Translate

3.19.2013

>> LUKISAN REPRO MAESTRO DUNIA ANTIK, PILIHAN KOLEKSI ISTIMEWA


Lukisan karya para pelukis maestro terkenal Dunia menjadi benda seni perburuan paling berharga para kolektor seni, karena ketersediaan lukisanya yang sangat langka, dan tidak mungkin dibuat lagi oleh pelukis aslinya karena semua pelukis maestro Dunia tersebut telah tiada, sehingga membuat harga-harga lukisan asli karya para pelukis maestro tersebut menjadi fantastis.

Taksiran harga lukisan asli mereka, seperti dilansir dari balai lelang christie dan sotheby, paling murah Rp.10 Miliar hingga paling mahal diatas Rp.1 Triliun, sebagaimana lukisan karya pelukis Austria Edvard munch dengan karyanya berjudul "The Scream".
Salah satu alasan mengapa para kolektor seni rela merogoh kocek super dalam hanya untuk membeli satu lukisan adalah karena sebuah rasa kebanggaan atau pretisious dengan memiliki lukisan tersebut.

Namun sekarang keberadaan lukisan asli karya para pelukis maestro Dunia sangat privasi dimiliki oleh kolektor perseorangan yang merahasiakan keberadaanya demi keamanan lukisan, dan pada umunya dimiliki museum-museum seni baik miliki pribadi ataupun milik Negara dan tidak diperjual belikan.

Karena lukisan asli sudah langka disamping harganya yang fantastis, sedangkan banyak peminat yang ingin memiliki lukisan maestro Dunia, baik untuk koleksi seni ataupun untuk dekorasi interior ruangan, maka para kolektor atau pecinta seni memiliki alternatif lain yaitu dengan mengkoleksi lukisan maestro Dunia versi lukisan repro dengan harga yang lebih terjangkau untuk kalangan umum. Mengenai peraturan tentang lukisan repro, asalkan sang pelukis/ penjual memberikan informasi transparan saat penjualan lukisan mengatakan bahwa lukisan yang dijual tersebut adalah lukisan repro maka sah-sah saja, sebagaimana hampir di setiap negara di Dunia memiliki Galeri seni dan pelukis perseorangan yang menawarkan layanan lukisan maestro terkenal Dunia versi repro.

JAVADESINDO Art Gallery menawarkan beberapa koleksi lukisan karya para pelukis maestro terkenal Dunia versi lukisan repro, diantaranya lukisan repro karya Vincent van Gogh, Picasso, Monet, Rembrandt dan Sophie Anderson.
Lukisan repro maestro Dunia yang kami tawarkan ini adalah lukisan repro kualitas koleksi 100% asli lukisan tangan, media lukisan cat minyak diatas canvas, bisa anda dapatkan di JAVADESINDO Art Gallery

2.26.2013

>> CERITA UNIK AFFANDI DI ARAB SAUDI



Affandi adalah seorang pelukis maestro legendaris dan kebanggaan Indonesia yang namanya telah mendunia, banyak kisah unik dibalik perjalanan panjangnya sebagai seorang pelukis ternama, malang melintang diberbagai Negara baik sebagai seorang pelukis yang mengadakan pameran lukisan ataupun sebagai tamu kehormatan Negara.

Pernah suatu ketikan Affandi mendapatkan  undangan sebagai tamu kehormatan Kerajaan Arab Saudi untuk melukis, dalam perjalananya  di dalam mobil dari Bandara menuju kediaman Raja, Affandi dijemput oleh ajudan kerajaan, karena cuaca yang sangat panas dan terik, rasa  haus menghinggapi Affandi, namun untuk berbahasa arab dan ingin menyampaikan niatnya pada sang ajudan untuk berhenti disebuah swalayan atau rumah makan guna membeli minuman, Affandi kebingungan bagaimana harus berbahasa Arab , akhirnya dengan tidak kehilangan akal munculah ide unik dan jenius Affandi dengan menggambar disebuah kertas "orang kehausan  yang sedang minum", dan disodorkanlah gambar tersebut pada sang ajudan.
Dengan sambil tersenyum, sang ajudanpun menepikan mobil disebuah swalayan untuk mampir membeli minuman.

Itulah salah satu cerita singkat dan unik dari Affandi diantara perjalanan panjangnya sebagai seorang pelukis maestro yang telah melanglang buana ke seluruh Dunia.


Posting by JAVADESINDO Art Gallery





1.27.2013

>> DAFTAR LUKISAN BERHARGA DIATAS 1 TRILIUN


Lukisan merupakan satu-satunya bagian dari karya seni pemegang rekor dengan penjualan termahal, bayangkan jika lukisan berharga Rp. 1 Triliun keatas, adalah hal gila namun itu nyata, seperti berikut ini beberapa lukisan yang terjual dengan harga super fantastis tersebut.
Lukisan karya Gustav Klimt berjudul "Portrait of Adele Bloch-Baeur" yang dilukis pada tahun 1907 tersebut telah berhasil terjual dengan harga US $ 135. Pembelinya adalah Kolektor Ronard s. Lauder ( seorang pengusaha kosmetik )
Gustav Klimt Pelukis berkebagsaan Austria, hidup pada Tahun 1862 – 1918, salah satu karyanya yang terkenal “Portrait of Adele bloch-baeur”, Lukisan ini memecahkan rekor Lukisan termahal sepanjang sejarah, yang laku terjual pada Suatu rumah Lelang Sotheby.


Lukisan karya Edvard Munch berjudul "The Scream" terjual dengan harga US $ 199,9 Juta pada sebuah pelelangan terbuka di Galeri Sotheby, New York. Pembelinya adalah Miliarder asal Amerika, Leon Black pada Bulan Mei 2012.
Lukisan ini merupakan salah satu karya yang paling dikenal dalam sejarah dan satu-satunya lukisan yang dimiliki secara pribadi oleh Munch, dijual di Sotheby, New York dalam penjualan singkat 12-menit. Harga US $ 119,9 juta merupakan harga tertinggi yang pernah ada untuk sebuah karya seni dalam pelelangan publik.
Leon Black, 60 tahun warga New York, adalah pendiri dan partner senior dari Apollo Global Management, sebuah investasi dana. Kekayaannya diperkirakan bernilai US $ 3,4 miliar (sekitar Rp32,16 triliun), menurut majalah Forbes.
Lukisan tahun 1895 ini adalah salah satu karya lukisan dari empat lukisan yang diciptakan Edvard Munch. Lukisan yang menyeramkan dengan warna yang berputar-putar melambangkan kecemasan eksistensial dan putus asa dari era modern.
Versi lain dari "The Scream" adalah milik National Gallery of Munch Norwegia, sedangkan dua sisanya adalah milik Munch Museum di Oslo.
Sejarah saat si pelukis Edvard Munch membuat karya tersebut, di Negaranya terjadi gejala aneh. Seluruh langit dan awan yg menyelimuti Negara Norwegia antara tahun 1893-1910 menjadi aneh warnanya. Ternyata setelah diselidiki para ahli pada masa tersebut telah terjadi ledakan Gunung Tambora, Indonesia, yang menciptakan awan gelap menutupi hampir seluruh daratan Eropa. Efek awan kuning-oranye itulah membuat bencana dan masyarakat menjadi stres berat pada masa itu.



Lukisan karya Picasso "Garcon a la pipe"  yang dilukis pada tahun 1904, terjual dengan harga US $ 104,1 Juta pada sebuah tempat lelang Sotheby.
Pablo Picasso dilahirkan pada Tahun 1881 dikota Malaga, Spanyol. Gaya Aliran Lukisanya adalah Impresionism dan Kubisme, Picasso juga adalah seorang marketing seni handal, dimana pada masa hidupnya telah menjadi kaya dengan lukisanya, karya lukisanya telah dihargai tinggi dan banyak laku terjual, dan ini sangat berbeda dengan Van Gogh dimana pada masa hidupnya karya lukisanya tidak laku terjual karena dia kurang piawai dalam memasarkan lukisanya, sehingga dia hidup dalam kemiskinan hingga akhir hayatnya yang menyedihkan



Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Lelang online khusus lukisan Maestro


1.22.2013

>> LUKISAN "WANITA GENDUT" KARYA SENI TERMAHAL YANG PERNAH TERJUAL, SAAT SANG SENIMAN MASIH HIDUP



"Benefits supervisor sleeping" by Lucian freud, 1995

Biasanya sebuah karya seni harganya akan melambung dan terjual fantastis saat sang seniman telah lama meninggal, seperti lukisan karya-karya sang pelukis maestro terkenal, karya lukisan mereka bisa laku terjual mulai dari puluhan miliar, ratusan miliar, hingga triliunan rupiah.

Namun rupanya hal diatas tidaklah selalu demikian, seperti pada sebuah lukisan berikut ini, dimana lukisan ini laku terjual pada sebuah rumah lelang ternama Christie's di New York, AS. Dengan harga fantastis "ratusan miliar rupiah" dan sang seniman tersebut masih hidup saat karya lukisan ini terjual.

Adalah lukisan bugil seorang wanita gendut yang  laku terjual dengan harga fantastis. Harganya memecahkan rekor lelang dunia untuk karya seni oleh seniman yang masih hidup.  Lukisan tersebut laku terjual dengan harga 17,2 juta poundsterling atau sekitar Rp 309,5 miliar! pada sebuah rumah lelang terkemuka Christie’s, New York, AS. Lukisan tersebut berjudul “Benefits Supervisor Sleeping”  dilelang di Rockefeller Centre, New York, AS. Pembelinya adalah seorang kolektor seni dari Eropa. Lukisan ini dibuat pada tahun 1995 dan menggambarkan seorang wanita bernama "Sue Tilley" yang kini berumur 51 tahun. wanita bertubuh jumbo itu berbaring di sebuah sofa dalam keadaan telanjang bulat. Wanita itu kini bekerja menjadi manajer Jobcentre. Wanita itu dipanggil “Big Sue” karena tubuhnya yang gendut.


Lucian Freud adalah seniman terkenal yang tinggal di Inggris, lahir pada 8 Desember 1922 di Berlin, Jerman - Meninggal pada 20 Juli 2011 di usia 88 tahun di London, Inggris. Lucian Freud adalah seniman yang menciptakan dan menjual karya lukisan pemecah rekor termahal saat ini.














Posting by JAVADESINDO Art Gallery


1.09.2013

>> PILIHAN LUKISAN BERKUALITAS TINGGI UNTUK KOLEKSI SENI, LEBIH MEMBANGGAKAN


Ada banyak pilihan kualitas lukisan dengan tingkat harga yang berbeda, semakin bagus kualitas sebuah lukisan, maka akan semakin tinggi pula harganya. Untuk lukisan dengan harga murah biasanya hanya sekedar untuk hiasan dekorasi ruangan, diambil dari segi keindahan dan daya tarik untuk mempercantik ruangan, model lukisan cenderung simple dengan permainan warna - warna cerah, bahan dan material yang digunakan adalah kuaitas standart ke bawah, lukisan murah diproduksi secara masal, artinya dalam sehari seorang pelukis atau tukang gambar bisa membuat hingga 10 lukisan. Pangsa pasar lukisan murah ini adalah kalangan menengah kebawah, banyak dijual di pinggir jalan atau tempat-tempat rekreasi untuk cindera mata atau souvenir para wisatawan. 

Lukisan murah juga banyak di gunakan untuk dekorasi kamar hotel dan apartment, alternatif lukisan murah mereka gunakan karena penggunaan lukisan dalam jumlah banyak untuk ratusan kamar, dan akan selalu melakukan pergantian lukisan untuk suasana baru dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan pada area lobi hotel khususnya Hotel bintang 4 dan 5, pasti dipajang lukisan karya pelukis terkenal dengan harga fantastis, ini dilakukan untuk menunjukan  simbol akan sebuah tempat yang benar-benar berkelas  dan prestigious.

