9.12.2012

>> KISAH SINGKAT KEHIDUPAN PELUKIS VAN GOGH


Dengan nama lengkap "Vincent Willem van Gogh" adalah seorang pelukis pasca-impresionis asal Belanda yang karya lukisanya memiliki pengaruh luas pada seni abad ke-20, untuk warna yang hidup dan dampak emosional pada setiap karyanya. Van Gogh menderita kecemasan dan serangan penyakit mental semasa hidupnya, dan meninggal secara misterius pada usia 37, yang awalnya dikira sebagaian orang dari luka tembak bunuh diri yang dilakukanya, hingga akhirnya diketahui bahwa karena ingin melindungi anak-anak yang tak sengaja bermain pistol rusak, dan secara tak sengaja pula tembakanya mengenai dirinya, Van Gogh menutupi kalau dia telah menembak dirinya sendiri.

Van Gogh tidak mulai melukis sampai akhir umur dua puluhan, dan sebagian besar karyanya yang paling terkenal adalah karya-karya yang dihasilkanya selama dua tahun terakhir 1888-1889, sebelum dia meninggal . Van Gogh menghasilkan lebih dari 2.000 karya seni, terdiri dari sekitar 900 lukisan dan 1.100 gambar dan sketsa. Meskipun dia sedikit dikenal selama masa hidupnya, namun karyanya memberikan pengaruh yang kuat pada seni Modern yang diikuti.

Vincent van Gogh tepatnya lahir di Groot-Zundert, Belanda. Putra seorang pendeta, dibesarkan dalam suasana religius dan berbudaya, Van Gogh sangat emosional dan kurang percaya diri.

Antara 1860 dan 1880, ketika dia akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang seniman, Van Gogh sebelumnya telah dua kali menjalin kisah asmara yang tidak bahagia dan semuanya kandas, dan dalam pekerjaanya juga tidak berhasil sebagai seorang pegawai di sebuah toko buku, seorang salesman seni, dan pengkhotbah di Borinage (sebuah distrik pertambangan di Belgia), di mana ia dipecat. Dia tetap di Belgia untuk belajar seni, bertekad untuk mewujudkan kebahagiaan dengan menciptakan keindahan karya seni. Karya-karyanya pada periode awal adalah muram dan bernada warna, lukisan bergaya tajam menyala, yang paling terkenal adalah "The Potato Eaters" (1885). Pada tahun itu van Gogh pergi ke Antwerp, di mana ia menemukan karya Rubens.

Pada tahun 1886, Van Gogh pergi ke Paris untuk bergabung dengan saudaranya Theo, manajer dari Galeri Goupil. Di Paris, Van Gogh belajar dengan Cormon, Pissarro, Monet, dan Gauguin. Van Gogh mulai terpengaruh gaya lukisan palet warna gelap dan melukis dalam sapuan kuas pendek dari gaya Impresionis. Karena sikap emosional dan sifat kecemasanya, membuatnya kesulitan untuk berbaur dan belajar dengan rekan-rekanya, bila malam tiba dia juga sulit untuk tidur, hingga hal tersebut menggerogoti kesehatannya. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke selatan ke Arles di mana ia berharap teman-temannya akan bergabung dengannya dan membantu menemukan sebuah sekolah seni. Hanya Paul Gauguin yang bergabung denganya tapi hubungan akhir mereka tidak baik. Menjelang akhir 1888, terjadi sebuah insiden yang menyebabkan Gauguin akhirnya meninggalkan Arles, waktu itu Van Gogh mengejarnya dengan memegang pisau cukur untuk menghentikan Gauguin, namun akhirnya Van Gogh malah memotong bagian dari telinga kananya sendiri. Karena emosionalnya yang tidak stabil, akhirnya Van Gogh dikirim ke rumah sakit jiwa di Saint-Remy untuk pengobatan.

Terakhir Setelah keluar dari Rumah sakit, Van Gogh mengalami kemunduran parah pada bulan Desember 1889. Dia telah terganggu oleh penyakit mental sepanjang hidupnya. Pada tanggal 27 Juli 1890 saat berusia 37, Van Gogh pergi ke sebuah lapangan dan menembak dirinya sendiri di dada dengan pistol, namun dia selamat dan mengalami luka yang cukup parah, dia tidak menyadari bahwa luka-lukanya menjadi fatal, dia berjalan kembali ke penginapan Ravoux. Dia meninggal di sana dua hari kemudian. Theo saudaranya yang mendampingi Van Gogh hingga akhir hayatnya. Theo melaporkan kata-kata terakhir kakaknya sebagai "La durera tristesse toujours" (kesedihan akan berlangsung selamanya).

Kesehatan Theo memburuk dalam bulan-bulan setelah kematian Van Gogh saudaranya. Dia terjangkit penyakit sifilis-karena hal ini, dia tidak diakui oleh keluarganya selama bertahun-tahun. Dia dirawat di rumah sakit, ia meninggal enam bulan kemudian setelah kematian Van Gogh, pada tanggal 25 Januari, di Utrecht. Pada tahun 1914, tubuh Theo digali dan dikuburkan kembali dengan saudaranya di Auvers-sur-Oise.


Posted by JAVADESINDO Art Gallery


No comments: