5.29.2017

>> INFORMASI SINGKAT TENTANG PELUKIS LEE MAN FONG

Lee Man Fong (1913-1988) adalah seorang pelukis maestro Indonesia yang dilahirkan di Tiongkok. Ia dibesarkan dan mendapatkan pendidikannya di Singapura. Di sana ia belajar melukis dengan seorang pelukis Lingnan, dan belakangan dengan seorang guru yang mengajarkannya lukisan minyak. Pada tahun 1933 ia pergi ke Indonesia dan tinggal di sana selama 33 tahun.

Pada masa Perang Dunia II ia ditawan Jepang, dan setelah Indonesia merdeka, ia menjadi pelukis istana Presiden Soekarno dan menjadi warga negara Indonesia. Lukisan-lukisan Lee Man Fong diakui sebagai perintis pelukis Asia Tenggara. Pada Tahun 1964 ia ditunjuk oleh Presiden Soekarno untuk membuat buku yang berjudul "Lukisan-Lukisan dan Patung dari Koleksi Presiden Soekarno dari Republik Indonesia" buku ini berisi seluruh karya-karya seni yang dimiliki Presiden Soekarno dan semuanya berjumlah 5 Volume.

Salah satu lukisan karya Lee man fong yang dikoleksi oleh Bung Karno

Kumpulan lukisannya diterbitkan dalam buku Lee Man Fong: Oil Paintings, volume I dan II dan diterbitkan oleh museum Art Retreat. Buku ini ditulis oleh kritikus seni Indonesia Agus Dermawan T., sementara seleksi karya dilakukan oleh Siont Tedja. Kedua buku yang keseluruhannya berisi 700 halaman ini berisi 471 lukisan pilihan milik banyak kolektor dari seluruh dunia.

Pada tahun 1966, karena kekacauan politik di Indonesia, Lee Man Fong hijrah ke Singapura dan lama menetap di sana, sehingga ia bahkan dianggap sebagai pelukis Singapura. Tahun 1988 ia meninggal di Puncak, Jawa Barat, karena sakit.

>> LUKISAN KARYA RADEN SALEH TENTANG SEJARAH PERANG DIPONEGORO

Raden Saleh terutama dikenang karena lukisan historisnya, Penangkapan Pangeran Diponegoro, yang menggambarkan peristiwa pengkhianatan pihak Belanda kepada Pangeran Diponegoro yang mengakhiri Perang Jawa pada 1830. Sang Pangeran dibujuk untuk hadir di Magelang untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata, namun pihak Belanda tidak memenuhi jaminan keselamatannya, dan Diponegoro pun ditangkap.

Pada waktu Saleh, peristiwa tersebut telah dilukis oleh pelukis Belanda Nicolaas Pieneman dan dikomisikan oleh Jenderal de Kock. Diduga Saleh melihat lukisan Pieneman tersebut saat ia tinggal di Eropa. Seakan tidak setuju dengan gambaran Pieneman, Raden memberikan sejumlah perubahan signifikan pada lukisan versinya; Pieneman menggambarkan peristiwa tersebut dari sebelah kanan, Saleh dari kiri. Sementara Pieneman menggambarkan Diponegoro dengan wajah lesu dan pasrah, Saleh menggambarkan Diponegoro dengan raut tegas dan menahan amarah. Pieneman memberi judul lukisannya Penyerahan Diri Diponegoro, Saleh memberi judul Penangkapan Diponegoro. Diketahui bahwa Saleh sengaja menggambar tokoh Belanda di lukisannya dengan kepala yang sedikit terlalu besar agar tampak lebih mengerikan.

Perubahan-perubahan ini dipandang sebagai rasa nasionalisme pada diri Saleh akan tanah kelahirannya di Jawa. Hal ini juga dapat terlihat pada busana pengikut Diponegoro. Pieneman sendiri tidak pernah ke Hindia Belanda, dan karena itu ia menggambarkan pengikut Diponegoro seperti orang Arab. Gambaran Saleh cenderung lebih akurat, dengan kain batik dan blangkon yang terlihat pada beberapa figur. Saleh juga menambahkan detil menarik, ia tidak melukiskan senjata apapun pada pengikut Diponegoro, bahkan keris Diponegoro pun tidak ada. Ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada bulan Ramadhan, karena itu Pangeran dan pengikutnya datang dengan niat baik.

Setelah selesai dilukis pada 1857, Saleh mempersembahkan lukisannya kepada Raja Willem III di Den Haag. Penangkapan Pangeran Diponegoro baru pulang ke Indonesia pada 1978. Kepulangan lukisan tersebut merupakan perwujudan janji kebudayaan antara Indonesia-Belanda pada 1969, tentang kategori pengembalian kebudayaan milik Indonesia yang diambil, dipinjam, dan dipindahtangan ke Belanda pada masa lampau. Namun dari itu, lukisan Penangkapan tidak termasuk ketiga kategori tersebut, karena sejak awal Saleh memberikannya kepada Raja Belanda dan tidak pernah dimiliki Indonesia. Lukisan tersebut akhirnya diberikan sebagai hadiah dari Istana Kerajaan Belanda dan sekarang dipajang di Istana Negara, Jakarta.

5.28.2017

>> SOSOK RADEN SALEH DALAM LUKISAN KARYA PELUKIS MASTER

Raden Saleh terutama dikenang karena lukisan historisnya, Penangkapan Pangeran Diponegoro, yang menggambarkan peristiwa pengkhianatan pihak Belanda kepada Pangeran Diponegoro yang mengakhiri Perang Jawa pada 1830.

Raden Saleh dilahirkan dalam sebuah keluarga Jawa ningrat. Dia adalah cucu dari Sayyid Abdoellah Boestaman dari sisi ibunya. Ayahnya adalah Sayyid Hoesen bin Alwi bin Awal bin Jahja, seorang keturunan Arab. Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen, tinggal di daerah Terboyo, dekat Semarang. Sejak usia 10 tahun, ia diserahkan pamannya, Bupati Semarang, kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School).

Raden Saleh karya  Heno Airlangga, 100cm x 71cm, Acrylic on canvas, 2017

Keramahannya bergaul memudahkannya masuk ke lingkungan orang Belanda dan lembaga-lembaga elite Hindia Belanda. Seorang kenalannya, Prof. Caspar Reinwardt, pendiri Kebun Raya Bogor sekaligus Direktur Pertanian, Kesenian, dan Ilmu Pengetahuan untuk Jawa dan pulau sekitarnya, menilainya pantas mendapat ikatan dinas di departemennya. Kebetulan di instansi itu ada pelukis keturunan Belgia, A.A.J. Payen yang didatangkan dari Belanda untuk membuat lukisan pemandangan di Pulau Jawa untuk hiasan kantor Departemen van Kolonieen di Belanda. Payen tertarik pada bakat Raden Saleh dan berinisiatif memberikan bimbingan.

Payen memang tidak menonjol di kalangan ahli seni lukis di Belanda, namun mantan mahaguru Akademi Senirupa di Doornik, Belanda, ini cukup membantu Raden Saleh mendalami seni lukis Barat dan belajar teknik pembuatannya, misalnya melukis dengan cat minyak. Payen juga mengajak pemuda Saleh dalam perjalanan dinas keliling Jawa mencari model pemandangan untuk lukisan. Ia pun menugaskan Raden Saleh menggambar tipe-tipe orang Indonesia di daerah yang disinggahi.

Terkesan dengan bakat luar biasa anak didiknya, Payen mengusulkan agar Raden Saleh bisa belajar ke Belanda. Usul ini didukung oleh Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen yang memerintah waktu itu (1819-1826), setelah ia melihat karya Raden Saleh.

Tahun 1829, nyaris bersamaan dengan patahnya perlawanan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal Hendrik Merkus de Kock, Capellen membiayai Saleh belajar ke Belanda. Namun, keberangkatannya itu menyandang misi lain. Dalam surat seorang pejabat tinggi Belanda untuk Departemen van Kolonieen tertulis, selama perjalanan ke Belanda Raden Saleh bertugas mengajari Inspektur Keuangan Belanda de Linge tentang adat-istiadat dan kebiasaan orang Jawa, Bahasa Jawa, dan Bahasa Melayu. Ini menunjukkan kecakapan lain Raden Saleh.

5.23.2017

>> 5 LUKISAN YANG MEMILIKI AURA PALING MISTIS

Karya seni, salah satunya adalah Lukisan, memiliki banyak aliran, melukiskan ide, imajinasi yang tak terbatas dari sang pelukis, namun adakalanya saat sang pelukis memiliki ide serta imajinasi tentang tema lukisan seram atau horor, tentu hasil karya akan terlihat menyeramkan, sehingga orang yang melihat nya seolah lukisan tersebut memiliki aura mistis, sebagaimana 5 lukisan paling mistis berikut ini.

Sosok Nyi Roro Kidul memang terkenal di kalangan masyarakat Jawa. Saking terkenalnya, sosoknya juga diabadikan dalam sebuah lukisan yang berada di Samudra Beach Hotel kamar nomor 308. Menurut pengalaman beberapa orang yang pernah menatap lukisan tersebut selama 15 menit, mereka merasakan ada 'sesuatu' yang hadir dan diikuti oleh aroma bunga melati selama beberapa detik. Ada juga orang mengatakan melihat sekelebatan kain hijau dan suara ombak pantai selatan. Hingga saat ini lukisan Nyi Roro Kidul masih menyimpan misteri yang belum terpecahkan.



