dikembangkan di kraton-kraton lain dan digunakan hingga sekarang.

Setelah kontraknya selesai, ia lalu pindah ke Ubud, Bali, pada tahun 1927. Di sinilah ia menemukan tempat impiannya dan menetap hingga menjelang kematiannya. Di bawah perlindungan raja Ubud masa itu, Cokorda Gede Agung Sukawati, Walter Spies banyak berkenalan dengan seniman lokal dan sangat terpengaruh oleh estetika seni Bali. Ia mengembangkan apa yang dikenal sebagai gaya lukisan Bali yang bercorak dekoratif. Dalam seni tari ia juga bekerja sama dengan seniman setempat, Limbak, memoles sendratari yang sekarang sangat populer di Bali, Kecak.
Sering kali dikatakan bahwa ia adalah orang yang pertama kali menarik perhatian tokoh-tokoh kesenian Eropa terhadap Bali. Ia memiliki jaringan perkenalan yang luas dan mencakup orang-orang ternama di Eropa. Sejumlah temannya banyak diundangnya ke Bali untuk melihat sendiri pulau kebanggaannya itu. Di bulan Desember 1938 Spies sempat dipenjara karena dituduh homoseksual. Ia baru dibebaskan karena bantuan beberapa temannya, di antaranya Margaret Mead, pada September 1939.

Perang Dunia Kedua membawanya pada nasib buruk. Sebagai orang Jerman, ia ditangkap pemerintah Hindia Belanda. Ia meninggal 19 Januari 1942 karena tenggelam bersama-sama dengan kapal 'Van Imhoff' yang ditumpanginya. Kapal dengan 477 tawanan dan 110 awak kapal itu tidak mempunyai ciri-ciri yang khas yang menandai bahwa kapal itu kapal yang membawa tahanan perang, sehingga diserang oleh armada Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di perairan barat Sumatera Utara. Kapal yang seharusnya berlayar ke Srilanka itu mengangkut orang-orang Jerman yang diusir dari Hindia Belanda akibat serangan Jerman ke Belanda.

Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Lelang online khusus lukisan Maestro


12.05.2012

>> KISAH PERJALANAN HIDUP SANG PELUKIS MAESTRO DUNIA "CLAUDE MONET"




Claude Monet dikenal juga dengan nama Oscar-Claude Monet atau Claude Oscar Monet, lahir di Paris, 14 November 1840 – meninggal di Giverny, 5 Desember 1926 pada umur 86 tahun, Monet adalah pelukis Perancis dengan aliran impresionisme. Lukisannya Impression, Sunrise adalah asal nama penamaan aliran impresionisme.


Monet lahir dari pasangan Adolphe dan Louise-Justine Monet di  45 Rue Laffitte. Keluarganya kemudian pindah ke Le Havre pada 1845 di Normandia saat ia baru berumur lima tahun. Nama baptisnya Oscar-Claude di Nortre-Dame-de-Lorette. Ayahnya sangat menginginkan ia meneruskan usaha keluarga.

Awal April 1851 Monet memasuki sekolah Le Havre. Ia segera terkenal dengan karikatur-karikatur carchoalnya, yang sering dipajang dan dijual seharga 10 hingga 12 francs. Monet pertama kali mendapat pelajaran drawing dari Jean-Francois Ochard, sebelumnya murid dari Jacques-Louis David (1748 - 1825). Di pantai Normandia, ia bertemu Eugène Boudin, yang melihat pajangan karya-karya karikaturnya dan kemudian menjadi mentor dan mengajarinya memakai tehnik cat minyak. Boudin juga mengajarkan Monet teknik en plein air (melukis luar ruangan).

Pada 28 Januari 1857 ibunya meninggal. Ia kemudian dirawat bibinya Marie-Jeanne.
Saat Monet berkunjung ke Paris untuk mengunjungi The Louvre, ia melihat banyak sekali pelukis yang meniru lukisan yang sudah lebih dulu terkenal. Monet, dengan kegigihannya lebih memilih memperhatikan jendela dan melukis pemandangan dengan peralatan dan tekniknya sendiri.

