Translate

5.12.2017

>> LUKISAN SUPER SEDERHANA HARGA SUPER MAHAL

Lukisan yang begitu sederhana, baik dari segi warna maupun bentuk, hanya menggunakan warna hitam dan putih saja, bentuknya pun hanya bidang bergaris saja. Namun, tahukah anda dibalik kesederhanaan lukisan ini menyimpan suatu hal luar biasa, sebenarnya hal luar biasa tersebut bukan karena ke istimewaan lukisanya, melainkan harganya yang super mahal.

Bagi orang awam pasti akan penasaran mengapa lukisan ini bisa begitu mahal, bahkan orang yang mengerti akan seni juga akan bertanya demikian, namun yang pasti alasan mengapa lukisan ini begitu mahal, hanya sang penjual lukisan dan pembeli lukisan ini.

Sebagai informasi bahwa lukisan ini berjudul " Black Fire I " karya Barnett Newman dibuat pada tahun 1961, lukisan ini terjual seharga USD 84,2 Juta atau setara Rp.1,1 Triliun pada rumah lelang Christie's, New York pada 13 Mei 2014.


>> INDAHNYA LUKISAN DANAU TOBA KARYA BASUKI ABDULLAH

Danau Toba begitu indah dilukis diatas kanvas oleh pelukis maestro Basuki Abdullah, hamparan luas birunya Danau Toba dipadu awan bergulung berbias cahaya, semuanya terlihat bergitu istimewa dalam sebuah lukisan bernilai seni tinggi.

Danau Toba adalah sebuah danau tekto-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Lukisan karya pelukis maestro tentang keindahan alam danau toba ini, telah membuat presiden Soekarno kala itu terkesan, hingga beliau mengkoleksinya serta memasukanya kedalam buku katalog lukisan Bung Karno.


Telaga Toba diwaktu senja karya Basuki Abdullah, Cat minyak diatas kanvas, 98,5cm x 249cm

5.07.2017

>> BUKTI KECINTAAN PELUKIS LEE MAN FONG PADA BUDAYA INDONESIA

Lee man fong, salah satu pelukis maestro terkenal yang dimiliki Indonesia, meski ia lahir di Tiongkok, namun kecintaanya pada Bangsa Indonesia telah merubah kehidupanya, ia besar dan menetap tinggal di Indonesia hingga akhir hayatnya, bukti kecintaan Lee man fong pada Indonesia adalah dengan banyak karya-karya lukisanya bertema tentang kultur dan budaya Indonesia, salah satunya adalah lukisan Penari Legong berikut ini.

Lee man fong, Penari Legong, konte dan pastel diatas kertas, 32cm x 55cm

Legong merupakan tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari gambuh. Kata Legong artinya gerak tari yang luwes atau lentur dan gerak tari yang terikat oleh gamelan yang mengiringinya. Gamelan yang dipakai mengiringi tari legong dinamakan Gamelan Semar Pagulingan.

Legong dikembangkan di keraton-keraton Bali pada abad ke-19 paruh kedua. Konon idenya diawali dari seorang pangeran dari Sukawati yang dalam keadaan sakit keras bermimpi melihat dua gadis menari dengan lemah gemulai diiringi oleh gamelan yang indah. Ketika sang pangeran pulih dari sakitnya, mimpinya itu dituangkan dalam repertoar tarian dengan gamelan lengkap.

5.06.2017

>> LUKISAN IKAN ARWANA SUPER RED SUNGGUH INDAH

Miliki koleksi lukisan ikan arwana super red yang begitu indah dan nyata, detail sisik ikan arwana begitu nyata dan nampak mengagumkan, beberapa koleksi lukisan ikan arwana memberikan pilihan untuk anda sebagai koleksi seni kebanggaan, lukisan karya pelukis master, inilah kesempatan terbaik untuk anda memilikinya.

JAVADESINDO Art Gallery melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh wilayah Indonesia, stok tersedia, lukisan lengkap dengan frame mewah, gratis ongkos kirim, untuk informasi lebih lengkap dan pembelian, silahkan hubungi:
Telp-Whatsapp: 081.329.7.329.11
Email: javadesido@gmail.com






Judul: Optimis dan semangat
Ukuran: 70cm x 100cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.6.500.000;



Judul: Perjalanan Sunyi 
Ukuran: 65cm x 90cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.6.500.000;





Judul: Pesona diri
Ukuran: 90cm x 65cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.5.300.000:



Judul: Saat senja menembus batas
Ukuran: 70cm x 100cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.5.800.000;



Judul: Semangat dan kekuatan menuju kejayaan
Ukuran: 70cm x 100cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.6.400.000;



Judul: Tarian indah arwana merah
Ukuran: 70cm x 100cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.5.700.000;



Judul: Terus bergerak dan optimis
Ukuran: 150cm x 100cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.6.600.000;

5.05.2017

>> WUJUD 7 LUKISAN PALING TERKENAL DI DUNIA

Lukisan merupakan salah satu karya seni yang paling dihargai, banyak media, kolektor seni, pecinta seni, seniman yang khusus mendedikasikan diri untuk meneliti, membicarakan serta mengkoleksi lukisan.

Tak heran jika harga lukisan tidak memiliki nilai batasan, bahkan satu buah lukisan bisa bernilai lebih dari Rp.3,9 Triliun sebagaimana lukisan termahal di Dunia karya Paul Gauguin.

Diantara banyak pelukis, dan diantara banyak lukisan, ada pelukis terkenal dan ada pula lukisan yang paling terkenal di Dunia, lalu bagaimana bentuk serta wujud lukisan-lukisan terkenal di Dunia tersebut, berikut rangkuman 7 Lukisan paling terkenal di Dunia tersebut.


Monalisa by Leonardo da Vinci, 77 cm × 53 cm, Oil on poplar panel, 1517



A Wheatfield with Cypresses by Vincent van Gogh, 73 cm × 93.4 cm, oil on canvas, 1889



Les Femmes d'Alger (Version O) by Pablo Picasso, 114 cm × 146.4 cm, oil on canvas, 1955



Nafea Faa Ipoipo (When Will You Marry) by Paul Gauguin, 101 x 77 cm, oil on canvas, 1892



Starry night by Vincent van Gogh, 74 cm x 92 cm, Oil on canvas, 1889



The scream by Edvard Munch, 91 cm × 73.5 cm, Oil on canvas, 1893



Whistler's Mother by James McNeill Whistler, 144.3 cm × 162.4 cm, Oil on canvas, 1893

>> ADA SEMANGAT KEBANGSAAN DALAM LUKISAN AYAM JAGO INI

Semangat ayam Jago sebagai sosok ayam pemberani, siap bertarung sampai titik darah penghabisan demi sebuah kemenangan.

Untuk sebuah Bangsa besar yang ingin menjadi pemenang dalam era persaingan ilmu pengetahuan dan teknologi, militer, bisnis dan perdagangan, seni, hiburan dan pariwisata, dan segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap individu atau rakyat harus memiliki  semangat sang pemenang, yaitu semangat pemberani, untuk maju, tidak kenal menyerah demi kebesaran, kemajuan dan kewibawaan Bangsa Indonesia dimata Dunia.

Semangat ayam Jago dalam lukisan karya pelukis master ini merupakan simbol untuk sebuah tekad, keberanian, persatuan dan perjuangan yang tidak kenal menyerah untuk Bangsa Indonesia.

Lukisan stok tersedia, lukisan sudah lengkap dengan frame mewah, Galeri kami melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Email: javadesindo@gmail.com
Telp-Whatsapp: 081329732911



Judul: Kemenangan Merah Putih
Ukuran: 98cm x 72cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.800.000;




Judul: Kekuatan dibalik ketenangan
Ukuran: 100cm x 70cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.600.000;




Judul: Bukan Jago Kandang
Ukuran: 100cm x 70cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.300.000;




Judul: Semangat hingga akhir
Ukuran: 100cm x 70cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.5.700.000;

5.02.2017

>> MENGENAL SOSOK PELUKIS NYENTRIK SALVADOR DALI

Salvador Dali, pelukis surealis terkenal, terlahir dengan nama Salvador Felipe Jacinto Dali i Domenech pada tanggal 11 Mei 1904, di desa pertanian kecil Figueres di Spanyol. Dali merupakan anak tunggal dari notaris kaya, telah menunjukkan minat pada seni sejak usia dini.

Setelah menerima pelajaran seni oleh guru privat di Figueres, Dali belajar di Akademi Seni Rupa di Madrid dan mengadakan pameran solo pertamanya pada tahun 1925 pada usia 21 tahun.

Di akademi itulah Dali mulai mengenal berbagai kalangan seniman seperti pembuat film Luis Bunuel dan Penyair Federico Lorca. Meskipun menjadi siswa brilian, Dali menolak untuk mengambil ujian gelar dari akademi, mengklaim para penguji tidak cukup berkualifikasi untuk menilai karyanya. Akibat insiden tersebut, dia diusir dari akademi.