Lukisan ini dibuat sekitar abad 19. Isinya menggambarkan sesosok wanita bernama Oey Hui Lan yang merupakan keturunan China. Oey Hui Lan sendiri merupakan anak dari orang terkaya di Asia Tenggara bernama Qey Tiong Ham dan tinggal lama di Indonesia. Kisah dari kehidupan Oey Hui Lan pun tak memiliki hal-hal yang menyeramkan. Lukisan beraura mistis ini terletak di The Sugar Baron Room yang ada di Hotel Tugu, Malang. Konon menurut cerita yang berkembang, jika ada orang berani menatap mata Oey Hui Lan dalam waktu lama akan dikunjungi oleh arwah saat menginap di kamar hotel.



Lukisan Prabu Siliwangi ini terletak di Kraton Kasepuhan, Cirebon. Di balik lukisan ini, ternyata juga memiliki kisah mistis. Konon, mata dan jari yang ada di lukisan itu dapat bergerak mengikuti ke arah ke manapun kamu pergi. Selain itu, banyak para wisatawan yang berkunjung dan mengabadikan lukisan seorang raja yang didampingi seekor harimau itu selalu gagal alias gambarnya hanya menjadi hitam.



Saturn Devouring His Son dilukis oleh seorang seniman bernama Francisco Goya, sekitar tahun 1819-1823. Isi dari lukisan ini menggambarkan seorang ayah yang memakan anaknya sendiri yang bernama Cronus. Menurut cerita, Saturn memakan anaknya karena takut suatu saat anaknya akan mengambil alih kekuasaannya.



Lukisan ini mengambarkan seorang anak sedang menangis terisak. Jika dilihat sekilas memang tidak ada yang aneh dengan lukisan ini. Namun banyak orang berpendapat bahwa lukisan karya Giovanni Bragolin tersebut menyimpan kutukan yang membuat sial bagi siapa saja yang berani memandangnya dalam waktu lama. Anehnya, ketika kebakaran hebat melanda museum, lukisan The Crying Boy berhasil selamat dan tidak terbakar sama sekali.

>> LUKISAN TERBESAR UNTUK MENGHORMATI ALAM

Seorang seniman Perancis Saype membuat sebuah lukisan biodegradable di gunung yang berada di atas Resort Leysin, Swiss.

Lukisan tersebut diklaim sebagai lukisan biodegradable terbesar di dunia. Lukisan biodegradable adalah lukisan yang terbuat dari bahan-bahan organik. Selain itu, karya Saype ini juga menjadi lukisan terbesar yang pernah dibuat di rumput Fresco.

Lukisan ini mempunyai luas 10 ribu meter persegi. Saype membuat lukisan biodegradabledengan tepung, minyak biji rami, air dan bahan biodegradable lain.
Bahan-bahan tersebut diracik sendiri olehnya. Dia membuat lukisan ini bersama orang tua dan dua temannya selama lima hari dua jam.

Menurut Saype, lukisan ini hanya bertahan beberapa minggu saja, Saype mengatakan tema lukisannya adalah "What Makes a Great Man." Itu sebagai refleksi hubungan antara manusia dengan alamnya.

"Ide ini adalah melukis orang besar dibandingkan ukuran manusia biasa tapi sangat kecil jika di bandingkan dengan gunung-gunung, dunia," ujar Saype.

Saype berharap lukisan ini akan menginspirasi diskusi tentang tangungjawab lingkungan. Tema ini memang ia angkat untuk menarik dan membuat generasinya menyadari tentang alam.
( referensi )

5.21.2017

>> MISTERI DUNIA KUCING DALAM LUKISAN

Kucing, disamping sebagai hewan peliharaan lucu dan menggemaskan, terkadang sosok kucing seolah menyimpan banyak misteri.
Dalam Dunia hewan memang diberi keistimewaan oleh Sang Maha Pencipta untuk bisa melihat dan mendengarkan dimensi alam lain, dimana manusia tidak beri kemampuan indera untuk itu.

Khusus nya hewan Kucing, saat dia sendirian seolah tatapan matanya menatap tajam namun kosong, dia sedang melihat sesuatu yang menarik perhatianya di alam dimensi lain, apa yang dia lihat dan dia rasakan, secara tidak langsung, saat manusia melihat kucing tersebut, manusia juga ikut merasakan bahwa ada sesuatu yang aneh pada kucing tersebut, dan itulah misteri Dunia Kucing.