Pada Juni 1861 Monet bergabung dengan pasukan Resimen I Kavaleri Ringan Afrika di Aljazair untuk dua tahun dari tujuh tahun masa wajib militer. Tapi penyakit tipusnya membuat bibinya Madame Lecadre menyarankan untuk keluar dari militer dan menyelesaikan studi seni rupanya di universitas. Karena merasa bertentangan dengan pelajaran klasik yang diajarkan di universitas, ia kemudian bergabung dengan studio Charles Gleyre di Paris, dan kemudian bertemu Pierre-Auguste Renoir, Frederic Bazille, dan Alfred Sisley. Kemudian mereka bersama mengembangkan teknik baru dalam seni rupa dengan melukis berdasarkan efek-efek pantulan cahaya yang ditangkap mata, awal dari aliran yang sekarang kita kenal sebagai impresionisme.
Karya Monet Camille atau La Femme à la Robe Verte pada 1868, yang menaikkan popularitas dirinya, adalah salah satu dari sekian banyak dari lukisan dengan objek calon istrinya, Camille Doncieux.

Selama masa Perang Perancis-Prusia (1870 - 1871), Monet mengungsi ke Inggris untuk menghindari konflik. Di sana ia belajar kepada John Constable dan J. M. W. Turner, yang lukisannya menjadi inspirasi untuk Monet dalam memahami warna.
Pada rentang waktu 1871 hingga 1878 Monet tinggal di Argenteuil, desa di Seine di dekat Paris. Di sinilah banyak karya terbaiknya dihasilkan.



"Impression soleil levant" by Claude Monet
Ukuran 48cm X 62cm
Tahun 1872

Saat kembali ke Paris, sekitar 1872 - 1873 ia melukis Impression, Sunrise (Impression, soleil levant) yang menggambarkan pemandangan Le Havre. lukisan ini ditampilkan dalam pameran Impresionis pertama pada tahun 1874 dan hingga kini menjadi koleksi Musée Marmottan-Monet, Paris. Dari judul yang sebenarnya asal pilih ini, Kritikus Louis Leroy memberikan sindiran "Kaum Impresionis", yang kemudian malah terkenal sebagai identitas utama mereka.

Pada 1870, Monet and Doncieux menikah dan pada 1873 pindah ke rumah di Argenteuil di dekat Sungai Seine. Mereka mendapat anak kedua, Michel, pada 17 Maret  1878. Istri Monet kemudian meninggal akibat tuberculosis pada 1879.
Alice Hoschedé membantu merawat kedua anak Monet. Mereka tinggal di Poissy. Pada April 1883 mereka pindahke rumah di Giverny, Eure, di Haute-Normandie, yang kemudian ditatanya dengan halaman kebun yang besar dan berusaha dilukisnya kembali hingga akhir hayatnya. Monet and Hoschedé menikah pada 1892.
Pada periode 1880-an dan 1890-an, karya Monet banyak berkutat pada eksperimen lukisan dengan berbagai variasi sudut pandang dan cahaya. Seri pertamanya adalah Katedral Rouen from dari berbagai sudut pandang dalam waktu berbeda-beda sepanjang hari. Dua puluh sudut pandang ini kemudian dipamerkan di Durand-Ruel pada tahun 1895.


"London, Le Parlement, Effet de Brouillard (1904)" by Claude Monet

Pada kurun waktu 1883 hingga 1908, Monet melakukan perjalanan ke Mediterania dan melukis banyak pemandangan darat dan laut seperti Bordighera. Bangunan penting juga menjadi subjek utama Monet di sana. Istrinya Alice meninggal pada 1911 dan anaknya Jean pada 1914.

Katarak menjangkitinya sehingga harus menjalani dua kali operasi pada1923. Lukisannya pun berubah menjadi mempunyai tonality merah, suatu hal yang wajar menjadi pemandangan sehari-hari bagi penderita katarak. Selain itu diduga ia juga kadang-kadang bisa mendeteksi pantulan sinar ultraviolet akibat perlakuan pembedahan katarak.

Setelah operasi ia banyak menggarap ulang karya-karyanya terdahulu. Monet meninggal pada 5 Desember 1926 pada umur 86 tahun dan dikuburkan di pemakaman gereja Giverny. Rumah dan tamannya yang sudah menjadi terkenal menjadi daya tarik utama bagi turis di Giverny.Di rumah ini juga banyak ditemukan karya-karya grafis Jepang.
Pada 2004, London, Le Parlement, Effet de Brouillard (1904), terjual lebih dari US$20 juta.




Sumber: Wikipedia
Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Galeri online khusus lukisan berkelas



11.30.2012

>> TEHNIK UNIK LUKISAN CAT AIR DAN SEJARAHNYA



Pelukis: Lee man fong
Judul: menanti
Media: Cat air diatas kertas
Ukuran: 88cm X 34cm
Tahun: 1959
( Koleksi Bung Karno )

Lukisan cat air banyak diciptakan pelukis China, Jepang, dan Korea.
Lukisan cat air diciptakan dengan pigmen warna yang dilarutkan dengan air. Lukisan cat air biasanya dibuat pada kertas, kayu atau kanvas. Efek lukisan cat air, transparan. Teknik transparan ini cenderung lebih sulit dibanding media lain, cat minyak umpamanya. Pelukis cat air harus kosentrasi penuh ketika berkarya, tidak boleh ada kesalahan dalam proses penciptaan. Sekali salah menyapukan warna pada permukaan kertas, lukisan gagal. Cat air yang sudah digoreskan tidak bisa ditimpa lagi dengan warna lain. Teknik melukis seperti ini disebut juga dengan teknik allaprima.

Pelukis yang sudah mahir menggunakan cat air, bisa melukis secara efektif dan efisien. Setiap pewarnaan, goresan, garis, dan elemen-elemen rupa lukisan dibuat spontan, tepat hanya dengan sekali sapuan kuas. Lukisan cat air penuh nuansa dan kecemerlangan warna. Menciptakan lukisan cat air membutuhkan ketrampilan tinggi. Pelukis cat air harus belajar setahap demi setahap untuk bisa menguasai tekniknya. Pewarnaan lukisan cat air dimulai dari warna paling terang, hingga warna yang lebih gelap. Jika warna gelap dimulai lebih dahulu, efeknya akan kusam.

Lukisan cat air di Eropa dikenal dengan istilah watercolor/ watercolour, yang dikenal juga dengan istilah lukisan aquarelle di Prancis. Masyarakat umumnya mengenal lukisan cat air dari China, Jepang atau Korea. Tradisi melukis cat air mereka, berusia ribuan tahun dan telah dikenal banyak orang di berbagai belahan bumi. Meskipun orang lebih banyak mengenal lukisan cat air dari negeri-negeri tersebut, tradisi melukis cat air ada di berbagai bangsa seperti bangsa Mesir di Afrika, bangsa India, bangsa-bangsa di Asia Tenggara dan bangsa-bangsa di benua Eropa serta Amerika.

Sejarah Cat Air

Tradisi melukis dengan cat yang dicampur air telah ada sejak zaman manusia gua. Lukisan cat air terdapat pada dinding-dinding gua di Eropa, Asia, Afrika dan Amerika. Cat air digunakan untuk membuat gambar islustrasi naskah sudah ada pada zaman Mesir Kuno dan di Eropa pada abad pertengahan. Cat air mulai digunakan sebagai media penciptaan karya seni zaman Renaisans abad ke-14 hingga 16. Pelukis zaman Renaisans dari Jerman Albrecht Dürer (1471–1528) melukis tanaman, binatang liar dan pemandangan dengan media cat air. Durer dianggap sebagai pelukis paling awal menggunakan medium cat air. Sekolah melukis dengan media cat air didirikan di Jerman oleh Hans Bol (1534–1593), sebagai kelanjutan tradisi melukis cat air yang dilakukan Durer. Pelukis zaman Barok (setelah Renaisans) umumnya menggunakan cat air untuk membuat sketsa.

Pelukis van Dyck termasuk seniman perintis penggunaan media cat air. Pelukis lainnya seperti Claude Lorrain, Giovanni Benedetto Castiglione dan sejumlah seniman Belanda juga menggunakan cat air sebagai media untuk melukis. Media cat air semakin populer digunakan ketika para ahli tanaman menggunakan untuk melukiskan tumbuh-tumbuhan. Pemakaian cat air sebagai media penciptaan lukisan semakin populer pada abad ke-19 ketika sejumlah pelukis seperti John James Audubon menggunakan sebagai ekspresi senilukis. Cat air semakin banyak digunakan pada zaman sekarang, para pelukis naturalis banyak yang menggunakan cat air sebagai media ekpresi lukisan mereka.