Memilih lukisan murah atau lukisan berkualitas tinggi, lebih tergantung pada setiap pribadi masing-masing, namun pemilihan lukisan dengan kualitas tinggi lebih mengutamakan untuk kepuasan dalam mengkoleksi karya seni, menunjukan simbol level ekonomi mapan, dan untuk kebanggaan. Mereka rela merogoh uang mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah bahkan triliunan rupian demi memiliki sebuah koleksi lukisan yang mereka senangi,  seperti dalam sebuah lelang di Rumah lelang Sotheby New York, seorang pecinta karya seni rela merogoh kocek Rp.1,3 Triliun untuk membeli lukisan "The Scream" karya Edvard Munch.

Salah satu Galeri seni yang khusus menjual karya-karya lukisan berkualitas tinggi via internet adalah JAVADESINDO Art Gallery, galeri yang dikelola secara online ini menjual berbagai jenis dan gaya aliran lukisan dengan kualitas tinggi, ada koleksi lukisan repro maestro Dunia dan ada koleksi lukisan asli karya pelukis maestro legendaris Indonesia , banyak kolektor dan pecinta karya lukisan membeli lukisan dari Galeri ini, ada koleksi lukisan repro maestro Dunia.

JAVADESINDO Art Gallery memiliki pelukis-pelukis ahli bertalenta tinggi untuk berkarya menyajikan lukisan-lukisan dengan kualitas tinggi, Galeri ini juga memiliki tim kurator ahli untuk mengecek keaslian lukisan-lukisan antik dan langka karya pelukis maestro terkenal.
Untuk anda pecinta karya lukisan berkualitas tinggi, adalah pilihan tepat dan terbaik selalu memiliki lukisan dari JAVADESINDO Art Gallery.



Posting JAVADESINDO Art Gallery



1.06.2013

>> LUKISAN KARYA LEE MAN FONG " DUA IKAN MAS HITAM "


Pelukis: Lee man fong
Judul : " Dua ikan mas hitam "
Ukuran : 120,5cm X 60,5cm
Media : oil on masonite
*) Koleksi bung Karno

Lee man fong sangat suka melukis dengan obyek-obyek hewan piaraan kesayangan, salah satu obyek yang paling menginspirasinya adalah ikan mas hitam, karena kecintaanya pada pesona ikan mas hitam, sehingga ada beberapa versi karya Lukisanya yang mengambil tema ikan mas hitam.


Seperti salah satu karya berikut ini, lukisan asli karya Lee man fong yang menjadi salah satu koleksi Bung Karno, nampak pada karakter lukisanya yang sederhana, sebuah lukisan yang berjudul "Dua ikan mas hitam", dalam nuansa romantis, jantan dan betina, dua jenis yang berbeda dalam sebuah keseimbangan alam.

Lee Man Fong (1913-1988) adalah seorang pelukis Indonesia yang dilahirkan di Tiongkok. Dia dibesarkan dan mendapatkan pendidikan di Singapura. Di sana dia belajar melukis dengan seorang pelukis Lingnan, dan terakhir dengan seorang guru yang mengajarkannya lukisan cat minyak. Pada tahun 1933 dia datang ke Indonesia dan tinggal selama 33 tahun. Pada masa Perang Dunia II dia ditawan Jepang, kemudian setelah Indonesia merdeka, Lee man fong didaulat menjadi pelukis istana Presiden Soekarno dan menjadi warga negara Indonesia. Lukisan-lukisan Lee Man Fong diakui sebagai perintis pelukis Asia Tenggara. Pada Tahun 1964 ia ditunjuk oleh Presiden Soekarno untuk membuat buku yang berjudul "Lukisan-Lukisan dan Patung Koleksi Presiden Soekarno dari Republik Indonesia" buku ini berisi seluruh karya-karya seni yang dikoleksi Presiden Soekarno dan semuanya berjumlah 5 Volume, setiap volume berisi sekitar 100 koleksi lukisan dari karya-karya pelukis Indonesia dan luar negeri.