Lukisan karya pelukis master Heno Airlangga, dalam lukisan ini menggunakan tehnik goresan cat menggunakan jari tangan langsung diatas canvas, dikombinasikan dengan sentuhan kuas, sehingga nampak goresan impresif dan bertekstur unik, dan terciptalah sebuah karya seni tinggi.


" Dunia Misteri " karya Heno Airlangga, 100cm x 71cm, Acrylic on canvas, 2017

5.20.2017

>> LUKISAN GADIS KECIL DENGAN MATA BERSINAR

Lukisan Gadis kecil dengan mata bersinar, sorot mata memandang keatas dan seakan menggigit jari, dia sedang berpikir, namun entah apa yang dia pikirkan, dunia anak kecil adalah dunia penuh imajinasi bebas, dunia bermain, dan dunia untuk melakukan apapun yang dia inginkan.

Dunia anak kecil penuh dengan kepolosan dalam berpikir, berucap dan bertindak, ia melakukan apapun sesuai dengan keinginanya dan serba ingin tahu, apa yang membuatnya penasaran ia akan berpikir untuk melakukanya meski itu berbahaya bagi dirinya, seolah ia ingin menunjukan bahwa dia bisa.

Dan nampaknya, anak kecil ini sedang berpikir akan melakukan sesuatu yang telah membuatnya penasaran.

Lukisan karya pelukis master Heno Airlangga, dalam lukisan ini menggunakan tehnik goresan cat menggunakan jari tangan langsung diatas canvas, dikombinasikan dengan sentuhan kuas, sehingga nampak goresan impresif dan bertekstur unik, dan terciptalah sebuah karya seni tinggi.


" Sedang berpikir " karya Heno Airlangga, 95cm x 71cm, Acrylic on canvas, 2017

5.19.2017

>> SOSOK PRIA DIBALIK PEMBELIAN LUKISAN SENILAI Rp.1,48 TRILIUN

Nama Yusaku Maezawa seketika menyeruak, saat lukisan karya seniman Jean-Michel Basquiat terjual seharga 110,5 juta dollar AS, dalam lelang di New York, Kamis malam (18/5/2017). Seperti yang telah diberitakan, angka yang setara dengan Rp 1,48 triliun tersebut menjadikan lukisan Basquiat mencapai rekor harga lelang tertinggi di abad ke-20.

Lantas siapa Maezawa sebenarnya? Seperti yang pernah dilansir laman Forbes, Maezawa adalah pengusaha berusia 41 tahun asal Chiba, Jepang. Dia bukan pemain baru. Namanya telah dikenal sebagai salah satu kolektor lukisan dunia. Dalam wawancara itu, Maezawa mengaku sudah mulai mengoleksi lukisan sejak sekitar 10 tahun lalu.

Yusaku Maezawa berpose di depan lukisan yang sudah menjadi miliknya.

"Khususnya, saya sangat menyukai karya seni kontemporer," kata Maezawa.  Forbes memperkirakan, kekayaan Yusaku Maezawa saat ini mencapai angka 3,6 miliar dollar AS. Pria kelahiran 22 November 1975 itu mengawali bisnisnya dengan mendirikan perusahaan bernama Start Today di tahun 1998.

Kemudian, dia membangun usaha penjualan pakaian dalam jaringan (online), lewat situs Zozotown di tahun 2004. Maezawa kini menduduki peringat ke-14 sebagai orang terkaya di Jepang. Dengan kekayaan sebesar itu, maka hobinya untuk mengumpulkan karya seni berharga "selangit" pun bisa dilakukan dengan mudah.

Tahun lalu saja, dia menghabiskan uang sekitar 80 juta dollar AS, atau setara Rp 1 triliun, "hanya" untuk membeli dua buah karya seni. Salah satu lukisan yang dibelinya tahun lalu itu juga merupakan buah karya Basquiat. Harga untuk lukisan potrait  itu adalah 57 juta dollar AS.

Kala itu, nama Maezawa pun menjadi buah bibir karena mencatat rekor penjualan tertinggi. Satu lukisan lain yang dibelinya tahun lalu adalah karya Pablo Picasso "Buste de Femme" (Dora Maar). Dia membeli lukisan itu di New York pada bulan November 2016, seharga 22,3 juta dollar AS atau kira-kira Rp 300 miliar.

Kini, nama Maezawa pula yang menggemparkan acara di rumah lelang Sotheby. Melalui perang penawaran selama hampir 10 menit, akhirnya Maezawa yang unggul dengan penawaran tertinggi yang disampaikan via telepon, penjualan itu lalu sekaligus menorehkan rekor dunia.

Dalam wawancara dengan Forbes, Maezawa mengaku ingin membangun sebuah museum untuk menampung semua koleksi karya seninya.  Kini, dia sedang menyiapkan pembangunan sebuah museum di tempat kelahirannya Chiba, sebuah kota di timur Ibu Kota Tokyo. Saat wawancara dilakukan bulan April lalu, konstruksi pembangunan museum itu belum dimulai.

"Saya ingin menekankan, dalam konstruksi ini, setiap karya seni memainkan peran utama di museum," kata dia.

"Saya juga menyukai warna dan pencahayaan, pada dinding, material yang digunakan, dan ketinggian langit-langitnya," sambungnya.

Sejauh ini, Maezawa sudah mengumpulkan sederetan maha karya selain lukisan Picasso dan Baquiat.

Ada karya Roy Lichtenstein, Andy Warhol, Alexander Calder, Donald Judd, John Chamberlain, Dan Flavin, On Kawara, Mark Grotjahn, Jonas Wood, Adrien Ghenie, Jeff Koons, dan masih banyak lagi.
( sumber )

5.18.2017

>> SOSOK PELUKIS WANITA DENGAN KARYA TERMAHAL DALAM SEJARAH

Sebuah lukisan bunga putih dari gulma, yang pernah tergantung di ruang makan George W Bush, awalnya lukisan itu dimiliki adik Georgia O'Keeffe, Anita O'Keeffe Young, sempat selama enam tahun masa jabatan George W Bush, lukisan itu dipajang di ruang makan pribadi presiden di Gedung Putih.

Lukisan bunga karya mendiang artis Amerika Serikat Georgia O'Keeffe dijual seharga $44,4 juta (Rp531 miliar) pada pelelangan, sehingga mencatat rekor termahal untuk karya seorang perempuan.

Karya ini mengalahkan rekor harga $11,9 juta (Rp144 miliar) yang dicapai untuk sebuah karya tak berjudul oleh Joan Mitchell, pada bulan Mei 2014.

Sotheby mengatakan lukisan bunga Georgia O'Keeffe "berada di jajaran lukisan paling dikenali dalam sejarah seni dan budaya popular".

Rumah lelang Sotheby's di New York mengatakan tadinya lukisan O'Keefee diperkirakan akan meraih sekitar $15 juta (Rp181 miliar) namun kemudian perkiraan itu dihancurkan karena adanya perang tawar-menawar antara dua pihak yang bersaing.

O'Keeffe, meninggal tahun 1986 pada usia 98, dan terkenal karena lukisan bunga dalam format besar atau seakan-akan disorot dari jarak sangat dekat.
Lukisan yang berjudul Jimson Weed/Bunga Putih No 1-nya ini merupakan salah satu dari tiga karyanya yang dijual.

Karya ini dilelang oleh Museum O'Keeffe di Santa Fe, New Meksiko, yang menyimpan sebagian besar karya-karyanya. Hasil penjual lukisan ini akan dipakai sebagai dana akuisisi museum.

O’Keeffe terkenal melalui lukisan-lukisannya yang menggambarkan bunga. Dia pertama kali mendapat perhatian komunitas seni New York pada tahun 1916. Dia suka membuat lukisan bunga dengan format besar, seolah-olah dilihat dari lensa pembesar.

O’Keeffe dianggap sebagai salah satu seniman paling penting pada abad ke-20 dan pelukis avant-garde terkemuka di New York.

5.17.2017

>> 10 LUKISAN KLASIK PALING TERKENAL DI DUNIA

Lukisan klasik khusus nya dari daratan Eropa diakui sebagai peradaban serta cikal bakal seni rupa modern, dan memang benar, dari sanalah kemudian muncul aliran-aliran seni lukis baru, seperti aliran lukisan impresionism, dekoratif, ekspresonism, abstrak, modern, dan masih banyak lagi aliran lukisan lainya.

Pelukis-pelukis besar dan terkenal Dunia juga kebanyakan dari daratan Eropa, sebut saja Leonardo da Vinci, Michelangelo buonarroti, Vincent van Gogh, Rembrandt, Picasso, Paul Gauguin, Monet, Renoir, Paul Cezanne dan masih banyak lagi.

Lukisan klasik, ketika orang mendengar akan tertuju pada lukisan klasik eropa, sebenarnya lukisan klasik memiliki arti yang luas, setiap lukisan tua dan memiliki ciri-ciri aliran klasik, baik dari Negara manapun bisa dikatakan lukisan klasik.

Dan berikut adalah 10 Lukisan Klasik Eropa paling terkenal di Dunia:


Monalisa by Leonardo da Vinci, 77 cm × 53 cm, Oil on poplar panel, 1517-Musée du Louvre, Paris



Darmstadt Madonna by Hans Holbein, 146.5 cm × 102 cm, oil on wood, 1526



Diana and Callisto by Titian, 187 cm × 204.5 cm, oil on canvas, 1556–1559



Landscape with the Fall of Icarus by Pieter Bruegel



Las meninas by Diego Valazquez



Madame Récamier painted by Jacques-Louis David, 1800



Massacre of the Innocents by Peter Paul Rubens



Night Watch by Rembrandt



The Creation of Adam by Michelangelo



The Last Supper by Mary Magdalene



5.16.2017

>> LUKISAN ISTIMEWA UNTUK DEKORASI RUANGAN MEWAH, ADA DISINI

Bagi anda yang sedang mencari lukisan-lukisan berkualitas istimewa memiliki nilai seni tinggi, lukisan dengan hasil kualitas yang benar-benar terjamin, pastikan anda mendapatkanya dari JAVADESINDO Art Gallery, karena hanya lukisan pilihan dan berkualitas tinggi yang kami sajikan untuk anda.

Kami memiliki koleksi lukisan terlengkap dan terbesar, berbagai obyek, jenis gaya aliran lukisan semua ada, anda pun bisa pesan lukisan dengan ukuran dan obyek sesuai keinginan dari anda, dan jangan kawatir, setiap lukisan dikerjakan oleh pelukis-pelukis ahli bertalenta tinggi.

Galeri kami memberikan kemudahan dimanapun anda berada untuk bisa langsung pesan lukisan via internet, mudah, aman dan praktis. Kami telah berpengalaman dalam menyediakan dan mengirimkan lukisan-lukisan berkualitas tinggi ke seluruh Indonesia, dan semua klien kami merasa bangga dan puas dengan lukisan dari JAVADESINDO Art Gallery.

Setiap lukisan yang kami kirim sudah dilengkapi dengan frame mewah serta gratis ongkos kirim, untuk informasi lebih lengkap silahkan kunjungi Galeri online lukisan terlengkap dan terbesar kami, KLIK DISINI.

>> PUSAT LUKISAN BERKUALITAS TINGGI, HARGA TERJANGKAU

JAVADESINDO Art Gallery pusatnya lukisan-lukisan berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, banyak pilihan lukisan, berbagai obyek serta gaya aliran lukisan, semua tersedia.

Klasik eropa, modern, minimalis, abstrak, realis, naturalis, dekoratif, semua ada. Lukisan pemandangan alam, hewan - hewan, buah - buahan, bunga, dll. Semua tersedia lengkap di Galeri kami.

100% jaminan lukisan berkualitas tinggi, lukisan karya para pelukis master semua ada di Galeri kami. Melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, lukisan sudah lengkap dengan bingkai mewah, gratis ongkos kirim.

Silahkan kunjungi Galeri online lukisan terlengkap dan terbesar JAVADESINDO Art Gallery, KLIK DISINI.

5.14.2017

>> LUKISAN SEJARAH PERANG DIPONEGORO KARYA BASUKI ABDULLAH

Lukisan terkenal karya pelukis maestro Basuki Abdullah, bernilai sejarah tinggi, dimana lukisan ini menceritakan tentang sengitnya pertempuran Pangeran Diponegoro melawan Belanda.

Pangeran Diponegoro dengan gagah berani diatas kuda, mengenakan jubah putih kebesaran, memimpin pertempuran, berlatar belakang kobaran api.

Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, ia memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat, selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden.

Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro, hingga akhirnya ditangkap pada 1830.


Diponegoro memimpin pertempuran karya Basuki Abdullah, Cat minyak diatas kanvas, 150cm x 120cm

>> LUKISAN BUNGA MATAHARI DENGAN GORESAN IMPRESIF UNIK

Lukisan bunga matahari mekar indah menyapa Dunia, memancarkan aura keindahan, daya pesona nya menarik perhatian Dunia, sehingga banyak pecinta keindahan yang terpukau oleh kecantikanya.

Lukisan Bunga matahari dengan goresan impresif bertekstur unik, karya seni tinggi karya pelukis master Heno Airlangga, adalah koleksi seni tinggi yang layak untuk anda miliki.

Informasi dan pembelian:
Telp-Whatsapp: 081.329.7.329.11
Email: javadesindo@gmail.com


Hadir mewarnai indah nya Dunia I - Heno Airlangga, 97cm x 142cm, Acrylic on canvas, 2016



4 Bunga Matahari - Heno Airlangga, 45cm x 43cm, Acrylic on canvas, 2016



Bunga Matahari dalam Vas Hitam - Heno Airlangga, 100cm x 67cm, Acrylic on canvas, 2016


5.13.2017

>> LUKISAN SAWAH MENGHIJAU SEGAR INDAH ALAMI

Lukisan pemandangan sawah padi yang baru menghijau segar indah alami, memanjakan mata memandang suasana alam hijau, memberikan kesejukan serta kedamaian.