Sejumlah faktor mempengaruhi pesatnya penggunaan cat air sebagai media senilukis. Cat air dianggap lebih praktis dalam pemakainnya, meskipun untuk bisa menggunakan harus melalui belajar teknik secara bertahap. Cat air dianggap tepat untuk digunakan para wanita belajar melukis di sekolah-sekolah. Cat air juga digunakan para ilmuwan dan kalangan militer untuk membuat berbagai macam gambar. Pemakain cat air, kini semakin meluas tidak hanya oleh para pelukis profesional, tetapi juga oleh para pelajar, ilmuwan dan kalangan militer.

Pada abad ke-18 William Gilpin menulis buku perjalanan dengan gambar-gambar pedesaan Inggris. Lembah, puri, gereja dan sungai, juga dilukiskannya sangat menarik dengan cat air. Di antara para pelukis cat air yang terkenal pada masa itu adalah Thomas Gainsborough, John Robert Cozens, Francis Towne, Michael Angelo Rooker, William Pars, Thomas Hearne dan John Warwick Smith. William Blake menerbitkan beberapa buku dengan ilustrasi lukisan cat air.

Tiga pelukis Inggris dianggap sebagai seniman cat air perintis yaitu Paul Sandby (1730–1809), Thomas Girtin (1775–1802) dan Joseph Mallord Eilliam Turner (1775–1851). Paul Sandby karena keahliannya dalam menggunakan media ini dianggap sebagai "Bapak cat air Inggris". Thomas Girtin dianggap perintis pelukis cat air bertema pemandangan dan romantik dengan format besar. JMW Turner dianggap sebagai pelukis cat air yang sangat kuat dan produktif, karyanya tentang sejarah, arsitektur, mitologi dan pemandangan. Pelukis cat air lain pada zaman mereka antara lain John Varley, John Sell Cotman, Anthony Copley Fielding, Samuel Palmer, William Havell dan Samuel Prout. Pelukis Swis Louis Ducros juga dikenal sebagai pelukis cat air bertema romantik dengan format besar.

Lukisan cat air menjadi populer di Amerika Serikat sepanjang pertengahan abad ke-19. Perkumpulan pelukis cat air didirikan pada tahun 1866. Para pelukis cat air terkenal pada abad ke-19 dari Amerika Serikat antara lain William Trost Richards, Fidelia Bridges, Thomas Moran, Thomas Eakins, John LaFarge, John Singer Sargent dan Winslow Homer.

Pelukis Cat Air Abad ke-20

Para pelukis abad ke-20 yang menggunakan cat air untuk menciptakan karya seni antara lain Wassily Kandinsky, Emil Nolde, Paul Klee, Egon Schiele dan Raoul Dufy. Di Amerika pelukis cat air terkenal diantaranya Charles Burchfield, Edward Hopper, Charles Demuth, Elliot O’Hara, dan John Marin. Pada masa itu para pelukis Amerika sering meniru lukisan impresionisme dan post-impresionisme Eropa. Lukisan cat air dengan gaya daerah setempat muncul pada tahun 1920an hingga 1940an. Lukisan bergaya Amerika terutama muncul dari "Cleveland School" atau "Ohio School". Kebanyakan para pelukis itu bergabung dengan studio animasi Hollywood atau "Chouinrd Art Institute" (sekarang "California Institute of the Arts"). Para pelukis terkemuka antara lain Phil Dike, Millard Sheets, Rex Brandt, Dong Kingman dan Milford Zornes. Perhimpunan pelukis cat Air California didirikan tahun 1921. Perhimpunan ini menyeponsori berbagai pameran lukisan cat air.

Cat air terus digunakan oleh sejumlah seniman penting seperti Joseph Raffael, Andrew Wyeth, Philip Pearlstein, David Remfry, William Tillyer, Eric Fischl, Gerhard Richter dan Francesco Clemente. Cat air terus digunakan hingga kini sebagai media berekspresi untuk menciptakan lukisan. pemakaiannya semakin luas dan semakin banyak.

Di Indonesia pelukis cat air bisa dikatakan jarang atau mungkin bahkan tidak ada. Di luar negeri begitu banyak pelukis cat air dan penggemarnya, sampai banyak didirikan perkumpulan seniman dan perkumpulan penggemar lukisan cat air. Lukisan cat air tidak banyak ditekuni dan dipelajari di negeri ini barangkali karena tingkat kesulitannya lebih tinggi dari media lain. Pelukis yang ingin mahir dengan media cat air harus belajar setahap demi setahap dengan kosentrasi tinggi. Hanya pelukis yang tekun dan konsisten mempelajari teknik ini yang punya peluang berhasil menjadi maestro lukisan cat air. Orang yang terbiasa jalan pintas tidak memungkinkan menguasai teknik melukis cat air. Mengapa lukisan cat air tidak berkembang di Indonesia?


Sumber : Dr. Agus Priyatno, M.Sn.
(Dosen pendidikan seni rupa FBS Unimed)

Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Galeri online lukisan terlengkap dan terbesar


11.26.2012

>> CAT MINYAK VS CAT ACRYLIC


Ada banyak jenis bahan untuk melukis atau menggambar, namun kali ini yang akan kami bahas adalah cat minyak dan cat acrylic, kedua jenis cat ini sering digunakan oleh pelukis yang sudah memiliki kemampuan ahli untuk berkarya, keduanya hampir memilki kesamaan namun juga memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing, untuk lebih jelasnya berikut kami uraikan informasinya, semoga bermanfaat.

1. Cat minyak

Cat minyak adalah jenis cat berbasis minyak yang paling populer digunakan para seniman untuk berkarya membuat lukisan, karena sifatnya yang tidak cepat kering sehingga membuat proses berkarya menjadi lebih asyik, terutama untuk membuat lukisan bergaya realist atau naturalist yang halus. Cat minyak sangat bagus untuk tehnik goresan halus dan lembut.
Cat minyak juga memiliki sifat yang unik untuk lukisan gaya ekspresionist, baik menggunakan tehnik pisau palet, pelototan ataupun goresan kuas tebal, hasil tekstur cat yang ditimbulkanya bisa terlihat jelas dan detail.
Warna-warna cat minyak memiliki tingkat kecerahan yang maksimal, juga memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu dan cuaca normal, dengan perawatan yang baik , lukisan cat minyak mampu bertahan hingga ratusan tahun, seperti pada lukisan klasik eropa yang sudah berusia ratusan tahun.

Tehnik melukis dengan menggunakan cat minyak lebih mudah dipelajari daripada cat acrylic, cat minyak bisa digunakan melukis pada media canvas dan board (kayu), namun umunya digunakan pada media kain canvas.

Kekurangan cat minyak, dengan sifatnya yang butuh waktu lama untuk pengeringanya, bagi seniman yang sudah ahli saat membuat lukisan yang membutuhkan proses kering cepat ini menjadi kendala tersendiri, misalnya target lukisan selesai 3 hari bisa jadi 10 hari karena menunggu proses pengeringan.
Tapi itu masih bisa diantisipasi dengan menggunakan liquin untuk cat minyak, berbentuk cream yang sekaligus bisa gunakan untuk pengencer cat minyak, dengan liquin ini, pengeringan cat minyak untuk kering sentuh hanya membutuhkan waktu 5-10 menit, pengeringan cat minyak yang normalnya membutuhkan waktu 2-3 hari. Namun bagi sebagian pelukis, harga liquin jenis ini terlalu mahal, dimana harga 1000 ml (1 Liter) Rp. 440 rb - Rp.720 rb.

Cat minyak memiliki bau yang menyengat, bagi sebagian orang yang baru belajar melukis menggunakan cat minyak ini bisa mengganggu, atau bagi seorang seniman yang memiliki penyakit saluran pernafasan, ini bisa menjadi masalah serius.

2. Cat Acrylic 

Cat Acrylic adalah cat berbasis air atau menggunakan air sebagai pengencernya, tidak berbau menyengat seperti cat minyak, jika dibandingkan dengan cat minyak, cat acrylic lebih ramah ligkungan dan harga atau ongkos membuat lukisan lebih murah dengan menggunakan cat jenis ini.
Sifatnya yang cepat kering memberikan 2 akibat yang berbeda bagi penggunanya, bagi seniman yang ahli dan membutuhkan pengerjaan lukisan cepat, ini menjadi pilihan favorit disamping ongkosnya yang lebih murah.
Namun bagi pemula atau yang belum ahli menggunakan cat acrylic, hal ini bisa menjadi kesulitan tersendiri karena sifatnya yang cepat kering, sehingga mengurangi kualitas lukisan yang dihasilkanya.
Permukaan lukisan cat acrylic adalah doft (tidak mengkilap sebagaimana cat minyak), namun hal ini bisa diatasi dengan solusi memberikan lapisan coating berbasis air pada permukaan lukisan yang berfungsi untuk memberikan perlindungan cat sehingga berdaya tahan lama, memberikan efek glossy (mengkilap pada permukaan lukisan), dan warnanya menjadi lebih cerah (timbul).

Jika dibanding dengan cat minyak, cat acrylic masih kalah populer, alasan utama faktor penyebabnya adalah tehnik lukisan cat acrylic jauh lebih sulit, untuk menghasilkan lukisan berkualitas seperti cat minyak harus memiliki keahlian yang tinggi, dan jarang sekali pelukis memiliki kemampuan ini, terutama untuk aliran lukisan realist dan naturalist. Apalagi untuk pemula yang sedang belajar melukis, jika tidak memiliki bakat dan kemauan yang tinggi, biasanya mereka lebih memilih menggunakan cat minyak. Dari segi kualitas bahan dan kualitas lukisan yang dihasilkan antara cat minyak dan cat acrylic pada dasarnya adalah sama, hanya yang membedakanya adalah merk cat yang digunakan, otomatis semakin mahal harga cat, maka semakin bagus pula kualitas cat yang didapatkan.



Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Galeri online lukisan terlengkap dan terbesar


11.24.2012

>> INVESTASI LUKISAN, SEBAGAI KOLEKSI BENDA SENI


Lukisan adalah bagian dari karya seni, dan merupakan salah satu karya seni yang abadi, sejak jaman manusia prasejarah sudah mengenal namanya karya seni lukisan yang diwujudkan oleh mereka dengan membuat goresan-goresan pada dinding-dinding goa, ada yang berbentuk manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan namun masih dalam bentuk-bentuk yang masih sangat sederhana. Hingga sekarang, karya lukisan sebagai karya seni keberadaanya dan pengaruhnya semakin  diperhitungkan, baik sebagai media yang menjadi saksi perubahan dan perkembangan sebuah peradaban, budaya, lingkungan, politik dan Bangsa.
Dan lebih luas lagi sebagai koleksi seni kebanggaan bagi para kolektor seni atau para pecinta lukisan, sebagai hiasan dekorasi interior ruangan seperti kamar hotel, lobi hotel,ruangan apartment, ruangan dalam rumah pribadi, kantor, dll. Seiring perkembangan jaman yang semakin maju dan perdagangan global yang semakin luas, dan itu artinya kualitas hidup dan perkembangan pengetahuan semakin tinggi, maka lukisan sudah mulai masuk dalam ranah bisnis, dimana lukisan sudah mulai dilirik sebagai benda koleksi seni untuk investasi bisnis baik untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Jika dianalisa lebih jauh memang berinvestasi dalam lukisan hampir tidak ada resiko kerugian (benefit loss), yang ada malah keuntungan, karena sifat lukisan sendiri adalah barang yang tahan lama/ awet, asal perawatan baik bisa bertahan hingga ratusan tahun, semakin lama umur lukisan maka akan terlihat semakin antik, biasanya harga juga semakin bertambah, dan jika beruntung memiliki koleksi lukisan dari pelukis yang namanya tiba-tiba terkenal dan diburu para kolektor, maka harga lukisan tersebut bisa langsung melambung tinggi.

Seperti banyak kisah-kisah para pemilik lukisan karya pelukis terkenal, yang menjadi orang kaya karena investasi lukisan,  yang pada awalnya para pembeli hanya membeli dengan harga rendah dari pelukisnya langsung, seiring perubahan waktu tiba-tiba nama pelukis tersebut menjadi terkenal dan harganya menjadi fantastis karena banyak diburu para kolektor. Ada banyak cerita orang yang sukses lantaran berinvestasi di lukisan, banyak orang kaya yang berhasil dari berinvestasi dilukisan.

Namun  juga perlu banyak informasi dan pengetahuan bagi anda yang ingin berinvestasi di lukisan, terutama bisa membaca situasi saat ini dan kedepanya tentang jenis lukisan apa yang bisa laku dipasaran, dan pasar lukisan juga ada kelas-kelasnya: kelas menengah, kelas atas dan paling tinggi adalah kolektor papan atas. Dari pengamatan kami, berikut kategori jenis lukisan yang baik untuk investasi:

1. Lukisan  karya Pelukis Master

"Sepasang Ayam" 
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 111cm x 64cm
Media: Oil on Canvas
Tahun: 2015
Estimasi harga: Rp.9 Juta - Rp.15 Juta

Lukisan karya pelukis senior, bisa pelukisnya masih muda ataupun sudah tua, yang terpenting terlihat kualitas dari hasil karya lukisanya baik dilihat dari sisi tehnik maupun makna lukisanya, untuk investasi kedepanya bagus, selama belum terjual bisa dipajang sebagai dekorasi ruangan, dan ini masuk dalam keuntungan selama memiliki lukisan sebelum terjual kembali. Nilai lukisan dalam kategori ini kedepanya memiliki potensi besar untuk terjual dengan harga lebih tinggi, dan bahkan jika beruntung harganya bisa melambung berkali-kali lipat efek dari nama pelukis menjadi terkenal.








2. Lukisan repro karya pelukis maestro terkenal Dunia

"The Starry nigth" 
Pelukis: Van Gogh
Ukuran: 73.7 cm × 92.1 cm (29 in × 36¼ in)
Media: Cat minyak on canvas
Tahun: 1889
Estimasi harga versi asli: Rp.900 Miliar (US $ 95 Juta)
Estimasi harga versi repro: Rp.3,8 Juta - Rp.25 Juta

Lukisan repro karya pelukis maestro legendaris Dunia, khusus mengkoleksi kategori lukisan jenis ini menyasar untuk kalangan kelas menengah dan kelas atas, karena harga lukisan versi aslinya sangat mahal maka alternatif lain adalah mengkoleksi dalam bentuk lukisan repronya dan tentu saja harganya jauh dibawah harga aslinya.
Diantara versi lukisan repro maestro Dunia yang bisa untuk investasi, beberpa contoh antara lain lukisan karya: Picasso, Van Gogh, Renoir, Monet, Rembrandt, Leonardo da vinci, Gauguin, Lukisan Klasik, Dll.

Sekedar untuk koleksi sebagai hiasan dekorasi interior ruangan dan koleksi seni repro, jika kualitas hasil lukisan repronya mirip dengan aslinya maka harga jualnya kembali bisa terus meningkat meskipun tidak signifikan. Sebagai catatan, jika mengkoleksi lukisan repro ini maka harus jujur, jika menjualnya kembali harus mengatakan bahwa yang dijual tersebut lukisan versi repronya sehingga tidak masuk dalam kategori penipuan.


3. Lukisan asli karya para pelukis maestro terkenal

"Wajah-wajah putra Irian"
Pelukis: Affandi
Ukuran: 98cm X 126cm
Media: Cat minyak on canvas
Tahun: 1974
Estimasi harga: Rp.2,6 miliar -Rp.3,8 miliar

Lukisan original karya para pelukis maestro terkenal, dalam kategori ini dana yang dikeluarkan untuk investasi lukisan sangat besar, bisa sampai miliaran rupiah karena harga lukisan maestro versi aslinya harganya memang fantastis, kalau membeli dari tempat lelang memang harganya sangat tinggi, namun alternatif lain untuk mendapatkan harga yang lebih rendah bisa membelinya dari kolektor perseorangan, namun untuk alternatif ini anda harus hati-hati dengan lukisan palsu, untuk  mengantisipasinya anda bisa menggunakan jasa kurator lukisan yang sudah berpengalaman.