Lee man fong sendiri juga membuat buku sendiri yang berisi kumpulan lukisannya, diterbitkan dalam buku Lee Man Fong: Oil Paintings, volume I dan II dan diterbitkan oleh museum Art Retreat. Buku ini ditulis oleh kritikus seni Indonesia Agus Dermawan T., sementara seleksi karya dilakukan oleh Siont Tedja. Kedua buku yang keseluruhannya berisi 700 halaman ini berisi 471 lukisan pilihan milik banyak kolektor dari seluruh dunia.

Pada tahun 1966, karena kekacauan politik di Indonesia, Lee Man Fong hijrah ke Singapura dan lama menetap di sana, sehingga dia bahkan dianggap sebagai pelukis Singapura. Tahun 1988 ia meninggal di Puncak, Jawa Barat, karena sakit.

Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Lelang online khusus lukisan maestro


1.04.2013

>> ARIE SMIT SANG PELUKIS MAESTRO PENGAGUM KULTUR BUDAYA BALI


Arie Smith (Adianus Wilhelmus Smit) lahir di Zaandam, Belanda pada tanggal 15 April 1916. Dia pertama kali berlajar melukis pada sebuah akademi seni di Amsterdam. Tahun 1938 di datang ke Batavia (Jakarta) sebagai seorang tentara dan bekerja pada landscape divisi. Dia memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1951. Tahun 1956 dia berkunjung ke Bali untuk pertama kalinya, dan akhirnya menetap di Bali. 

Dia mendirikan aliran Young artist di Penestanan, Ubud , Bali sekitar tahun 1960 an. Sampai umurnya 80 tahun yaitu tahun 1996, dia telah pindah tempat lebih dari 30 kali dari satu tempat ke tempat yang lain di Bali. Arie smit merupakan sosok seniman yang selalu mencari ketenangan dan kejernihan dalam hidup, dan ia menyukai tempat yang sunyi. Sikap personal ini sangat bertolak belakang dengan karya-karyanya yang hampir semuanya kaya dengan warna yang terang dan cerah. Tema dari karya-karyanya mengikuti alur jalan. Orang Bali menyebutnya "dari kaja ke Kelod" (dari Gunung menuju laut). Atas jasa-jasanya bagi perkembangan seni di Bali, Arie Smith menerima pernghargaan Dharma kusuma dari Gubernur Propinsi Bali pada tahun 1992.

Suasana kehidupan kultur budaya masyarakat Bali yang terjaga hingga sekarang, menjadikan Pulau Bali selalu memncarkan pesona keindahan, unik dan eksotik untuk mengundang siapapun datang ke Pulau Bali menikmati keindahan yang berpadu antara kultur budaya yang terjaga dan keindahan alamnya yang terpelihara. Demikian juga pelukis terkenal Arie smit yang terpesona dengan keindahan alam dan kultur budaya Pulau Bali, sehingga hampir setiap karya seni nya melukiskan tentang keindahan alam dan pesona kultur budaya Pulau Bali.

Berikut beberapa karya lukisan Arie smit yang melukiskan tentang keindahan Pulau Dewata dan kehidupanya.

Posting by JAVADESINDO Art Gallery
Lelang online khusus lukisan maestro




Arie smit, Bali landscape, 22cm x 28cm, acrylic on canvas, 2011 


Arie smit, Bali landscape, 32cm x 40cm, acrylic on canvas, 2011


Arie smit, Sanur sea & boat, 22cm x 26,5cm, acrylic on canvas laid on board, 2002



Arie smit, Candi Bentar, 43cm X 50cm, Acrylic on canvas, 2011



Arie smit, Full moon passing the Pura dalam, 35,5cm X 36,5cm, Oil on canvas, 2010



Arie smit, Pura dewi Sri, acrylic on paper, 28,5 x 40,5cm, Th 1992



Arie smit, Rural scene, 28cm X 38cm, Oil on canvas, 2003