Suasana pemandangan alam sawah disuatu pedesaan, alam yang masih terjaga, kedamaian alam memberikan ketenangan jiwa dan pikiran.

Bagi anda yang ingin memiliki serta mengkoleksi indahnya pemandangan alam sawah menghijau, bisa langsung menghubungi JAVADESINDO Art Gallery, lukisan stok tersedia, melayani pembelian dan pengiriman lukisan ke seluruh Indonesia, lukisan sudah lengkap dengan bingkai mewah, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pembelian:
Telp-Whatsapp: 081.329.7.329.11
Email: javadesindo@gmail.com


Judul: Alam pedesaan di kaki bukit
Ukuran: 53cm x 70cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.3.000.00;



Judul: Alam desa ( pagi berkabut )
Ukuran: 53cm x 70cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.3.200.000;



Judul: Menyambut pagi di tepi sawah
Ukuran: 52cm x 64cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.2.200.000;



Judul: Nuansa padi menghijau
Ukuran: 48cm x 66cm
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Harga: Rp.2.300.000;

>> LUKISAN IKAN MASKOKI KARYA SENI TINGGI

Ikan Mas koki, atau sering disebut dengan ikan koki adalah ikan yang berasal dari negara cina, sebenarnya ini termasuk dalam jenis ikan mas. Ikan yang bentuk tubuhnya bulat dan pendek ini punya banyak jenis, bahkan tercatat ada 130 jenis ikan mas koki yang tersebar ke penjuru dunia.

Ikan mas koki adalah salah satu ikan hias yang sangat lucu, postur tubuhnya yang bulat dan pendek menjadikan ikan mas koki terlihat kesulitan saat berenang, gaya berenangnya geal geol terlihat sangat lucu.

Semua keindahan serta kelucuan ikan mas koki dilukis dengan indah diatas canvas sebagai karya seni tinggi, yang bisa anda koleksi baik sebagai koleksi seni maupun dekorasi ruangan interior.

Melayani pembelian dan pengiriman lukisan ke seluruh wilayah Indonesia, lukisan sudah lengkap dengan frame, gratis ongkos kirim.

Informasi dan pemesanan:
Telp-Whatsapp: 081.329.7.329.11
Email: javadesindo@gmail.com



Judul: Sepasang ikan maskoki 
Ukuran: 52cm x 65cm 
Media: Cat Acrylic diatas kanvas 
Harga: Rp.3.400.000;



Judul: 5 Ikan mas koki 
Ukuran: 57cm x 117cm 
Media: Cat Acrylic diatas kanvas 
Harga: Rp.4.500.000;



Judul: Harmoni ikan maskoki dan alam 
Ukuran: 110cm x 61cm 
Media: Cat Acrylic diatas kanvas 
Harga: Rp.4.700.000;



Judul: Dikesunyian alam 
Ukuran: 52cm x 64cm 
Media: Cat Acrylic diatas kanvas 
Harga: Rp.2.500.000;

5.12.2017

>> LUKISAN SUPER SEDERHANA HARGA SUPER MAHAL

Lukisan yang begitu sederhana, baik dari segi warna maupun bentuk, hanya menggunakan warna hitam dan putih saja, bentuknya pun hanya bidang bergaris saja. Namun, tahukah anda dibalik kesederhanaan lukisan ini menyimpan suatu hal luar biasa, sebenarnya hal luar biasa tersebut bukan karena ke istimewaan lukisanya, melainkan harganya yang super mahal.

Bagi orang awam pasti akan penasaran mengapa lukisan ini bisa begitu mahal, bahkan orang yang mengerti akan seni juga akan bertanya demikian, namun yang pasti alasan mengapa lukisan ini begitu mahal, hanya sang penjual lukisan dan pembeli lukisan ini.

Sebagai informasi bahwa lukisan ini berjudul " Black Fire I " karya Barnett Newman dibuat pada tahun 1961, lukisan ini terjual seharga USD 84,2 Juta atau setara Rp.1,1 Triliun pada rumah lelang Christie's, New York pada 13 Mei 2014.


>> INDAHNYA LUKISAN DANAU TOBA KARYA BASUKI ABDULLAH

Danau Toba begitu indah dilukis diatas kanvas oleh pelukis maestro Basuki Abdullah, hamparan luas birunya Danau Toba dipadu awan bergulung berbias cahaya, semuanya terlihat bergitu istimewa dalam sebuah lukisan bernilai seni tinggi.