Investasi lukisan dikategori lukisan maestro original ini memiliki tingkat keuntungan yang paling tinggi jika dijual kembali, bila beruntung mendapatkan pembeli yang sangat suka dengan lukisan maestro yang anda koleksi, biasanya sang pembeli tersebut berani membeli dengan harga berapapun, dan itu artinya keuntungan yang berlipat untuk anda.
Perlu diketahui bahwa harga dari sebuah karya seni tidak memiliki patokan yang pasti, jadi sah sah saja berapapun harganya asalkan sang pembeli suka dan sepakat dengan harga yang ditawarkan.

Pilihan berinvestasi lukisan ada ditangan anda, jenis lukisan mana yang ingin anda koleksi untuk investasi, bisa juga menggabungkan dari ketiga kategori diatas, dan yang tidak kalah pentingnya adalah ketersediaan jumlah dana investasi anda.




Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Galeri online lukisan terlengkap dan terbesar



11.21.2012

>> "LUKISAN" HADIAH ISTIMEWA YANG AKAN DIKENANG ABADI


Lukisan sebagai salah satu karya seni yang tak akan lekang oleh waktu, bahkan sejak jaman prasejarah hingga sekarang, lukisan masih menjadi sebuah karya seni yang selalu dihargai. Meskipun nilai sebuah karya seni tidak memiliki nilai yang pasti, dan cenderung harganya semakin menggila seiring berjalanya waktu, sebut saja lukisan-lukisan karya pelukis terkenal baik pelukis dalam negeri maupun pelukis luar negeri (pelukis maestro dunia), yang pada masa hidup sang pelukis, harga lukisanya mungkin hanya berharga murah saja, namun seiring perubahan jaman, tiba-tiba lukisan para pelukis terkenal ini harganya melambung dari ratusan juta, miliaran dan bahkan triliunan untuk harga satu unit lukisan saja.

Lukisan sebagai karya seni memang memiliki banyak sekali keistimewaan yang tersimpan, yang kadang tidak disadari oleh pemilik itu sendiri, itulah sebabnya lukisan juga sering menjadi sebuah "Hadiah indah" bagi mereka yang menyayangi orang-orang tercinta, karena mereka mengerti bahwa lukisan adalah karya seni istimewa, dan lukisan tidak lekang oleh waktu, malah semakin lama aura lukisan akan semakin muncul, sehingga lukisan bisa menjadi hadiah indah nan istimewa yang tak terlupakan dan akan terkenang abadi. Karena usia lukisan sendiri khususnya lukisan cat minyak bisa bertahan hingga ratusan tahun, dan itu artinya bisa untuk hadiah kenang-kenangan dan akan diingat secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Tips memberikan lukisan sebagai hadiah indah untuk orang tercinta, berikan lukisan yang bertema suatu obyek yang dia sukai, misal: lukisan bunga, lukisan kuda, lukisan abstrak, lukisan suatu tempat kenangan, dll, yang sekiranya obyek/ tema tersebut adalah hal istimewa bagi orang yang akan kita berikan hadiah lukisan tersebut.
Tips berikutnya, karena hadiah lukisan yang akan kita berikan kepada orang istimewa bagi kita, maka selayaknya juga adalah lukisan istimewa dan berkualitas yang  harus kita berikan kepada dia, karena lukisan yang berkualitas tinggi memiliki nilai sebagai sebuah karya seni dan berdaya tahan antar generasi, meskipun harganya lebih mahal.

Untuk anda yang ingin mencari lukisan - lukisan istimewa berkualitas tinggi untuk hadiah buat orang-orang tercinta dan orang-orang berharga dalam kehidupan anda, baik untuk hadiah ulang tahun orang tercinta, ulang tahun perusahaan, ulang tahun organisasi, dll.
JAVADESINDO Art Gallery menyediakan lukisan-lukisan istimewa berkualitas tinggi, banyak pilihan lukisan terbaik dengan obyek dan jenis gaya lukisan terlengkap, model dan ukuran lukisan juga bisa dipesan sesuai keinginan, lukisan cat minyak diatas canvas kualitas 1 berdaya tahan hingga ratusan tahun, adalah lukisan yang dibuat oleh pelukis-pelukis ahli dan bertalenta dengan hati dan kecintaan akan karya seni, sehingga setiap lukisan yang dibuat adalah sebuah karya seni kelas tinggi.