Dali pindah ke Paris pada tahun 1926, dan dua tahun kemudian bekerja sama dengan Luis Bunuel sebagai penulis skenario untuk Un Chien Andalou (Anjing Andalusia), sebuah film yang membuat dia masuk dalam lingkaran surealis Paris yang dipimpin oleh Andre Breton.

Gaya hidupnya yang bohemian dan kecenderungannya pada skandal membuat Dali segera diterima dalam kelompok. Selama periode ini dia berkonsentrasi pada pengembangan gaya unik yang disebutnya “Paranoia Kritis”.

Salah satu contoh paling terkenal dari lukisan Paranoia Kritis adalah “The Persistence Memory (1931)” – sebuah karya unik yang mengekspresikan sifat fana waktu melalui jam yang tampak mencair.


Pada tahun 1929, Dali bertemu Gala Elouard, seorang imigran Rusia dan istri Paul Elouard, penyair Perancis. Meskipun Gala berusia sepuluh tahun lebih tua dari Dali, hubungan mereka segera berubah menjadi romantis, dengan Gala menjadi model dan manajer bisnisnya. Gala akhirnya bercerai dari suaminya pada tahun 1929, dan menikah dengan Dali di Paris pada tahun 1934.

Pada pertengahan tahun 1930, hubungan Dali dengan gerakan surealis mulai retak. Kekaguman Dali pada Hitler dianggap melawan etika surealis. Ketika dia juga menyatakan dukungan kepada Jenderal Franco dari Spanyol, hubungan dengan kaum surealis menjadi terputus sama sekali.

Dali meninggalkan Paris pada tahun 1940 dan pindah ke Amerika Serikat. Dengan gaya flamboyan dan bakat untuk promosi diri, dia segera masuk dalam pergaulan sosial kelas atas. Selama periode ini Dali dijuluki “Avida Dollars (serakah untuk dolar)” oleh Andre Breton.

Dali kemudian menjawab “Satu-satunya perbedaan antara saya dan surealis adalah bahwa saya seorang surealis”.

Salvador Dali, The Great Masturbator, 110 x 150 cm, oil on canvas, 1929

Ketertarikan Dali bergeser dari lukisan ke sastra. Pada tahun 1940-an, dia menerbitkan novel “Hidden Faces” pada tahun 1944. Dia juga menulis beberapa volume otobiografi flamboyan selama periode tersebut, termasuk “The Secret Life of Salvador Dali”.

Pada tahun 1948, Dali dan Gala kembali ke Spanyol, menghabiskan sebagian besar waktu mereka di rumah mereka di Lligat. Saat itu, lukisan Dali mengambil pendekatan yang lebih klasik, berfokus pada tema religius dan sejarah, bukan lagi surealistik. Karya berkisar sejarah yang terkenal diantaranya “The Discovery of America by Christopher Columbus” yang dipamerkan di Museum Dali di St.Petersburg, Florida.

Ssementara karya-karyanya selama periode ini menerima penghargaan, terdapat suara miring yang menyatakan bahwa dia tidak menghasilkan lukisan bernilai artistik setelah tahun 1930-an. Sementara tidak ada yang bisa menyangkal kecemerlangan teknis karya-karyanya, lukisan Dali hanya merupakan pengulangan tema yang sudah ada sebelumnya, seperti “Christ of Saint John of the Cross”.

Pada tahun 1965, Dali beralih membuat patung dari perunggu dan kristal. Tapi disini terlihat betapa dia mulai kehilangan orisinalitas. Banyak tema patungnya mengambil tema dari subjek yang pernah dilukisnya.

Salvador Dali, The Disintegration of the Persistence of Memory

Pada periode ini, Dali lebih dikenal karena pesta-pesta mewah dan perilaku eksentrik dibandingkan dengan fokusnya pada seni yang telah membesarkan namanya.

Pada tahun 1980, Dali didiagnosa menderita cerebral. Karena tidak lagi mampu memegang kuas, dia pensiun dari dunia melukis.

Pada tahun 1982, Gala meninggal. Peristiwa ini sangat mempengaruhinya dan mulai membuat Dali semakin menyepi.

Akhirnya, Salvador Dali -sang pelukis besar surealis- meninggal pada tanggal 23 Januari 1989 akibat gagal jantung.