Danau Toba adalah sebuah danau tekto-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Lukisan karya pelukis maestro tentang keindahan alam danau toba ini, telah membuat presiden Soekarno kala itu terkesan, hingga beliau mengkoleksinya serta memasukanya kedalam buku katalog lukisan Bung Karno.


Telaga Toba diwaktu senja karya Basuki Abdullah, Cat minyak diatas kanvas, 98,5cm x 249cm

5.07.2017

>> BUKTI KECINTAAN PELUKIS LEE MAN FONG PADA BUDAYA INDONESIA

Lee man fong, salah satu pelukis maestro terkenal yang dimiliki Indonesia, meski ia lahir di Tiongkok, namun kecintaanya pada Bangsa Indonesia telah merubah kehidupanya, ia besar dan menetap tinggal di Indonesia hingga akhir hayatnya, bukti kecintaan Lee man fong pada Indonesia adalah dengan banyak karya-karya lukisanya bertema tentang kultur dan budaya Indonesia, salah satunya adalah lukisan Penari Legong berikut ini.

Lee man fong, Penari Legong, konte dan pastel diatas kertas, 32cm x 55cm

Legong merupakan tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari gambuh. Kata Legong artinya gerak tari yang luwes atau lentur dan gerak tari yang terikat oleh gamelan yang mengiringinya. Gamelan yang dipakai mengiringi tari legong dinamakan Gamelan Semar Pagulingan.

Legong dikembangkan di keraton-keraton Bali pada abad ke-19 paruh kedua. Konon idenya diawali dari seorang pangeran dari Sukawati yang dalam keadaan sakit keras bermimpi melihat dua gadis menari dengan lemah gemulai diiringi oleh gamelan yang indah. Ketika sang pangeran pulih dari sakitnya, mimpinya itu dituangkan dalam repertoar tarian dengan gamelan lengkap.

5.06.2017

>> LUKISAN IKAN ARWANA SUPER RED SUNGGUH INDAH

Miliki koleksi lukisan ikan arwana super red yang begitu indah dan nyata, detail sisik ikan arwana begitu nyata dan nampak mengagumkan, beberapa koleksi lukisan ikan arwana memberikan pilihan untuk anda sebagai koleksi seni kebanggaan, lukisan karya pelukis master, inilah kesempatan terbaik untuk anda memilikinya.

JAVADESINDO Art Gallery melayani pemesanan dan pengiriman lukisan ke seluruh wilayah Indonesia, stok tersedia, lukisan lengkap dengan frame mewah, gratis ongkos kirim, untuk informasi lebih lengkap dan pembelian, silahkan hubungi:
Telp-Whatsapp: 081.329.7.329.11
Email: javadesido@gmail.com


Judul: Pesona Arowana super red I 
Ukuran: 60cm x 93cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.4.300.000;



Judul: Pesona Arowana super red II 
Ukuran: 71cm x 93cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.3.600.000;



Judul: Arwana super red 
Ukuran: 80cm x 111cm
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Harga: Rp.4.300.000;


5.05.2017

>> WUJUD 7 LUKISAN PALING TERKENAL DI DUNIA

Lukisan merupakan salah satu karya seni yang paling dihargai, banyak media, kolektor seni, pecinta seni, seniman yang khusus mendedikasikan diri untuk meneliti, membicarakan serta mengkoleksi lukisan.

Tak heran jika harga lukisan tidak memiliki nilai batasan, bahkan satu buah lukisan bisa bernilai lebih dari Rp.3,9 Triliun sebagaimana lukisan termahal di Dunia karya Paul Gauguin.

Diantara banyak pelukis, dan diantara banyak lukisan, ada pelukis terkenal dan ada pula lukisan yang paling terkenal di Dunia, lalu bagaimana bentuk serta wujud lukisan-lukisan terkenal di Dunia tersebut, berikut rangkuman 7 Lukisan paling terkenal di Dunia tersebut.


Monalisa by Leonardo da Vinci, 77 cm × 53 cm, Oil on poplar panel, 1517



A Wheatfield with Cypresses by Vincent van Gogh, 73 cm × 93.4 cm, oil on canvas, 1889



Les Femmes d'Alger (Version O) by Pablo Picasso, 114 cm × 146.4 cm, oil on canvas, 1955



Nafea Faa Ipoipo (When Will You Marry) by Paul Gauguin, 101 x 77 cm, oil on canvas, 1892



Starry night by Vincent van Gogh, 74 cm x 92 cm, Oil on canvas, 1889



The scream by Edvard Munch, 91 cm × 73.5 cm, Oil on canvas, 1893



Whistler's Mother by James McNeill Whistler, 144.3 cm × 162.4 cm, Oil on canvas, 1893